Oleh: Lin Cong Wen

Sebuah laporan penelitian terbaru yang dipublikasikan peneliti Australia di jurnal Environmental Research Letters, Inggris, menunjukan bahwa lima pulau telah menghilang di Kepulauan Solomon yang ada di wilayah Pasifik. Hilangnya lima pulau itu disebabkan naiknya permukaan air laut dan erosi pantai.

Laporan penelitian tersebut mengatakan, bahwa selain lima pulau yang hilang itu, terdapat enam pulau lagi di wilayah tersebut yang terancam mengalami nasib serupa. Akibatnya penduduk yang tinggal di pulau tersebut terpaksa harus pindah ke wilayah pesisir hingga daratan.

Keterangan foto: Lima pulau di Kepulauan Solomon tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.(Daily Mail)
Keterangan foto: Lima pulau di Kepulauan Solomon tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.(Daily Mail)

Dalam laporannya, para peneliti menuturkan, bahwa isu dan dugaan sebelumnya yang menyebutkan tentang pulau-pulau yang akan hilang itu sudah ada beberapa waktu, tapi sekarang studi mereka terkait pulau-pulau tersebut telah memberikan bukti ilmiah pertama, yang mengonfirmasikan bahwa pulau-pulau itu memang benar-benar telah lenyap ditelan laut.

Pulau yang hilang itu memiliki area seluas 1 – 5 hektar, sebuah pulau tropis yang subur dan setidaknya telah 300 tahun sejarahnya. Sekadar catatan, pulau-pulau tersebut rata-rata merupakan pulau karang.

“Ini bukan cuma sebuah pulau pasir biasa,” kata Simon Albert, penulis utama laporan tersebut kepada AFP.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa dampak terjangan gelombang laut berperan penting mengerosi pantai pulau-pulau itu, sementara pulau-pulau lainnya di wilayah Pasifik itu juga terancam lenyap ditelan laut.

Selama 20 tahun terakhir, Kepulauan Solomon telah menjadi wilayah “hot spot” atas naiknya permukaan air laut, tingkat kenaikan permukaan air laut hampir 3 kali dari kecepatan rata-rata global.

Laporan penelitian itu juga mengatakan, bahwa lebih dari setengah luas area pemukiman sebanyak 25 kepala keluarga yang tinggal di pulau Nuatambu itu telah lenyap sejak 2011, dimana sebanyak 11 rumah telah ditelan laut.

Menurut para peneliti, bahwa masalah serupa diperkirakan akan lebih banyak terjadi di wilayah Pasifik pada 2050 kemudian. Dan sejumlah besar negara kepulauan di Pasifik akan mengalami nasib serupa seperti yang dialami Kepulauan Solomon sekarang, yakni lenyap ditelan laut.

Menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut, beberapa pulau di sejumlah besar komunitas, bahkan tempat tinggal selama beberapa generasi disana terpaksa harus pindah lebih jauh ke pedalaman. Sirilo Sutaroti (94), kepala suku Paurata di pulau tersebut baru-baru ini terpaksa meninggalkan desa-nya di Kepulauan Solomon.

“Lautan telah menerjang pulau tempat hunian kami, ia (laut) memaksa kami untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi, dan menjauh dari laut untuk membangun desa kami kembali,” katanya kepada peneliti.

Para peneliti Australia menganalisis secara seksama terhadap pola gelombang laut dan catatan permukaan air laut dari 33 pulau tersebut berdasarkan foto udara dan data satelit yang dikumpulkan sejak 1947 – 2014,  kemudian menggabungkannya dengan catatan historis pemerintah setempat, hingga mendapatkan hasil laporan dari penelitian tersebut. (Epochtimes/ joni/rmat)

Share

Video Popular