Saat melakukan penyelidikan sebab kematian sang Super Star Prince, aparat penegak hukum menemukan resep obat penghilang rasa sakit opioid (juga dikenal sebagai opiat/opium – sejenis obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengontrol, mengendalikan atau menghilangkan rasa nyeri. Dapat menimbulkan kecanduan dan termasuk dalam jenis narkotika) dari tubuh korban dan rumahnya di Minnesota, Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini di Amerika Serikat, kasus yang merenggut korban jiwa akibat over dosis dari obat jenis ini jauh lebih banyak daripada obat dan narkotika lainnya. Ada rumor yang menyebutkan bahwa beberapa hari sebelum meninggal, jet pribadi yang ditumpangi penyanyi dengan nama lengkap Prince Rogers Nelson itu terpaksa mendarat kembali karena sang super star overdosis. Namun, terkait penyebab kematiannya itu apakah berhubungan dengan penggunaan obat yang dikonsumsinya masih perlu menunggu hasil laporan otopsi.

Obat penghilang rasa sakit opioid mirip dengan heroin, tetapi dokter bisa secara legal membuka resepnya ; namun aparat penegak hukum tentang tindak pidana bidang obat dan makanan tidak menemukan resep dokter di rumah Prince, demikian dilansir dari CNN.

Heroin dan analgesik (obat penghilang rasa sakit) ini tergolong obat opiate, belakang yang disebut ini (analgesik) merupakan obat yang terdiri dari oxycodone, fentanil dan morfin serta obat-obatan lain yang diproduksi secara hukum. Analgesik opiat yang sering diresepkan dokter meliputi codein dan hydrocodone, namun, kasus kematian karena overdosis dari obat ini sudah umum dalam beberapa tahun terakhir ini.

Ditilik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika yang dirilis pada Desember 2015 lalu, antara tahun 2013 – 2014, angka kematian akibat heroin dan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit opiate melonjak 14%. Namun, kasus yang merenggut korban jiwa akibat opiate disinyalir jauh lebih banyak daripada narkotika dan obat lainnya.

Dampak obat opiate terhadap otak

Efek analgesik opioid dampaknya pada mekanisme otak sama dengan heroin dan morfin. Sistem otak seperti seperangkat kunci yang dapat membangkitkan kesenangan, kunci yang timbul secara alami ini dapat membuat seseorang merasa senang, serasa menikmati seporsi makanan yang lezat ; opiate meniru kunci alami ini, yang bisa membuat kegembiraan luar biasa bagi mereka yang mengonsumsi obat ini.

Maia Szalavitz, jurnalis Time yang mendalami neuroscience dan penulis buku “Unbroken Brain”, menjelaskan mengapa heroin bisa membuat seseorang kecanduan (ingin berhenti tapi tak sanggup), ia menggambarkan rasa terhibur mereka yang menghisap heroin itu bagaikan mendapatkan pelukan kasih sayang yang hangat, “setiap molekul seperti mendapatkan gizi”.

Penelitian tersebut menyebutkan, bahwa konsumsi obat penghilang rasa sakit itu erat kaitannya dengan kecanduan heroin. Menurut reviu laporan dari National Institute on Drug Abuse di Amerika, bahwa hampir setengah dari anak-anak muda yang disurvei mengaku pernah menyalahgunakan obat penghilang rasa sakit sebelum injeksi heroin. Sementara itu sebuah studi lain juga menyebutkan, bahwa rasio pecandu jauh lebih tinggi 40 kali daripada mereka yang dihinggapi kecanduan.

Jadi, meskipun opiate dapat meringankan rasa sakit sementara, namun, ini sangat berbahaya bagi mereka yang mudah kecanduan ; sementara bagi mereka yang meskipun tidak mudah kecanduan juga akan memicu konsekuensi yang fatal apabila overdosis dengan jenis obat-obatan ini : dapat membuat napas menjadi lambat atau bahkan berhenti bernapas, dan menyebabkan kerusakan otak atau koma.

Dan menurut laporan sebelumnya, bahwa beberapa hari sebelum Prince menemui ajalnya, jet pribadinya pernah terpaksa mendarat kembali, karena sang Prince tiba-tiba menderita flu, tapi dari laporan media hiburan TMZ yang mengutip sumber orang dalam mengatakan, bahwa pendaratan darurat terpaksa dilakukan karena Prince overdosis.

Penyidik masih belum bisa memastikan apakah kematian mendadak Prince itu berhubungan dengan obat penghilang rasa sakit opiate, ada dugaan Prince meninggal akibat obat penawar rasa sakit yang diresepkan kepadanya, sehubungan dengan ini, hasil laporan otopsi dan toksikologi terkait akan segera diumumkan oleh pihak berwenang. Selamat Jalan Prince! (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular