Oleh: David Gutierrez

Anda mungkin pernah mendengar bahwa makanan ungu dari blueberry sampai ubi jalar adalah sangat baik untuk kesehatan. Warna ungu itu pigmen ungu adalah antosianin, yaitu antioksidan yang kuat.

Penelitian telah mengkaitkan antosianin dengan penurunan risiko menderita kanker, penyakit jantung, penyakit saraf, penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer. Antosianin juga mengendalikan dan mencegah terjadinya obesitas dan diabetes, dengan cara menghambat enzim pencernaan tertentu dan mengendalikan kadar gula darah. Antosianin adalah anti-radang yang ampuh, maka mengurangi risiko sebagian besar penyakit kronis.

Ingat si “ungu”

Jadi bagaimana cara untuk meningkatkan asupan super-antioksidan ini? Terutama makanlah buah dan sayuran yang berwarna merah, biru dan ungu yang gelap, meliputi semua berry, stroberi, ceri, buah delima dan plum.

Beberapa sayuran hanya mengandung antosianin yang tinggi jika Anda memilih varietas dengan warna yang tepat, seperti: ubi jalar ungu, bawang merah dan kubis ungu, bit dan terong. Jangan membuang kulit terong karena di situlah sebagian besar antosianin berada, serta banyak mengandung serat, kalium dan magnesium.

Kulit buah anggur yang berwarna merah dan ungu serta arak merah merupakan sumber antosianin yang baik. Antosianin dan resveratrol (antioksidan yang kuat) membuat arak merah menjadi minuman yang bermanfaat bagi kesehatan.

Jambu biji, khususnya dengan kulit yang berwarna hijau kebiruan banyak mengandung antosianin. Beras hitam dan beras Kerala Red juga banyak mengandung antosianin dan merupakan varietas alami beras. “Golden Rice” adalah beras dengan rekayasa genetika.

Dapatkah roti berwarna ungu?

Ilmuwan makanan Zhou Weibiao dari National University of Singapore menemukan sumber baru antosianin untuk membuat “roti ungu”. Zhou mengekstrak antosianin dari beras hitam dan mencampurnya ke dalam tepung roti. Hasilnya sangat mengejutkan.

“Meskipun kapasitas antioksidan dan manfaat kesehatan antosianin diketahui, pengetahuan menggunakan antosianin sebagai bahan dalam produk makanan adalah sangat terbatas,” kata Zhou.

Meskipun roti panggang dipanggang pada suhu 200 derajat Celcius (400 derajat Fahrenheit), tetap tersisa 80 persen kandungan antioksidan pada tepung. Hebatnya, reaksi kimia antara antosianin dan pati juga menyebabkan karbohidrat dalam roti diserap 20 persen lebih lambat dari biasanya, sehingga menurunkan indeks glikemik roti putih yang biasanya tinggi.

“Jika Anda ingin menikmati tekstur roti putih dan memperlambat pencernaan, ini adalah formula terbaik, warnanya pun tidak jelek,” kata Zhou. Meskipun CNN memuji roti tersebut sebagai “makanan panggang super pertama di dunia,” pujian tersebut terlalu dini untuk dilontarkan karena hanya tersedia roti putih, belum tersedia roti gandum serta belum dijual bebas.

“Tantangannya adalah untuk melihat apakah kita bisa mengubah formula roti, tanpa mengubah tekstur halus dari roti putih yang benar-benar disukai orang,” kata Zhou.

“Jika Anda makan pati dan tepung terigu dalam jumlah yang sama, maka nilai gizinya adalah sama. Ide utamanya adalah memperlambat pelepasan energi, sehingga Anda menggunakan kalori yang ada dalam jangka waktu yang lebih lama. “

Tapi benar-benar, apakah Anda mengharapkan makanan hasil pabrik menggantikan buah-buahan dan sayuran segar?(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular