Sejak zaman dulu, umat manusia telah mengalami berbagai wabah penyakit, di antaranya ada yang sangat fatal, dan memberi dampak yang besar bagi generasi manusia. Virus, bakteri, memang tak kenal ampun.

Keganasan mereka tak mengenal batas negara dan benua. Dengan ukurannya yang mikroskopis, virus dan bakteri telah memberikan warna tersendiri pada sejarah kehidupan manusia. Warna hitam kelam yang dikenal sebagai pandemi atau wabah. Berikut kilas balik wabah penyakit  terburuk sepanjang sejarah.

Black Death atau Kematian Hitam (1347–1351)

Di antara semua pandemik yang ada, Black Death atau kematian hitam merupakan salah satu wabah paling mematikan. Penyakit menular yang melanda wilayah Eropa pada 1348 sampai 1351 ini telah menewaskan 75 juta korban jiwa di seluruh dunia, sementara angka kematian di Eropa sendiri diperkirakan mencapai 25 juta – 50 juta korban jiwa.

Black Death atau Kematian Hitam (1347--1351)
Black Death atau Kematian Hitam (1347–1351)

Wabah Pandemik Ketiga (1885-1950)

The Third Pandemic atau Wabah Pandemik Ketiga ini mengacu pada sebuah wabah dahsyat yang terjadi pada 1855 di provinsi Yun-nan, Tiongkok. Wabah ini menyebar ke seluruh tempat hunian penduduk, dimulai dari Yunnan lalu menyebar ke Guizhou, Guangzhou, Hongkong, Fuzhou, Xiamen dan kawasan lain, angka kematian di daerah-daerah ini diperkirakan lebih dari 100 ribu orang. Sementara itu, di India dan Tiongkok saja, tercatat lebih dari 12 juta orang tewas karena wabah mengerikan ini.

Wabah Pandemik Ketiga (1885-1950)
Wabah Pandemik Ketiga (1885-1950)

Wabah Yustinianus (541-542)

Wabah Justinian mengacu pada wabah penyakit mematikan yang terjadi Mediterania Timur pada 541 – 542 SM, kerugian yang ditimbulkannnya sangat parah. Infeksi wabah mematikan ini bermula dari para penduduk miskin yang tidur di jalan-jalan, dan saat puncak, wabah fatal ini telah memakan korban jiwa sebesar 5,000 – 7,000 orang, bahkan puluhan ribu orang tewas hanya dalam satu hari.

Wabah Yustinianus (541-542)
Wabah Yustinianus (541-542)

Wabah Dahsyat London (1665-1666)

Wabah dahsyat ini melanda London pada 1665-1666 yang menewaskan 75.000 sampai 100.000 orang hingga lebih dari seperlima penduduk London kala itu.

Wabah Dahsyat London (1665-1666)
Wabah Dahsyat London (1665-1666)

Wabah Amerika (abad ke-16)

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah ini dihuni sekitar 4 – 5 juta penduduk asli, sebagian besar dari mereka telah meninggal pada abad ke-16. Sejarawan bahkan menyebutnya sebagai genosida terbesar dalam sejarah umat manusia. (Epochtimes/joni/rmat)

Wabah Amerika (abad ke-16)
Wabah Amerika (abad ke-16)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular