Oleh CNA London

Hasil jajak pendapat terbaru tentang Brexit yang lakukan lembaga survei independen Inggris ORB menunjukkan suara pro dan kontra Brexit masih sama kuat. Hal ini secara tidak langsung telah  mencerminkan bahwa pidato Obama menghimbau rakyat Inggris agar memilih tetap berada di Uni Eropa masih kurang efektif.

Jajak pendapat on-line yang dilakukan ORB berlangsung selama 3 hari (27 – 29 April) diikuti oleh 2.082 responden.  Ada indikasi bahwa kebanyakan responden cenderung untuk memilih pro ketimbang kontra Brexit.

Hasil jajak pendapat menunjukkan, 51 % suara berbanding 49 % suara memilih pro Brexit.

Referendum resmi Brexit akan diselenggarakan pada 23 Juni 2016 untuk memutuskan apakah rakyat  akan mengakhiri atau tidak 43 tahun keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Banyak jajak pendapat telah menunjukkan bahwa kekuatan dari kedua sisi tersebut masih cukup imbang.

Presiden Obama dalam kunjungannya ke Inggris beberapa waktu lalu menekankan pentingnya Inggris untuk tetap bertahan di Uni Eropa. Ia juga mengingatkan bahwa jika Inggris keluar dari Uni Eropa maka untuk negosiasi perdagangan negara itu dengan AS, Inggris harus bersedia untuk “berdiri di belakang antrian panjang.”

Saat jajak pendapat ORB menanyakan ihwal apakah pidato Obama cukup efektif untuk mempengaruhi rakyat Inggris dalam pemilihan nanti? 66 % suara merespon secara negatif atau dengan kata lain tidak akan berpengaruh. Hanya 23 % yang merespon secara positif. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular