Erabaru.net. Di tempat kerja, ketika atasan meminta untuk melakukan laporan atau merancang sebuah proposal, hampir setiap bawahan sesuai waktu yang ditentukan oleh atasannya, untuk menyajikan sebuah karya terbaik, tapi sembilan dari sepuluh kali, mayoritas atasan akan berdalih proposal tidak sempurna dengan segala asalan menyuruh bawahannya merevisi, banyak bawahan yang kompeten walaupun menghadapi masalah ini biasanya hanya berani marah kepada diri sendiri dan tidak berani bersuara.

Dikatakan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger sebelum berpidato, dia menyuruh seorang staff nya untuk menyusun pidatonya. Ketika staf ini menyerahkan laporan pada hari berikutnya, Kissinger akan membacanya dan bertanya: “Apakah Anda pikir ini adalah pidato yang terbaik yang pernah Anda tulis? Bisakah Anda mencoba sekali lagi?”

Bawahannya mengatakan: “Saya pikir ini adalah yang terbaik, tetapi saya bisa mencoba sekali lagi.” Setelah beberapa hari, bawahan ini sekali lagi menyerahkan naskah pidato kepada Kissinger, keesokan hari, Kissinger mencari dia lagi, dan bertanya: “Apakah Anda yakin ini adalah yang terbaik yang pernah Anda tulis?” bawahannya menjawab: “Saya benar-benar berpikir ini adalah yang terbaik, tapi saya bisa mencoba sekali lagi”

Bawahan membawa masuk naskah, kemudian membawa pulang, melakukan perbaikan, dan kembali menyerahkan sambil berkata: “Ini adalah yang terbaik yang pernah saya tulis, “Kissinger mengatakan: …” Jika memang demikian, saya akan membacanya “.

Kissinger dengan pertanyaan ini: “Dapatkah Anda mencoba lagi?” terus menerus untuk menginspirasi anak buahnya untuk menulis naskah yang terbaik.

Terhadap bawahannya, jika sebelumnya mengetahui atasannya suka menolak proposalnya, maka akan berkembang sifat sebelum mengajukan proposal untuk lebih berhati-hati, dan berusaha dengan sikap lebih sempurna melakukan tugasnya.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular