Oleh : Conan Milner

Lobak adalah salah satu sayuran tertua yang dibudidayakan di dunia. Walaupun sekarang ini lobak terkenal karena kerenyahannya, lobak juga bersejarah dalam menyembuhkan masalah pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah yang buruk, dan masalah lainnya.

Lobak berasal dari famili Cruciferae atau Brassicaceae – mencakup brokoli, kubis, kembang kol, dan kale. Penelitian pada hewan yang makan famili Brassicaceae membuktikan bahwa famili Brassicaceae berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, dan anti-radang, serta mengurangi risiko kanker.

Penelitian khusus tentang lobak menunjukkan lobak mengurangi kadar gula darah dan menurunkan risiko kanker payudara.

Nama lobak berasal dari nama Latin untuk akar: radix. Nama botani, Raphanus, berasal dari istilah Yunani yang berarti “mudah dipelihara,” – menunjukkan lobak tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Semua bagian tanaman lobak adalah baik untuk dimakan, tidak hanya akarnya saja. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, biji lobak adalah obat untuk obesitas.

Akar lobak mempunyai berbagai bentuk dan warna, seperti bola kecil berwarna merah atau batang panjang berwarna putih.

Semua akar Brassicaceae merupakan sumber yang baik untuk vitamin C dan berbagai vitamin B, serta mineral penting seperti kalium, kalsium, magnesium, tembaga, dan mangan.

Beberapa varietas lobak mempnyai fitur yang tidak sama.

Lobak hitam

Lobak merah dan lobak putih banyak dijual di supermarket, tapi lobak hitam Spanyol menarik perhatian, karena seukuran bola bisbol dengan kulit hitam yang keras.

Semua lobak memiliki rasa panas yang menyengat yang digunakan untuk obat masalah pencernaan dan menghilangkan dahak, tetapi lobak hitam lebih unggul.

Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, lobak hitam digunakan untuk menguras panas dalam dari tubuh kita dan melancarkan aliran Qi, terutama di hati dan kantong empedu. Lobak juga terkenal untuk melarutkan batu empedu dan batu ginjal.

Lobak hitam sangat renyah dan terasa lebih pahit dibanding lobak lainnya. Dalam pengobatan herbal tradisional, rasa pahit ini terkait dengan manfaat pemurnian dan detoksifikasi (pengeluaran racun dari tubuh), inilah yang membuat lobak hitam menjadi terkenal.

Lobak hitam sangat kaya akan glukosinolat – belerang yang memberi bau yang menyengat. Dalam penelitian terhadap hewan, glukosinolat terbukti membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan metabolisme.

Daikon (lobak putih Jepang)

Daikon (“akar besar”) adalah lobak putih yang besar di musim dingin yang berasal dari Asia. Orang Barat selalu makan lobak mentah (seperti makanan khas Perancis yaitu kombinasi lobak merah, mentega, dan garam laut). Di Asia, daikon diolah menjadi acar atau dimasak. Daikon terasa lebih manis dan kurang panas, dan memiliki kadar air yang lebih tinggi sehingga sangat baik untuk dimasak sup atau ditumis.

Seperti lobak lainnya, daikon digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan dan detoksifikasi, dan sudah sejak lama digunakan untuk meningkatkan sirkulasi dan meredakan nyeri kepala.

Daikon juga digunakan sebagai obat untuk menurunkan berat badan dan menyeimbangkan gula darah karena mengandung serat dan zat gizi yang tinggi, rendah kalori, dan mengandung banyak air.

Maca

Pada umumnya yang orang tahu lobak berasal dari Cina. Lobak dibudidayakan sejak zaman firaun pada peradaban Mesir kuno, dan disebarkan ke dunia Barat selama berabad-abad.

Maca adalah satu-satunya Brassicaceae yang asli berasal dari Amerika, yaitu dari Peru dan Bolivia, yang tumbuh di Pegunungan Andes yang tinggi. Dewan Riset Nasional menyerukan maca adalah “salah satu tanaman yang hilang dari Inca”. Maca disebut juga sebagai “ginseng Peru” karena reputasinya untuk meningkatkan kesuburan pada manusia dan ternak.

Rasa maca seperti gula merah dicampur mentega dan pedas. Maca lebih banyak mengandung zat besi dan fitokimia lainnya yang tidak ditemukan dalam lobak lainnya.

Jika sebagian besar lobak yang bermanfaat untuk pencernaan dan detoksifikasi, maka maca lebih bermanfaat untuk mengurangi stres, menenangkan pikiran, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menyeimbangkan kadar hormon terutama pada saat menopause, serta menyembuhkan kelelahan kronis dan osteoporosis.

Maca terdapat dalam tiga warna – kuning, merah, dan hitam – dan masing-masing memiliki citarasa tersendiri dan manfaat khusus. Maca warna kuning adalah yang termanis dan tidak terlalu mahal. Maca warna merah (kadang disebut maca merah muda atau maca ungu) bermanfaat untuk menambah energi, menyeimbangkan hormon wanita, meredakan depresi, dan mengatasi kanker prostat. Maca warna hitam (yang termahal) bermanfaat untuk kesuburan pria, memori, dan kekuatan tulang.

Dahulu akar maca direbus untuk dibuat kaldu. Kini Anda dapat membelinya di toko yang menjual makanan kesehatan berupa sari maca yang pekat dalam bentuk pil dan cair.

Maca aman untuk dikonsumsi. Maca adalah makanan pokok untuk penduduk di tanah kelahiran maca. Dosis bubuk maca yang biasa dipakai adalah setengah sendok teh sampai dua sendok teh sehari. Konsultasikan dengan petugas kesehatan yang berkualitas yang memiliki pengalaman klinis dengan maca untuk mendapatkan dosis yang tepat guna mengobati penyakit Anda.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular