Erabaru.net. Suka makanan pedas tidak hanya dapat meningkatkan metabolisme tubuh, tetapi juga bisa membuat hidup lebih lama.

Sebuah studi berskala luas yang dipublikasikan di “British Medical Journal”, menyebutkan bahwa mereka yang gemar makan makanan pedas secara rutin 3 – 7 hari seminggu, dapat menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen dibanding mereka yang hanya satu hari makan makanan dengan cita rasa pedas.

Hal ini dikarenakan rempah-rempah dan bahan-bahan bioaktif mereka (cabai), seperti capsaicin, memiliki fungsi anti-obesitas, antioksidan, anti-kanker, dan anti-hipertensi, yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Namun, para ahli juga mengingatkan, bahwa makan makanan pedas bukan sepenuhnya bermanfaat bagi kesehatan, karena konsumsi pedas yang berlebihan juga dikhawatirkan akan merusak pencernaan, karena itu, perlu memahami dengan benar cara dan jumlah yang ideal dalam mengonsumsi makanan pedas, dengan begitu baru bisa mendapatkan manfaatnya dari sisi kesehatan.

Penelitian di Inggris, Amerika dan Tiongkok, makan makanan pedas dapat menurunkan risiko kematian

Penelitian ini melibatkan berbagai lembaga riset dari Inggris, Amerika dan Tiongkok, mereka melakukan survei terhadap lebih dari 400. 000 peserta berusia 30 – 79 tahun yang menjalani medical check up atau pemeriksaan penyakit secara berkala dan mencatat kondisi kesehatan serta kebiasaan mereka mengonsumsi cabai (makanan bercita rasa pedas), daging merah, sayur mayur maupun kebiasaan makan-minum mereka termasuk minuman keras dan sebagainya.

Dan dari hasil tindak lanjut yang berlangsung selama 7 tahun itu, sekitar 200. 000 peserta terkait meninggal.

Sementara dari hasil analisa, para penelti menemukan, bahwa dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi makanan pedas satu hari dalam sepekan, rasio kematian secara keseluruhan bagi mereka yang konsumsi makanan pedas 3 – 7 hari sepekan itu dapat menurun 14 % ; Walaupun hanya mengonsumsi makanan pedas satu atau dua kali dalam sepekan, rasio kematian juga akan turun sekitar 10 persen

Cabai segar mengandung capsaicin, dari hasil percobaan terhadap hewan ditemukan bahwa ia (capsaicin-red) dapat menurunkan prevalensi penyakit jantung iskemik, hanya saja manfaatnya terhadap tubuh manusia masih perlu diteliti lebih lanjut baru dapat dikonfirmasi.

Namun, cabai memang berefek sebagai antioksidan, meningkatkan metabolisme dan sirkulasi darah, selain itu, bagi mereka yang tinggal di benua empat musim, terutama pada musim dingin, makan makanan pedas dapat meredakan gejala masuk angin dan mengeluarkan keringat, memiliki efek membangkitkan nafsu makan dan menghangtakan badan, kata ahli gizi Li Wanping di klinik Rong Xing, Taipei, Taiwan.

Cabai kaya akan vitamin C, dapat melukai usus dan lambung bila berlebihan

Selain berkhasiat sebagai antioksidan, cabai juga kaya dengan kandungan vitamin C, pernah ada seorang pasien wanita yang merupakan penyuka makanan pedas, meskipun sehari-hari tidak suka makan sayuran, namun, hasil pemeriksaan menunjukan kandungan vitamin C di dalam tubuhnya itu sangat melimpah, dan ini tidak lepas dari kesehariannya yang suka makan keripik pedas sebagai teman lauk pauknya, pungkas Li Wanping menambahkan.

Namun, konsumsi cabai / makanan pedas secara berlebihan dikhawatirkan juga akan berefek sebaliknya. Xiao Dun Ren, kepala klinik di Taiwan menuturkan, kliniknya pernah menangani seorang pasien pria berusia sekitar 50 tahun, pasien ini menjadikan cabai atau makanan pedas sebagai makanan pembakar lemak, makanan mujarab penurun berat badan, ia nikmati 3 kali sehari menunya itu dengan makanan pedas selama dua minggu berturut-turut, dan akibatnya pun fatal saluran pencernaannya rusak, mengeluarkan tinja warna hitam, setelah diperiksa lebih lanjut, didiagnosis sebagai tukak lambung dan duodenum (usus 12 jari).

Menurut keterangan Xiao Dun Ren, makanan pedas yang berlebihan dapat melukai mukosa lambung.

Jika makanan pedas itu meresap ke perut, akan terasa nyeri dan panas serasa terbakar pada usus dan lambung, jika kondisinya demikian, maka sulit diredakan meski minum air sekalipun, dihimbau sebaiknya segera minta bantuan dokter ahli.

Cara cerdas menikmati makanan pedas, tetap sehat dengan aneka citarasa

Ahli gizi Li Wan Ping lebih lanjut mengatakan, jika ada pasien yang menderita tukak lambung, gastroesophageal reflux disease (asam lambung naik kembali ke kerongkongan), wasir, hipertensi, edema (kaki bengkak) pada ibu/wanita hamil, gestational hypertension (tekanan darah yang tiba-tiba menjadi tinggi di masa kehamilan), dihimbau sebaiknya kurangi asupan makanan pedas.

Selain itu, perhatikan juga cara memasak/mengolah makanan, menu masakan dengan citarasa cabai segar dapat meningkatan aroma makanan, sekaligus mengurangi penggunaan bumbu garam.

Adapun mengenai saus sambal/cabai dengan kandungan natrium yang agak tinggi, hot pot (makanan yang ditempatkan dalam satu wadah yang terdiri dari berbagai macam daging dan sayuran dengan api kecil yang terus menyala) berkalori tinggi, sebaiknya cukup dikonsumsi dalam jumlah yang ideal.

Sementara itu, Xiao Dun Ren juga mengingatkan, jangan makan makanan pedas dalam keadaan perut kosong, meskipun makanan pedas itu bermanfaat bagi kesehatan, namun, bagi Anda yang tidak terbiasa dengan makanan pedas tidak perlu juga sengaja untuk mencobanya.

Cara sehat menikmati makanan pedas

1. Jangan makan makanan pedas dalam keadaan perut kosong.

2. Pilih cabai segar jauh lebih menyehatkan, padukan dengan kecap atau sebagai bumbu sayur / masakan dapat menambah citarasa, sekaligus mengurangi penggunaan bumbu garam.

3. Tambahkan cabai, lada hitam pada daging yang hendak diasinkan, hal ini untuk mengurangi penambahan garam.

4. Cabai dicampur dengan bahan-bahan herbal, dapat dibuat sendiri dan menyehatkan, tidak perlu tambahan garam pada hot pot. (makanan yang terdiri dari berbagai macam daging dan sayuran).

5. Tidak ada standar rekomendasi atas jumlah asupan harian makanan pedas, hanya dihimbau makan dalam jumlah yang ideal (tidak berlebihan), baik dikonsumsi selama tidak memicu ketidaknyamanan pada saluran pencernaan (usus & lambung).

6. Makanan hot pot kalorinya tinggi, kurangi minum kuah-nya (sup hot pot), perbanyak makan sayuran. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular