Erabaru.net. Jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang paling sederhana dan ekonomis. Penelitian terbaru di Jepang menemukan bahwa berjalan kaki dengan kombinasi gerakan intens-menegah (jalan cepat), dapat membantu menjaga kesehatan, mengurangi risiko kanker payudara, penyakit jantung dan diabetes, selain itu juga dapat memperpanjang usia hidup. Kalau begitu, berapa langkah jalan kaki sehari baru efektif ?

Dari hasil tindak lanjut yang berlangsung selama 15 tahun terkait volume olahraga-gerakan fisik dan hubungannya dengan angka kejadian 20 jenis penyakit, ditemukan bahwa berjalan kaki setiap hari dengan kombinasi gerakan intens-menengah, dapat meningkatkan sirkulasi darah seluruh tubuh, mengaktifkan sel NK (sel pembunuh alami) dan sel saraf hipokampus, yang bisa secara efektif memperbaiki gejala depresi, demensia, hipertensi dan sejenisnya, demikian penelitian di Tokyoto Medical Care Center Hospital, Jepang.

Jalan kaki dapat mencegah penyakit berikut :

Depresi : Berjalan 4.000 langkah, sekitar 5 menit lebih.

Demensia : Berjalan 5.000 langkah, sekitar 7,5 menit. Meningkatkan volume aliran darah ke otak, mengaktifkan sel saraf hippocampus.

Penyakit jantung, stroke : Berjalan 5.000 langkah, sekitar 7,5 menit.

Kanker paru-paru, kanker kolorektal, kanker payudara, kanker endometrium : Berjalan 7000 langkah, sekitar 15 menit. dapat mendorong aktivitas sel pembunuh alami (sel NK), menyerang / membasmi sel kanker yang telah terbentuk, sehingga dapat mencegah penyebaran kanker.

Osteoporosis, arteriosclerosis : Berjalan 7000 langkah, atau sekitar 15 menit.

Diabetes, hipertensi, hiperlipidemia : Berjalan 8.000 langkah, atau sekitar 20 menit. Dapat mengalirkan darah ke kapiler (pembuluh darah terkecil di tubuh), mendorong proses sirkulasi darah ke segenap tubuh, memperbaiki gejala tekanan darah.

Data penelitian dari “Nurses ‘Health Study” Amerika Serikat, menyebutkan bahwa jalan cepat memiliki efek pencegahan dan perbaikan terhadap sejumlah besar penyakit. Jalan cepat lebih dari 7 jam setiap minggu dapat menurunkan 20% prevalensi kanker payudara ;

Jalan cepat selama satu jam setiap hari, prevalensi diabetes tipe 2 dapat menurun sekitar 50%. Sementara itu, penelitian dari “The New England Journal of Medicine” juga menyebutkan, bahwa jalan cepat lebih dari 3 jam setiap minggu dapat menekan 35% – 40% risiko penyakit jantung.

Meskipun hasil penelitian dari Barat dan Timur memiliki perbedaan terkait durasinya, namun pada intinya, jalan cepat memang memberi efek luar biasa terhadap tubuh kita dalam menjauhi penyakit.

Definisi dari jalan cepat itu adalah sedikit lebih cepat dari langkah / kecepatan jalan kaki normal, sedikit berkeringat, dan bisa dialog sambil berjalan. Jalan cepat adalah olahraga/gerakan aerobik, bermanfaat menguatkan kesehatan fisik, dapat memperkuat otot-otot tubuh bagian bawah dan kapasitas kardiopulmonari.

Namun, bagi Anda yang jarang berjalan kaki, dianjurkan menambah targetnya menjadi 2000 langkah setiap hari, dan mencapai 8,000 langkah setiap hari dalam setahun secara intens-menengah (jalan cepat) selama sekitar 20 menit, dan dengan langkah demi langkah secara teratur seperti ini, baru dapat mencapai efek pemeliharaan dan penguatan kesehatan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular