Erabaru.net. Sebuah kelompok riset tentang UFO mengklaim bahwa dari Google Earth yang diamati, mereka melihat sebuah objek di bawah laut pantai di sekitar pulau tak berpenghuni bernama “Starbuck Island” di pusat Samudra Pasifik.  Bentuknya sangat mirip dengan pesawat ruang angkasa “Millennium Falcon” dalam film “Star Wars”.

Bentuknya mirip dengan pesawat ruang angkasa

Selain itu, di atas permukaan pulau itu terdapat sebidang jejak yang panjang-panjang yang terhubung dengan objek misterius tersebut. Sehingga, peneliti UFO menyimpulkan, bahwa itu adalah pesawat alien yang jatuh di pulau tersebut, kemudian menerjang ke laut setelah meninggalkan bekasnya di permukaan.

Objek itu hampir mendekati elips bentuknya. Jika menggunakan alat pengukur jarak di Google Maps, bisa diketahui sumbu panjang dari objek tersebut sekitar 36 meter, dan sumbu pendek sekitar 27 meter. Sementara panjang jejak yang terhubung antara objek tersebut dengan permukaan di pulau itu adalah sekitar 1600 meter.

Keterangan gambar:Lokasi Starbuck Island. Jika diperbesar sebagian, akan terlihat objek tersebut hampir elips bentuknya. (Video screenshot)
Keterangan gambar:Lokasi Starbuck Island. Jika diperbesar sebagian, akan terlihat objek tersebut hampir elips bentuknya. (Video screenshot)

Starbuck Island merupakan sebuah atol tak berpenghuni di Republik Karibati (sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik), panjangnya sekitar 8.9 km, lebar 3,5 km, dengan area seluas 16,2 kilometer persegi, dan ketinggian rata-rata sekitar 5 meter dari atas permukaan laut.

 Keterangan gambar: Pesawat ruang angkasa “Millennium Falcon” dalam film fiksi ilmiah “Star Wars.” (Wikipedia)

Keterangan gambar: Pesawat ruang angkasa “Millennium Falcon” dalam film fiksi ilmiah “Star Wars.” (Wikipedia)

Laporan tersebut menyebutkan, bahwa tim peneliti UFO yang menganalisis video yang dinamakan “Third Phase of the Moon” kerap merilis video analisis terkait fenomena UFO. Tim peneliti UFO tersebut mengatakan,  bahwa pembaca yang tertarik dengan fenomena UFO dapat memeriksa dan menilai sendiri di Google Earth atau Google Maps-nya masing-masing dengan koordinat “-5.634583, -155.933733”.

Selain itu, penelusuran dengan kata kunci “Starbuck Island” juga dapat menemukan gambar berupa objek ganjil yang misterius ini di Google Maps.

Mungkin bekas pertambangan Fosfat abad ke-19

Sejauh ini, tayangan video terkait di atas telah dikunjungi hampir 129,000 netizen. Sejumlah besar netizen  sependapat dengan analisis “Third Phase of the Moon,” namun, banyak juga orang yang tidak percaya bahwa objek itu adalah UFO.

Dalam komentarnya, pembaca “N3ILSP3X” dan “Dwight Schrute” mengatakan, objek itu adalah Guano Camp  akhir abad ke-19 yang ditinggalkan orang-orang ketika sedang beraktivitas di atas pulau tersebut, selain itu juga terdapat sejumlah bangkai kapal di sekitar pulau itu.

 Keterangan gambar: Foto Starbuck Island di Google Maps dan bekas pertambangan Fosfat di atas pulau. (Wikipedia)

Keterangan gambar: Foto Starbuck Island di Google Maps dan bekas pertambangan Fosfat di atas pulau. (Wikipedia)

Sementara itu, menurut salah satu pembaca “Seth Andrews,”  pulau itu pernah dihuni manusia, tapi sekitar 150 tahun lamanya telah ditinggalkan, sedangkan objek yang sekilas tampak seperti bekas reruntuhan itu adalah Guano Camp yang digunakan untuk membuat senjata dan amunisi.

Menurut catatan Wikipedia, Starbuck Island sebelumnya merupakan alam kepulauan, dengan suhu yang sangat panas, dan pancaran sinar matahari yang menusuk/ menyilaukan mata. Antara kurun tahun 1870 ~ 1893, pulau tersebut digunakan Inggris untuk tambang bijih fosfat. Karena keadaan medan terumbu karang yang kompleks di sekeliling pulau tersebut menyebabkan banyak kapal yang karam, dan ketinggian rata-rata pulau tersebut hanya sekitar 5 meter dari atas permukaan laut yang sangat berbahaya bagi penghuninya, sehingga pulau itu dengan cepat ditinggalkan. Hingga pada 2014 lalu, pulau tersebut ditetapkan oleh Republik Karibati, sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik itu sebagai area larangan penangkapan ikan atau daerah tertutup. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular