Oleh Gu Qinger

Mantan pesepakbola nasional Tiongkok Jiang Jin yang pernah dijebloskan ke dalam penjara Yancheng telah dibebaskan pada akhir tahun lalu. Baru-baru ini, Jiang Jin yang berusia 48 tahun dalam wawancaranya dengan media mengungkapkan bahwa aktivitas luar sel napi Yancheng dihentikan  petugas setelah Gu Kailai (istri Bo Xilai) yang sebelumnya ditahan di tempat lain dipindahkan ke penjara tersebut.

Jiang Jin dijatuhi hukuman penjara 5 tahun 6 bulan oleh pengadilan negeri pada Juni 2012 karena dituduh menerima suap. Ia dimasukkan ke penjara Yancheng, Hebei. Beberapa tahun kemudian, ia memperoleh keringanan hukuman selama 8 bulan, tetapi dibebaskan lebih awal pada 1 Desember 2015.

Media Tiongkok ‘Figur’ pada 26 April 2016 memberitakan beberapa petikan wawancara antara Jiang Jin dengan media. Ketika ia ditanya soal kehidupannya di penjara, Jiang jin menjelaskan bahwa ia ditempatkan dalam satu sel dengan Wakil Ketua Asosiasi Sepakbola Tiongkok Nan Yong. Selain membahas masalah persepakbolaan, ia bahkan sering bersama Nan Yong pergi ke kebun dalam penjara untuk menanam sayuran dan pohon buah-buahan.

Di dalam penjara Jiang Jin dianggap sebagai selebriti oleh para napi  lainnya karena prestasinya sebagai penjaga gawang timnas, bahkan beberapa tahanan adalah fans dan sering menyapanya. Jiang Jin mengatakan bahwa ia sering menggunakan kesempatan beraktivitas di luar sel untuk mengajarkan teknik bermain sepakbola kepada para napi yang berminat.

Jiang Jin menjelaskan bahwa sejak istri Bo Xilai dipindahkan ke penjara Yancheng, petugas berwenang di penjara itu langsung mengeluarkan larangan untuk beraktivitas di luar sel sebagaimana sebelumnya seperti bermain bola basket, sepakbola dan sebagainya.

Pengadilan Menengah Rakyat kota Hefei di Anhui pada 20 Agustus 2012 memvonis hukuman mati dengan masa penangguhan paling lama 2 tahun  dan merampas seluruh hak-hak politik kepada Gu Kailai yang dinyatakan bersalah dan terlibat dalam pembunuhan yang disengaja terhadap seorang warga Inggris bernama Neil Heywood.

Dikabarkan bahwa Gu Kailai adalah orang penting yang juga terlibat dalam usaha kudeta suaminya bersama Zhou Yongkang. Sementara itu, kematian Heywood berhubungan erat dengan pengelolaan perusahaan mereka yang terlibat pengambilan paksa organ praktisi Falun Gong. Sebelumnya ada berita yang menyebutkan bahwa untuk menghindari hukuman mati, Gu Kailai terpaksa mengaku dalam persidangannya bahwa suaminya bersama Zhou Yongkang memang berencana untuk merebut kekuasaan dari tangan Xi Jinping, dan ia sendiri berperan sebagai juru kontak dengan person-person yang berada di luar negeri.

Gu Kailai, Bo Xilai dan Wang Lijun adalah para antek yang mengekor Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang yang melakukan kejahatan kemanusiaan dengan cara membunuh praktisi Falun Gong kemudian  memperdagangkan organ tubuh mereka di pasaran gelap guna mencari keuntungan materi.

Heywood yang terlibat dalam pengalihan ke luar negeri dana hasil kejahatan Bo XiLai dan Gu Kailai, serta banyak mengetahui rahasia internal mereka, akhirnya menemui ajal akibat diracun dalam kamar hotel menjelang ia diperiksa oleh badan intelijen internasional dan Komisi Pengawas Kedisplinan PKT. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular