JAKARTA – Tewasnya Yuyun remaja berusia 14 tahun membuat pengguna media sosial tergugah, #NyalaUntukYuyun menggema sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian atas kematiannya akibat diperkosa 14 pemuda.

Kasus ini awalnya tak banyak disorot oleh media untuk menjadi bahan berita, kasus ini mengemuka pada Selasa 5 April 2016 dalam laporan media lokal di Bengkulu yakni Bengkulu Express dan Rakyat Bengkulu.

Kejadian tewasnya Yuyun memang jauh dari pusat keramaian seperti pada kota-kota besar. Yuyun menjadi korban perkosaan dari 14 pemuda. Jenazah Yuyun ditemukan Senin 4 April 2016 di jurang pinggiran Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rajang Belong, Bengkulu.

Polsek Padang Ulak Tanding sudah mengusut kasus ini dengan menahan 12 pelaku yang diketahui masih berusia belasan tahun dan dua lainnya masih dikejar polisi. Kasus ini bermula pesta minuman keras para pelaku hingga mereka membekuk Yuyun yang baru pulang dari sekolah di SMPN 5 Satu Atap, Desa Kasie Kasubun.

Kasus tewasnya Yuyun yang sudah terjadi hampir sebulan lalu memang benar-benar pengguna sosial terbakar emosinya bercampur harus serta mengutuk tindakan biadab itu. Para pengguna medsos mengutuk serta menyamakan kasus perkosaan yang sempat menjadi perhatian dunia yakni peristiwa pada 2012 silam.

Peneliti senior LIPI dalam akun twitternta @sy_haris menulis “Semoga kasus Yuyun membuka mata negara, pemerintah dan kita semua betapa seriusnya kasus-kasus tindak kekerasan terhadap anak #NyalaUntukYuyun

Putri sulung Presiden RI ke-3 Abdurahman Wahid menulis dalam akun twitternya @AlissaWahid  “Semoga kasus Yuyun membuka mata negara, pemerintah & kita semua betapa seriusnya kasus-kasus tindak kekerasan thdp anak #NyalaUntukYuyun

@lenteraID –organisasi non-pemerintah yang fokus memberi dukungan untuk penyintas kasus kekerasan seksual menulis #KamiBersamaYuyun. “Kasus Yuyun terjadi di bagian Bengkulu yang cukup terpencil, tapi bukan berarti ini tidak terjadi di Indonesia bagian lain.”

Bahkan sejumlah pengguna media sosial lainnya mengkritik media massa yang memberikan perahtian sepenuhnya terhadap kasus. Bahkan kasus ini yang seakan meredup memang tak banyak mendapatkan porsi yang lebih di kalangan media. (asr)

Share

Video Popular