Erabaru.net. Pada musim semi, semua bunga, rumput dan pohon bermekaran dan melepaskan serbuk sari yang memicu terjadinya alergi. Untunglah ada jelatang (urtika dioica) sang penyelamat ajaib untuk mengurangi peradangan.

Perlu diketahui bahwa peradangan tidak menghentikan alergi sinus dan saluran napas musiman. Alergi makanan dan radang saluran cerna adalah masalah besar bagi banyak orang, dan sebagian besar obat yang dijual bebas memperburuk situasi. Dan Jelatang adalah obat yang aman untuk meredakan peradangan, serta mengandung vitamin dan mineral, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Jelatang dan alergi musiman

Jelatang telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat alami untuk alergi musiman, alergi serbuk bunga, asma, dan gatal-gatal. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kapsul yang berisi jelatang kering yang dibekukan sangat efektif mengurangi kadar histamin dalam tubuh, sehingga mengurangi peradangan jaringan yang terkena. Bahkan teh jelatang yang dikonsumsi setiap hari selama musim serbuk sari dan musim alergi akan mengurangi gejala alergi.

Jelatang menghilangkan gejala umum seperti mata gatal, bersin, hidung meler, dan sinus mampet secara efektif dibanding menggunakan obat alergi yang dijual bebas. Jelatang sebenarnya membuat tubuh tidak sensitif terhadap alergen dan mengurangi reaksi tubuh kita terhadap alergen dari waktu ke waktu. Jelatang menghilangkan efek samping obat alergi, seperti mengantuk atau iritasi dan luka (ulkus) pada saluran cerna, yang akan menimbulkan peradangan lainnya yang tidak anda inginkan.

Jelatang mengandung kadar besi, kalsium, kalium, fosfor, belerang, kromium, kobalt, magnesium, silikon, seng, vitamin C, vitamin A, vitamin K, dan klorofil yang tinggi, maka di samping meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi respons alergi, Anda merasa lebih berenergi.

Jelatang dan radang saluran cerna

Radang saluran cerna umum terjadi pada kehidupan modern. Alergi makanan, ketidakseimbangan candida, obat anti-radang yang tidak mengandung steroid (contohnya ibuprofen, aspirin, dll), stres kronis, gula, banyak makan makanan yang diolah, dan racun lingkungan adalah sumber potensial dari radang saluran cerna yang banyak diderita banyak orang.

Obat anti-radang yang tidak mengandung steroid yang dijual bebas untuk meredakan rasa sakit dan bengkak, malah menimbulkan iritasi dan radang saluran cerna, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputuskan. Di sinilah peran manfaat anti-inflamasi jelatang.

Ketika daun dan batang jelatang dicerna, baik dalam bentuk teh, sirup, kapsul, atau sebagai lalapan, kandungan kimiamya mengganggu produksi prostaglandin, sehingga menghasilkan respon anti-inflamasi. Jelatang juga mengganggu sinyal nyeri, membersihkan saluran usus, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan masalah sistem pencernaan.

Jelatang bermanfaat menyembuhkan sindrom bocor usus dan sebagai bahan terapi makanan untuk kasus Sindrom Usus dan Psikologi (GAPS – Gut dan Psikologi Syndrome). Teh jelatang telah dicatat sebagai obat yang berhasil untuk mengobati intoleransi gluten dan penyakit celiac dengan cara mengurangi peradangan gastrointestinal.

Jelatang juga dapat mengobati kolitis ulseratif dan ulkus (luka) di daerah lain dari saluran cerna, karena jelatang menghentikan pendarahan internal dan membangun kembali darah dengan kandungan zat besi yang tinggi dan penyerapan yang dibantu.

Jelatang untuk perawatan hewan piaraan yang menderita alergi

Anjing piaraan juga dapat menderita alergi. Pemilik anjing dapat mengaitkan musim semi dengan mengobati “sindrom anjing gatal” bersamaan dengan keluarnya kotoran mata terus-menerus, infeksi telinga, dan ketidaknyamanan lainnya. Jelatang adalah anti-radang alami untuk anjing dengan menurunkan kadar histamin, mengeluarkan racun dari sistem tubuhnya, dan menurunkan sensivitas tubuh anjing terhadap alergen.

Dengan memberikan suplemen jelatang secara teratur kepada anjing selama musim alergi, terbukti alergi si anjing lenyap. Jelatang kering yang dibekukan dapat diberikan kepada anjing dengan membubuhkan pada makanannya atau melalui suplemen.

Di mana mencari jelatang

Jika Anda tertarik memetik jelatang yang hidup liar, Anda dapat menemukannya tumbuh di tanah lembab di tepi hutan, sungai, daerah berawa, dan padang rumput, atau di halaman belakang rumah Anda. Jelatang adalah salah satu tanaman pertama yang tubuh di musim semi.

Jika Anda memetik jelatang segar atau mengolahnya di dapur, pastikan Anda memakai sarung tangan. Rambut berduri pada kulitnya mengandung asam format yang menyebabkan iritasi pada kulit, yang mengganggu tetapi tidak berbahaya. Memasak, pengeringan, dan penggilingan akan memecah rambut berduri ini sehingga tidak terjadi masalah.

Bagi Anda yang tidak dapat memetik jelatang yang hidup liar, Anda dapat membeli daun jelatang kering dan berbagai suplemen jelatang.

Resep teh jelatang anti radang

  • 3 pucuk daun segar jelatang atau 3 sendok makan daun jelatang kering
  • 1 sendok teh akar marshmallow kering
  • 2 iris jahe segar

Rebus 4 cangkir air, dan tuangkan bahan tersebut di atas ke dalam cangkir air dan tutup cangkir selama 7 menit. Juga bisa menggunakan toples ukuran satu liter dengan penutup.

Resep teh jelatang untuk alergi

  • 3 pucuk daun segar jelatang atau 3 sendok makan daun jelatang kering
  • 1 sendok makan bunga tua kering
  • 1 sendok makan chamomile kering

Rebus 4 cangkir air, dan tuangkan bahan tersebut di atas ke dalam cangkir dan tutup cangkir selama 7 menit.

Catatan:

Jelatang/lateng (urtica dioica) adalah tanaman yang berduri halus pada daun dan batangnya, yang jika terkena kulit akan menyebabkan rasa perih dan panas yang cukup mengganggu, yang hilang hanya dalam beberapa jam. Tanaman pulus juga memiliki duri halus sama seperti jelatang, jika terkena daun pulus efeknya seperti jelatang tetapi lebih hebat seperti sengatan lebah dan terasa sampai tiga hari. Jelatang dan pulus berbeda secara fisik, tetapi sama-sama hidup di hutan hujan tropis yang lembab. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular