Erabaru.net. Rata-rata orang akan berbohong sekitar 11 kali dalam sehari, dan akan tergelincir dalam setidaknya dua ketidakjujuran dalam 10 menit percakapan, menurut peneliti perilaku berbohong, Robert Feldman.

Penelitian baru menunjukkan bahwa kecurangan tidak sekedar bisa mengorbankan reputasi baik seseorang, pada kenyataannya mungkin memainkan peran penting dalam kesehatan manusia.

Disamping itu, hanya dengan belajar untuk mengatakan yang sebenarnya, mungkin dapat menurunkan risiko sakit teng¬gorokan, pilek, dan sakit kepala.

Sebagian besar dokter yang disurvei tidak setuju bahwa mereka harus “sepenuhnya menginformasikan kepada pasien tentang risiko dan manfaat dari intervensi” serta “tidak pernah mengungkapkan informasi rahasia kepada orang yang tidak berwenang”, secara keseluruhan terdapat temuan yang meragukan kepercayaan dari hubungan dokter-pasien. Seperti yang dinyatakan peneliti:

“Temuan kami meningkatkan kekhawatiran bahwa beberapa pasien mungkin tidak menerima informasi yang lengkap dan akurat dari dokter mereka, dan keraguan tentang apakah perawatan pasien-terpusat mungkin tanpa dukungan yang luas dari dokter akan prinsip-prinsip komunikasi inti keterbukaan dan kejujuran dengan pasien”.

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 persen dokter telah berbohong kepada pasiennya, terkadang melebih-lebihkan hasil kesehatan (atau sugarcoating prognosis), atau menyembunyikan hasil yang sedikit tidak normal dari pasiennya.

Bahkan jika berniat baik, pelayanan kesehatan bukanlah tempat di mana orang menginginkan kebohongan dan setengah-kebenaran. Bahkan, kebanyakan orang lebih suka mendengar kebenaran di hampir setiap situasi… Belum lagi, informasi sebenarnya merupakan bagian penting untuk mengambil keputusan pada kesehatan Anda … TIME melaporkan:

“..penelitian lain secara konsisten menunjukkan bahwa pasien lebih memilih kebenaran, dan lebih suka mendengar berita buruk daripada tetap bodoh tentang kondisi medis yang mengerikan. Sepenuhnya informasi adalah cara bahwa pasien dapat mengatasi dan mempersiapkan apa pun yang mungkin terjadi”.

Hal kecil dapat menimbulkan ketidakjujuran

Anda mungkin akan terkejut, namun ada penelitian menarik yang mendukung bahwa sekitar 98% dari kita berbohong karena dapat merasionalisasikannya sebagai bukan hal yang signifikan. Dalam tes mahasiswa yang dipercayakan untuk mencatat skor tes mereka sendiri, para peneliti menemukan para siswa lebih mungkin untuk berbohong tentang nilai mereka jika uang hadiahnya hanya sebesar 50 sen, dibandingkan 10 dollar As.

Hal ini terjadi karena ketika orang ingin memaksimalkan hadiahnya sendiri, mereka juga ingin merasa seperti orang yang baik. Berbohong dan hanya mendapatkan 50 sen atau 1 dollar tampaknya hanya seperti “kebohongan putih” yang sepele, sedangkan melakukannya untuk jumlah yang lebih besar, seperti 10 dollar atau lebih, tampaknya cenderung lebih tidak jujur.

Penulis studi Dan Ariely menulis:

“Kita cenderung berpikir bahwa orang itu jujur atau tidak jujur … Tapi tidak meli¬hat pada bagaimana ketidakjujuran itu bekerja.

Selama dekade terakhir, rekan-rekan dan saya telah mengamati dari dekat mengapa orang berbohong, menggunakan berbagai eksperimen dan melihat persenjataan lengkap dari serangkaian data yang unik, mulai dari klaim asuransi hingga sejarah kerja lalu catatan pengobatan dokter dan dokter gigi.

Apa yang kami temukan, singkatnya: Semua orang memiliki kapasitas untuk menjadi tidak jujur, dan hampir semua orang berbohong, meski hanya sedikit.

Kecuali beberapa outlier di bagian atas dan bawah, perilaku hampir semua orang didorong oleh dua motivasi yang berlawanan.

Di satu sisi, kita ingin mendapatkan keuntungan dari kecurangan dan mendapatkan banyak uang dan kemuliaan; di sisi lain, kita ingin melihat diri kita sebagai orang yang jujur, terhormat.

Sayangnya, itu adalah jenis kecurangan massal skala kecil, bukan kasus besar, yang paling merusak masyarakat. “

Lindungi kesehatan dengan menjadi jujur

Kejujuran benar-benar adalah kebijakan terbaik, dan Anda bisa mengambil tantangan lima minggu ketulusan untuk melihat apakah itu dapat membuat perbedaan dalam kesehatan dan kesejahteraan.

Jika Anda menemukan berbohong sudah menjadi kebiasaan, Anda dapat mematahkannya dengan mencanangkan kode moral baru Anda, yakni: kejujuran adalah kebijakan terbaik.

Dalam studi mahasiswa yang disebutkan di atas, persepsi sebuah kode moral adalah apa yang menghentikan orang dari kecurangan.

Ketika peneliti mengingatkan para siswa akan kode moral sehubungan dengan tes, misalnya mengingatkan siswa pada kode moral sekolah sebelum pengujian, tidak ada kecurangan terjadi.

Hal yang sama terjadi ketika peserta diminta untuk bersumpah di atas Alkitab – tidak ada kecurangan terjadi (bahkan di antara ateis menyatakan diri dalam kelompok tersebut).

Anita Kelly, yang penelitiannya mengungkapkan ketulusan memiliki manfaat kesehatan yang nyata, merekomendasikan melakukan hal yang mudah pada awalnya. Anda pasti akan mengalami keselip lidah, tapi ketika itu terjadi koreksilah apa yang Anda katakan.

Seperti yang dikatakannya, “Tulus adalah suatu proses dan Anda akan sampai di sana dengan praktek.” Ketika Anda melakukannya, mungkin akan mendapatkan manfaat yang mendalam. Dia melanjutkan:

“Menjadi tulus membawa Anda lebih dekat kepada orang-orang yang layak Anda ketahui, mengusir penentang, dan memungkinkan Anda untuk memiliki harapan tertentu tentang dunia.

Sejauh yang Anda alami ini, saya yakin Anda juga akan memiliki manfaat kesehatan yang mendalam.” (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular