JAKARTA – Keamanan pangan yang terbentuk dalam skala nasional merupakan langkah yang dilakukan tak hanya diselesaikan dalam jangka pendek. Walaupun pangan yang aman dan bermutu merupakan salah satu kebutuhan esensial yang berpengaruh besar bagi kesehatan manusia. Diperlukan langkah dalam jangka panjang untuk membentuk kepedulian keamanan pangan nasional.

“Memang jangka panjang mengubah budaya keamanan pangan, jadi ini investasi keamanan pangan masa depan kita,” kata Kepala Badan POM, Roy Sparingga, dalam acara Kick Off Bulan Keamanan Pangan di Gedung BPOM, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Menurut Roy,  budaya keamanan pangan yang terwujud dalam masyarakat memang masih jauh dari harapan seperti prilaku bersih, sehat dan panganan sehat. Oleh karena itu, lanjutnya,  dibutuh rule model untuk membentuk penanaman dan kepedulian yang serius di tengah masyarakat Indonesia.

Pembentukan keamanan pangan, lanjutnya,  terutama dilakukan pada sekolah-sekolah,  pasar, ritel serta tingkat rumah tangga. Menurut Roy, pembentukan pada  tingkat ritel merupakan langkah penting. Namun demikian, edukasi lebih jauh kepada kaum ibu justru lebih memainkan peranan utama terutama kepada ibu rumah tangga.

“Jadi kami senang sekali bisa tingkatkan partisipasi masyarakat melalui ibu-ibu dan bisa mengubah masa depan kita,” ujarnya.

Data World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 200 jenis penyakit dapat timbul akibat mengonsumsi pangan yang tidak sehat. Salah satu penyakit akibat pangan adalah diabetes, yaitu suatu kondisi ketidakmampuan tubuh memetabolisme glukosa (gula) yang diasup oleh tubuh, sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Masih tingginya angka prevalensi pengidap diabetes di dunia menjadi latar belakang diusungnya tema “Beat Diabetes” pada peringatan Hari Kesehatan Dunia 2016 (World Health Day 2016) yang jatuh pada 7 April 2016.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Badan POM berpartisipasi aktif menyelenggarakan kegiatan Bulan Keamanan Pangan Nasional dengan mengangkat tema “Pangan Aman Investasi Masa Depan”.

Kegiatan yang berlangsung sejak bulan April hingga Mei 2016 ini bertujuan meningkatkan budaya keamanan pangan di kalangan masyarakat, sehingga setiap individu diharapkan dapat secara mandiri memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi selalu aman.

Rangkaian acara di Bulan Keamanan Pangan Nasional diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan POM dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan joint-center berupa Pusat Kajian Kebijakan Keamanan Pangan (PK3P).

Tujuan dikembangkannya joint-center tersebut adalah meningkatkan kesehatan masyarakat serta daya saing produk pangan Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan workshop, kuliah umum, pelatihan. Sebagai puncak acara Kick Off Bulan Keamanan Pangan dengan diadakan acara Jejaring Promosi Keamanan Pangan. (asr)

Share

Video Popular