Oleh : Zhang Bing Kai

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa dari gabungan planet di luar tata surya yang ditemukan baru-baru ini dan metode perhitungan matematis untuk memperkirakan kehidupan makhluk cerdas berperadaban tinggi di luar Bumi yang dijabarkan dengan rumus Drake equation / persamaan Drake, disimpulkan bahwa kemungkinan tidak adanya makhluk cerdas di luar Bumi itu nyaris nol.

Melansir laman “The Christian Science Monitor,” bahwa dari hasil tinjauan para astronom terkait rumus Persamaan Drake setengah abad lalu, mereka menemukan bahwa kemungkinan hanya ada peradaban manusia di jagad raya ini kurang dari 1/10 miliar triliun atau 0,0000000000000000000001,  dengan kata lain bahwa kemungkinan itu nyaris nol.

Laporan terkait mengutip pernyataan peneliti Adam Frank, astrofisikawan dari University of Rochester, Amerika Serikat.

“Bagi saya, hasil dari perhitungan rumus tersebut menyiratkan bahwa kehidupan extra-terrestial dari kecerdasan lain, yakni species yang mampu menghasilkan teknologi tinggi itu besar kemungkinan telah eksis lebih dulu daripada manusia,” kata Frank.

Drake Equation atau Persamaan Drake juga dikenal sebagai Persamaan Sagan atau Persamaan Green Bank, yaitu persamaan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah peradaban ekstraterestrial di galaksi Bima Sakti yang dicetuskan oleh Astronom dan astrofisikawan Frank Donald Drake pada 1960 lalu

Drake Equation (Persamaan Drake)  (Sumber: Wikipedia)
Drake Equation (Persamaan Drake) (Sumber: Wikipedia)

Berikut dibawah ini adalah rincian dari Persamaan Drake  :
N = Jumlah peradaban di dalam galaksi yang mungkin melakukan kontak dengan kita.
R* = Tingkat atau kecepatan rata-rata pembentukan bintang di dalam galaksi.
fp = Kemungkinan adanya planet pada pecahan bintang-bintang tersebut
ne = Jumlah rata-rata planet yang dapat mendukung kehidupan
fl = Kemungkinan planet yang bisa mengembangkan kehidupan.
fi = Kemungkinan planet yang bisa mengembangkan kehidupan cerdas
fc = Kemungkinan peradaban cerdas yang mampu melakukan kontak atau komunikasi dari luar angkasa.
L = Perkiraan usia hidup dari peradaban cerdas

Laporan terkait mengatakan, Frank telah memperbarui materi dari Persamaan Drake itu secara sederhana, karena ketika itu para astronom masih belum paham betul akan planet yang kemungkinan memiliki jumlah galaksi yang mengandung kehidupan, dan masa dari peradaban apa pun yang mampu eksis dan lain sebagainya.

Seiring dengan eksplorasi dan pengamatan dari teleskop Kepler NASA dan instrumen astronomi lainnya, para astronom telah mengetahui kondisi yang konkret terkait planet di luar tata surya, sehingga dapat memperkirakan seberapa besar kemungkinan planet yang memiliki kehidupan. Saat ini, para astronom berpendapat bahwa ada 1/5 bintang memiliki planetnya di zona yang kemungkinan laik huni. Namun, astronom belum tahu secara pasti apakah planet itu bisa menampung kehidupan yang berperadaban tinggi.

Karena itu, Frank menggunakan metode sebaliknya, untuk membuktikan bahwa bumi bukan satu-satunya planet yang memiliki peradaban. Frank menghitung dengan rumusnya, bahwa kemungkinan bumi adalah satu-atunya planet yang berperadaban itu adalah 1/10 miliar triliun di segenap alam semesta, atau kemungkinannya adalah 1/60 miliar di galaksi kita.

Kemungkinan dari 1/10 miliar triliun itu menyiratkan bahwa manusia bukan satu-satunya kehidupan cerdas di alam semesta, namun karena saking maha luasnya ruang jagad raya ini dan waktu eksisnya peradaban mungkin juga jauh lebih singkat, sehingga hampir mustahil berinteraksi dan berkomunikasi antar perabadan yang tidak sama di alam semesta. (Secretchina/ joni/ rmat)

Share

Video Popular