Oleh Zhou Huixin

Pasien kehilangan organ tubuh pada saat menjalani pembedahan memang acap kali terjadi di Tiongkok, dan sebagian besar kasusnya tidak terungkap. Baru-baru ini, media Tiongkok sedang  mengekspos kejadian serupa yang menimpa diri seorang pria warga Anhui bernama Liu Yongwei.

Liu kehilangan buah ginjal kanan setelah menjalani pembedahan dinding dada (torakotomi) di sebuah rumah sakit kelas tripel A di kota Xuzhou, Anhui. Tetapi, “Ginjal kanan Anda itu menyusut sampai tak terlihat” itulah kesimpulan dari rumah sakit yang dapat ia peroleh dalam 6 bulan perburuan fakta. 5 Mei lalu, rumah sakit tersebut mengeluarkan pernyataan menyebutkan bahwa media telah memberikan laporan yang dapat menyesatkan karena tidak menjelaskan alasan hilangnya ginjal kanan pasien Liu.

Pasien masih ingat dengan proses hilangnya buah ginjal sebelah kanan

Media ‘Xin’an Evening News” pada 30 April memberitakan, Liu Yongwei langsung dilarikan ke RS. Xuzhou untuk pertolongan darurat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tahun lalu. Di rumah sakit itu ia menjalani pembedahan dinding dada (torakotomi), tetapi buah ginjal sebelah kanannya hilang setelah pembedahan itu.

Liu Yongwei menceritakan bahwa kecelakaan lalu lintas itu dialami pada 12 Juni 2015 saat ia sedang mengendarai sebuah traktor. Karena luka yang cukup serius, ia harus diopname di sebuah rumah sakit wilayah utara propinsi Anhui. Selama 8 hari ia dirawat di sana.

Media kemudian berhasil memperoleh data diagnosa medis resmi pasien Liu Yongwei dari rumah sakit itu. Isinya bahwa dada kanan terdapat gejalah traumatic diaphragmatic hernia, beberapa tulang rusuk dada kanan patah, paru-paru sebelah kanan memar, terdapat efusi pleura dalam rongga paru-paru, organ lever dan buah ginjal kanan terlihat memar, terjadi dislokasi tulang pada torakolumbalis spine, dan temuan tulang yang retak.

Pada 19 Juni 2015, Liu Yongwei dipindahkan ke rumah sakit yang merupakan afiliasi dari Universitas Ilmu Kedokteran Xuzhou dan menjalani pembedahan dinding dada di sana. Dalam buku rincian proses pembedahan rumah sakit itu tercatat bahwa pembedahan berlangsung dari jam 10 siang sampai jam 5 sore. Satu per satu organ dalam rongga dada Liu  dilokasikan kembali. Catatan bedah itu malahan secara khusus menyebutkan, “Organ lever dan ginjal ditempatkan kembali ke dalam rongga perut dan melakukan perbaikan terhadap beberapa lapisan diafragma yang mengalami kerusakan.”

Rumah sakit itu melakukan pembedahan kedua pada 1 Juli 2015, katanya bertujuan untuk debridement (menghilangkan jaringan mati dan membersihkan luka di rongga dada dari kotoran).

Pada 6 Juli 2015, Liu merasa kondisi kesehatannya sudah lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun dari luka masih mengeluarkan sedikit nanah. Pihak rumah sakit memberi rekomendasi kepada Liu agar ia melanjutkan perawatan  ke rumah sakit milik Pemda di Shandong.

Pada 18 Agustus 2015, Liu keluar dari rumah sakit Xuzhou dan langsung berangkat ke rumah sakit yang direkomendasikan itu.

Periksaan dengan CT scan kembali dijalani Liu di rumah sakit milik Pemda Shandong pada 19 Agustus 2015 pukul 14:12. Dari pemeriksaan itu ditemukan kateter toraks masih berada di rongga dada kanan dengan beberapa infeksi pada jaringan di sekitarnya. Tetapi yang aneh adalah ginjal kanan sudah hampir tidak terdeteksi oleh alat scan.

Liu Yongwei kemudian berinisiatif untuk memeriksakan ‘kehilangan ginjal kanan’ tersebut ke Rumah Sakit Umum Komando Militer Nanjing (rumah sakit kelas AAA), dan memperoleh kesimpulan yang sama yakni “Buah ginjal sebelah kanan tidak terdeteksi.”

“Karena penasaran akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit Xuzhou dan melakukan CT scan di sana. Ketika hasilnya saya tunjukkan kepada Dr. Hu Bo, ia pun dengan tegas menyatakan bahwa ginjal sebelah kanan benar tidak terdeteksi keberadaannya,” kata Liu Yongwei.

Liu saat itu langsung menanyakannya.

“Saat itu juga saya langsung bertanya kepadanya, bagaimana ginjal saya bisa hilang setelah Dr Hu sendiri yang menangani pembedahan dada saya? Begitu mendengar pertanyaan itu, ia langsung beranjak meninggalkan saya,” kata Liu.

Setelah itu, muncul keinginan kuat Liu Yongwei untuk mencari fakta atas hilangnya ginjal sebelah kanan. Namun selama 6 bulan itu, ia harus ‘ditendang’ ke sana ke mari oleh instansi yang ia datangi. Pertama ia menemui petugas yang berwenang di kantor rumah sakit Xuzhou, tetapi ia diminta untuk pergi ke kantor Pengadilan Rakyat kota Qianshan, Xuzhou. Di sana, orang pengadilan menyuruhnya untuk melaporkan kejadian di kantor polisi setempat agar bisa ditangani. Tetapi  kantor polisi menghendaki untuk membahas masalah tersebut dengan kantor pusat mediasi antara pasien dengan dokter RS. Xuzhou, bila terjadi sengketa baru melapor ke kantor polisi.

“Setelah masalah saya sudah dipahami petugas kantor pusat mediasi, mereka hanya memberitahu saya,  Dr. Hu ada mengaku bahwa ginjal kanan memang dikeluarkan dari rongganya, tetapi langsung dikembalikan setelah memastikan bahwa ginjal itu masih bisa berfungsi normal. Soal  kemudian hilang, ia tidak tahu menahu,” kata Liu Yongwei.

Du Hu Bo: Ginjal itu mungkin menyusut hingga tak terlihat

Pada 21 April 2016, Liu mendatangi kantor polisi di wilayah rumah sakit Xuzhou dengan ditemani oleh seorang wartawan media. Mereka ke sana untuk menanyakan ihwal penanganan kasus kehilangan ginjal Liu yang sudah dilaporkan beberapa waktu sebelumnya. Namun, petugas  meminta mereka untuk menanyakan RS. Xizhou sudah sejauh mana proses penyelesaiannya, kalau terjadi konflik baru datang lagi untuk melapor dan kepolisian akan mengirim anggota untuk membantu mencarikan jalan keluar. Namun anggota polisi tidak juga muncul meskipun Liu sudah melaporkan perkembangannya.

Akhirnya seorang penanggung jawab dari rumah sakit bersedia menemui Liu dan wartawan, dalam penjelasannya ia mengatakan, “Dr. Hu Bo mengaku ada mengeluarkan ginjal kanan Anda untuk diperiksa, dan langsung dikembalikan setelah memastikan bahwa organ itu masih dapat dipertahankan.”

Tetapi mengenai bagaimana buah ginjal itu kemudian bisa hilang, penanggung jawab rumah sakit ini menjawab, “Sudah kita tanyakan kepada Dr. Hu Bo, ia menebak bahwa hal itu bisa saja terjadi karena penempatannya dalam rongga yang kurang tepat sehingga ginjal itu menyusut sampai tak terpantau oleh monitor scanning.”

Wartawan yang menemani lalu bertanya, ”Setelah keluar dari rumah sakit, Li Yongwei langsung pergi ke rumah sakit di Shandong yang direkomendasikan oleh dokter di sini. Bagaimana mungkin ginjal itu menyusut sampai hilang hanya dalam sehari?”

“Pertanyaan apakah ginjal bisa ‘lenyap’ seketika juga sudah saya tanyakan kepada Dr. Hu Bo, Namun ia pun tidak mampu menjawabnya,” kata penanggung jawab tersebut.

Ia hanya bisa menganjurkan agar kasus hilangnya ginjal yang masih menjadi ‘misteri’ ini bisa dilaporkan ke kantor polisi terdekat untuk diusut.

Liu pada 21  April mengirim surat pengaduan kepada Direktur Kantor Pusat Mediasi Rumah Sakit Xuzhou, Zhang Shuhuai yang kemudian diberitahu bahwa surat balasannya akan dikirimkan pada 24 April, namun hingga awal Mei ini, surat itu pun belum juga diterima.

Wartawan media pada 4 Mei melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Zhang Shuhuai yang menjelaskan,  “Kami langsung melakukan penyidikan melalui sejumlah catatan medis saat pembedahan itu dan menemukan bahwa memang benar Dr. Hu Bo ada mengeluarkan ginjal kanan Liu Yongwei untuk diperiksa dari bagian luar, setelah itu langsung dikembalikan dalam  rongganya setelah dipastikan bahwa ginjal itu tak terlalu bermasalah. Kita juga sudah menanyakan langsung kepada Dr. Hu tentang masalah hilangnya ginjal itu yang tidak bisa ia jawab kecuali menyampaikan dugaan berupa mungkin saja lenyap akibat terjadi penyusutan.”

Ketika Wartawan bertanya apakah ginjal akan lenyap tak berbekas karena proses penyusutan, Zhang Shuhuai mengatakan bahwa pertanyaan itu hanya bisa dijawab setelah pihak berwenang melakukan  penyidikan medis terhadap hal itu, entah kapan baru akan terjawab.

Masalah ginjal menyusut lenyap sampai tak berbekas, Kepala Urulogi Rumah Sakit Afiliasi Kedua dari Universitas Kedokteran Anhui, Yu Dexin menjelaskan bahwa meskipun buah ginjal bisa mengalami penyusutan, tetapi pada umumnya masih dapat diamati melalui CT scan. Aneh kalau sampai lenyap sama sekali. “Selama ini ia belum pernah mendengar kejadian seperti itu,” katanya.

Tanggapan rumah sakit bersangkutan: Laporan media tidak sesuai kenyataan

Pada 5 Mei, RS. Xizhou mengeluarkan surat pernyataan yang berisikan kekecewaan terhadap pihak media yang tidak melakukan pelaporan sesuai dengan kenyataan. 2 hasil CT scan pada 21 (sehari setelah pembedahan) dan 25 Juni 2015 (hari kelima setelah pembedahan) juga dilampirkan dalam surat pernyataan untuk membuktikan bahwa ginjal sebelah kanan Liu masih ada di tempatnya setelah usai pembedahan.

Media China Youth Daily mengutip penanggung jawab RS. Xizhou memberitakan bahwa pada 5 Mei itu, Kepala Radiologi RS. Xizhou, Dr. Xi Kai melalui pengamatan saksama terhadap hasil CT scan Liu menemukan ginjal yang sudah menyusut itu masih berada di suatu sudut dalam rongga perut Liu Yongwei dengan beberapa pembuluh darah yang sudah mengalami kalsifikasi. Ini berarti bahwa kejadian yang dialami Liu bisa dikatakan sesuai dengan apa yang dilaporkan dokter tentang terjadinya penyusutan ginjal akibat cedera.

Penanggung jawab RS. Xizhou tersebut menjelaskan bahwa pasien diopnam selama 8 hari karena  traumatic diaphragmatic hernia, infeksi pleura dan pembengkakan pada ginjal kanan. Dalam pembedahan darurat yang dilakukan hari itu ditemukan adanya penggeseran organ ginjal kanan, lever, usus dari tempatnya ke rongga dada, sehingga terjadi infeksi cukup serius. Demi keselamatan pasien, ahli urologi didatangkan ke ruang bedah untuk memastikan kondisi ginjal kanan itu apakah perlu ditindak lanjuti. Setelah ahli urologi itu menyatakan ginjal itu masih dapat dipertahankan, maka buah ginjal itu dikembalikan ke dalam rongganya. Jadi dapat disimpulkan bahwa ginjal itu tidak diapa-apakan. Bahkan 2 kali CT scan juga membuktikan keberadaannya.

Karena masih cukup sering terdengar kasus rumah sakit menjual organ tubuh pasien untuk meraup keuntungan materi, maka dengan terungkapnya masalah yang terjadi pada diri Liu Yongwei, banyak netizen menganggap penjualan organ kembali terjadi. Apalagi jumlah permintaan ginjal untuk transplantasi di Tiongkok memang masih banyak.

Namun demikian, masih ada sejumlah netizen yang masih ragu terhadap penjelasan yang diberikan pihak rumah sakit. Mereka masih saja beruneg-uneg, “Apakah ginjal dapat menyusut dalam waktu singkat sampai tak terdeteksi CT svanner?” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular