Oleh: Michelle Schoffro Cook

Jika saya mengatakan kepada Anda bahwa bakteri dapat mengurangi kecemasan, Anda akan berpikir saya sedang bercanda. Hal ini telah diteliti oleh peneliti di College of William and Mary, di Williamsburg, Virginia. Penelitian yang diterbitkan pada Psychiatry Research, menunjukkan bahwa makan makanan fermentasi secara teratur yang mengandung jumlah bakteri yang berlimpah akan mengurangi kecemasan sosial.

Dalam penelitian di College of William dan Mary, 710 siswa menjawab pertanyaan buku harian makanan tentang asupan makanan fermentasi yang mereka makan selama 30 hari. Mereka juga ditanya tentang frekuensi berolahraga serta konsumsi buah dan sayuran sehingga peneliti dapat mengawasi kebiasaan hidup sehat selain asupan makanan fermentasi. Peneliti menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak makanan fermentasi memiliki tingkat kecemasan sosial yang lebih rendah, terutama untuk mereka yang menunjukkan tanda neurotisisme (kepribadian karakteristik negatif) yaitu mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan mudah berubah pikiran.

Matthew Hilimire, seorang profesor psikologi di College of William and Mary dan salah satu peneliti yang melakukan penelitian itu dalam sebuah wawancara dengan PsychCentral mengatakan, “Sangat mungkin bahwa probiotik dalam makanan fermentasi mengubah lingkungan dalam usus, dan perubahan usus akan mempengaruhi kecemasan sosial.”

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rentan terhadap pengalaman kecemasan menjadi kurang cemas karena sering mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung banyak probiotik.

Kita mungkin sulit untuk memahami bagaimana bakteri dapat memengaruhi pikiran kita, tapi hal ini sudah diteliti. Penelitian di McMaster University, Hamilton, Kanada yang diterbitkan dalam jurnal medis Gastroenterology, menemukan bahwa probiotik Bifidobacterium longum menghilangkan kecemasan dan menormalkan perilaku. Para ilmuwan menemukan bahwa peradangan lambung dan usus secara kronis memicu perilaku kecemasan dan mengubah biokimia dari sistem saraf pusat.

Sebuah penelitian di Prancis yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menegaskan penelitian di Amerika maupun Kanada menunjukkan bahwa strain probiotik yang sama yang diteliti di Kanada: B. longum, bersama dengan strain probiotik Lactobacillus helveticus mengurangi kecemasan. Penelitian di Perancis menunjukkan bahwa dua probiotik ini mengurangi stres psikologis, depresi dan perasaan marah dan permusuhan.

Meskipun belum diketahui mekanisme secara tepat, probiotik diyakini mengurangi peradangan lambung dan usus serta meningkatkan kadar serotonin. Serotonin juga disebut hormon kebahagiaan, yang dulu dipercaya hanya diproduksi oleh otak, ternyata juga diproduksi oleh usus. Sekitar 90 persen dari serotonin tubuh sebenarnya dapat ditemukan di saluran pencernaan. Adalah benar bahwa usus melakukan beberapa pekerjaan yang sama seperti otak kerjakan. Sekarang ini banyak ilmuwan mengacu usus sebagai “otak kedua” tubuh karena hubungan kesehatan antara usus dengan otak telah menjadi fokus dari pertumbuhan badan.

Yogurt, kimchi dan sauerkraut mungkin adalah makanan fermentasi yang mengandung banyak probiotik.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular