Lima roda kehidupan yang harus kita lewati, coba simak sejenak benteng kehidupan mana saja yang telah Anda lalui dengan aman ?

Pertama : Usia 30-50 tahun, benteng pencegahan penyakit gastrointestinal (Hal yang berkaitan dengan sistem pencernaan, terutama lambung dan usus)

Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia, bahwa angka kejadian penyakit terkait lambung mencapai 80%. Hal ini karena pola makan yang tidak teratur, suka makan makanan yang diasap, gorengan, makanan dengan kadar garam tinggi, makanan pedas atau merokok, minum minuman keras dan kebiasaan buruk lainnya. Asal tahu saja, bahwa kebiasaan-kebiasaan buruk ini akan merusak fungsi normal dari saluran pencernaan, merusak mukosa lambung, hingga pada akhirnya menyebabkan gangguan (penyakit) pencernaan, sekaligus juga meningkatkan kemungkinan timbulnya karsinogenesis (proses terbentuknya kanker).

Pada tahap usia seperti ini disarankan sebaiknya lakukan olahraga-gerakan fisik, kembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur setiap hari, makan/minum secara teratur-berimbang, kurangi atau hindari makanan yang diasinkan (acar dan sejenisnya), hindari merokok dan makanan yang digoreng, hindari sepenuhnya makanan berjamur, batasi minuman alkohol dan berhenti merokok, perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan serta bahan pangan kasar (jagung, jawawut dan sebagainya), kentang dan makanan lain yang kaya akan serat.

Kedua : 40-60 tahun, gerbang penyakit tulang

Begitu melewati usia 40 tahun, kepadatan tulang manusia mulai merenggang, dan secara bertahap tulang menjadi rapuh. Terutama sendi lutut, pinggul, punggung, leher, tulang belakang dan titik lainnya itu mulai rentan terasa nyeri, selanjutnya timbul peradangan, taji tulang (tulang tambahan yang tumbuh pada tulang normal) dan penyakit lainnya.

Di usia seperti ini, sebaiknya lakukan aktivitas olahraga-gerakan fisik, namun, jangan berlebihan dan sampai mengauskan sendi atau tulang belakang, selain itu juga biasakan berjemur Matahari, periksa kepadatan tulang secara berkala, hal ini dimaksudkan agar bisa sedini mungkin mengambil langkah-langkah pencegahan.

Ketiga : Usia 50-70 tahun, gerbang tumor

Setelah menginjak usia 50 tahun, kadar hormon manusia mulai merosot, begitu juga dengan fungsi kekebalan tubuh mulai menurun, proto-oncogene yang dikendalikan oleh sisa-sisa dari sistem kekebalan tubuh itu juga secara bertahap akan memicu timbulnya karsinogenesis. Beberapa penyakit kanker telah mengendap sejak bertahun-tahun sebelumnya, dan menjadi pathogen ketika fisik mulai menurun sejak memasuki usia 40, 50 tahun.

Pencegahan dini itu sangat penting, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan pencegahan kanker setiap tahun setelah memasuki usia 35 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker. Konkritnya, mereka yang merokok selama lebih dari 10 tahun, yang memiliki (penyakit) gastritis atrofi dan masalah lambung lainnya, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker usus itu sebaiknya lakukan pemeriksaan secara rutin. Selain itu, bagi kaum laki-laki sebaiknya lakukan skrining untuk kanker prostat, dan skrining kanker serviks serta kanker payudara bagi kaum wanita.

Keempat : Usia 50 – 80 tahun, gerbang penyakit jantung dan stroke

Secara umum, pembuluh darah mulai mengalami pengerasan di sekitar usia 50 tahun, dinding pembuluh darah dipenuhi dengan plak dan mudah pecah atau terjadi penyumbatan kronis pada pembuluh darah. Dari sisi makanan, pertama, sebaiknya kurangi atau hindari makanan tinggi garam, lemak dan tinggi gula ; Kedua, mengubah kebiasaan buruk duduk lama di satu tempat, dan tingkatkan gerakan fisik – olahraga ringan.

Selain itu, bagi mereka yang berusia 50 tahun, dihimbau sebaiknya waspada dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit apabila merasa sesak dada, sesak napas, nyeri dada, kekuatan fisik tiba-tiba merosot, ekstrim lelah, hal ini untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Kelima : Usia 70-90 tahun, gerbang intelegensi

Sejumlah studi terkait menemukan bahwa angka kejadian (penyakit) demensia di usia 65 tahun akan meningkat secara bertahap. Usia 70, 80 tahun merupakan tahap terjadinya demensia yang jauh lebih terpusat. Bagi para lansia yang memiliki (penyakit) tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, suka merokok, gemar minuman beralkohol, dihimbau sebaiknya waspada dan lebih berhati-hati.

Meskipun tidak bisa membalikkan usia, jenis kelamin atau faktor genetik juga tidak dapat diubah, namun, dengan seringnya olahraga-gerakan fisik, dan pelatihan intelegensi, serta banyak membaca dan menulis, atau sekadar ngobrol santai dengan orang-orang sekeliling adalah langkah-langkah pencegahan yang baik dari demensia (penurunan kemampuan otak-sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil). (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular