Oleh CNA Den Haag

Sebuah organisasi internasional pelarangan senjata kimia, Rabu (4/5/2016) hari ini mengatakan, saat ini ada tanda-tanda yang sangat mengkhawatirkan menunjukkan bahwa Islamic State/ IS  sedang mengembangan senjata kimia yang besar kemungkinannya sudah digunakan di Irak dan Suriah.

Sekjen Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) Ahmet Uzumcu mengatakan bahwa tim pencari fakta telah menemukan bukti penggunaan Yperit dalam serangan di Irak dan Suriah.

“Meskipun tuduhan belum sampai diarahkan kepada Daesh (alias IS)….. tetapi kuat dugaan bahwa mereka telah menggunakannya (senjata kimia),” kata Ahmet Uzumcu  kepada wartawan AFP.

Ahmet Uzumcu  dalam pertemuan 3 hari yang diadakan di markas OPCW Den Haag, mengatakan bahwa hal kedua yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa IS sudah mampu memproduksi sendiri senjata kimia.

“Terbukti mereka sudah memiliki teknologi, pengetahuan termasuk cara untuk memperoleh bahan-bahan yang digunakan untuk membuat senjata kimia itu,” tambahnya.

Sementara itu Direktur CIA John O. Brennan pada CBS News, Februari lalu mengatakan bahwa pejuang IS sudah memiliki kemampuan untuk menghasilkan dalam jumlah kecil klorin dan gas mustard.

Meskipun Ahmet Uzumcu tidak secara spesifik menunjuk serangan mana yang dimaksudkan, tetapi  kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa IS bulan lalu dalam upaya untuk memecah kekuatan pemerintah Suriah, telah melakukan serangan untuk merebut sebuah pangkalan udara yang terletak di luar kota Deir Ezzor.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular