Oleh: Huang Xiao Yu

Mariana Trench atau juga dikenal sebagai “Parit laut kepulauan Mariana,” merupakan parit laut terdalam di muka Bumi saat ini, di daerah dengan lingkungan ekstrim keras untuk bertahan hidup ini terpendam banyak rahasia tersembunyi. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan beberapa species baru di Mariana Trench, sebuah wilayah parit laut terdalam dari seluruh area samudra Pasifik, termasuk satu species ubur-ubur yang memiliki dua tentakel pendek dan panjang.

Parit laut Mariana terletak di sebelah timur kepulauan Mariana di sekitar Guam, tepatnya di palung laut Samudera Pasifik. Kedalaman parit laut Mariana paling dalam mencapai hingga 7 mil (11 km), pada kedalaman di bawah permukaan lautnya itu telah melampaui ketinggian permukaan laut tertinggi dari puncak Gunung Everest.

Di daerah terdalam di atas Bumi ini, ada banyak makhluk misterius yang belum pernah ditemukan manusia. Menurut laporan “Daily Mail”, Kamis  (28/4/2016) lalu, parit laut Mariana dipenuhi dengan misteri. Baru-baru ini, para ahli melakukan ekspedisi ke Palung Mariana di Pasifik ini dengan menumpangi kapal penelitian lembaga “Okeanos Explorer,” dari National Oceanic and Atmospheric Administration” (NOAA).

 Keterangan gambar: Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan beberapa species baru di Mariana Trench, termasuk satu species ubur-ubur yang memiliki dua tentakel pendek dan panjang. (Video screenshot)

Keterangan gambar: Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan beberapa species baru di Mariana Trench, termasuk satu species ubur-ubur yang memiliki dua tentakel pendek dan panjang. (Video screenshot)

Species asing yang bersembunyi di kedalaman laut.

Selama ekspedisi di daerah tersebut, para ilmuwan menemukan ubur-ubur species baru yang ditumbuhi dengan tentekal (sungut) yang unik, tidak sama dengan tentakel atau sungut ubur-ubur pada umumnya, selain itu juga  beberapa makhluk aneh langka lainnya.

Makhluk atau species baru yang direkam ini tampak sangat indah bak mutiara, sekilas terlihat seperti makhluk dari planet asing. Mereka ditemukan peneliti di perairan Engima Seamount di kedalaman 12,139 kaki (3.700 meter).

Meskipun para ilmuwan mengatakan bahwa makhluk ini tergolong dalam species “ubur-ubur,” namun  mereka belum bisa memberikan nama pada ubur-ubur hydromedusae ini.

Selain ubur-ubur yang belum diketahui ini, para ilmuwan juga menemukan Hexanchidae (sejenis hiu) dan speies ikan langka lainnya di wilayah tersebut termasuk karang dan makhluk lainnya.

Saat ini, para ahli sedang mengumpulkan data perairan laut dalam dari Marianas Trench Marine National Monument, disingkat MTMNM), wilayah ini diperkirkan sekitar 95,216 mil persegi.

Sebagian sumber daya mineral dari laut yang terletak di Kepulauan Mariana dan monumen nasional kelautan telah menjadi subyek perdebatan antara negara-negara seperti Tiongkok, Jepang dan Rusia. Perdebatan-perdebatan ini hanya semata-mata mereka ingin memperbesar wilayah negara masing-masing.

Namun, NOAA mengatakan bahwa melakukan kegiatan pertambangan di bagian kerak bumi dapat menyebabkan konsekuensi yang luas untuk ekologi laut. Dasar laut dalam samudra Pasifik adalah salah satu bagian yang paling dieksplorasi dari Bumi. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular