Oleh: Giuliana Manca

Badan ruang angkasa telah menemukan oksigen di atmosfer Mars, yang selama ini belum pernah ditemukan lagi sejak 1970-an.

The Stratosfer Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) telah mendeteksi atom oksigen di mesosfer, atau lapisan atas dari atmosfer Mars.

Terakhir kali atom oksigen ditemukan di atmosfer Mars selama misi Viking dan Mariner pada 1970-an.

SOFIA adalah proyek bersama antara NASA dan Pusat Antariksa Jerman (DLR). Ini adalah sebuah modifikasi dari Boeing 747SP yang membawa teleskop berdiameter 100 inci.

Jadi mengapa harus membutuhkan waktu hampir setengah abad bagi para ilmuwan untuk kembali mendeteksi oksigen di Mars?

“Atom oksigen di atmosfer Mars sangat sulit untuk diukur,” kata Pamela Marcum, seorang ilmuwan proyek Sofi a. “Untuk mengamati panjang gelombang inframerah jauh yang diperlukan untuk mendeteksi atom oksigen, tim peneliti harus berada jauh di atas atmosfer Bumi.”

SOFIA terbang antara 37.000-45.000 kaki, atau maksimal, 13,6 km di atas tanah.

Dengan mayoritas kelembaban pada atmosfer Bumi di bawah ketinggian ini, pesawat dapat menggunakan spectrometer untuk mendeteksi panjang gelombang inframerah jarak jauh.

Terdapat perbedaan mencolok antara atom oksigen dan oksigen di Bumi. Udara yang kita hirup terdiri dari unsur-unsur dua atom oksigen. Namun, atom oksigen sendiri hanya terdiri dari atom tunggal.

Di Mars, atom oksigen memengaruhi bagaimana gas lainnya melarikan diri dari atmosfer planet merah. Oleh karena itu, dapat berdampak pada atmosfer sebuah planet besar.

Sebuah instrumen khusus, German Receiver for Astronomy at Terahertz Frequencies (GREAT) yang terpasang pada SOFIA memungkinkan para ilmuwan untuk membedakan antara oksigen atmosfer Bumi dan oksigen atmosfer Mars. (Epochtimes/Osc/Yant)

Share
Tag: Kategori: ASTRONOMI Headline SAINS

Video Popular