Oleh: Huang Xiao Yu

Bersamaan dengan eksplorasi manusia yang tak terbatas, tidak tertutup kemungkinan akan disertai dengan faktor perlombaan yang tak terbatas juga. Kini, pertambangan asteroid telah menjadi bidang perlombaan yang mulai bangkit menjadi lahan baru dalam eksplorasi di luar angkasa.

Melansir situs teknologi Gizmodo, Sabtu (7/5/2016), baru-baru ini Luksemburg, sebuah negara kecil di Eropa yang berbatasan langsung dengan Belgia, Jerman, dan Prancis, menyatakan, ingin menjadi pemimpin dalam industri pertambangan asteroid di luar angkasa, dan mengumumkan rencana pertamanya dalam proyek pertambangan luar angkasa yakni, membangun platform operasional pertambangan di ruang angkasa.

Pemerintah Luxembourg dan Bank Nasionalnya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pertambangan Deep Space Industries (DSI), sebuah perusahaan baru yang berbasis di California, Amerika Serikat, untuk mengembangkan sebuah pesawat ruang angkasa kecil bernama Prospector-X.

Pesawat ruang angkasa dengan propulsi berbasis air dan sistem navigasi optic.

Dalam sebuah pernyataannya, Daniel Faber, CEO Deep Space Industries, mengatakan bahwa kemitraan antara Luksemburg dan Deep Space Industries, akan menjadi misi penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat digunakan dalam misi pertambangan asteroid di masa depan.

“Kesempatan untuk bermitra dengan Luksemburg memungkinkan sejumlah teknologi kunci dalam operasional di ruang angkasa yang lebih kompleks dengan biaya yang efektif,” jelas Faber.

Tahun depan, Deep Space Industries berencana meluncurkan Prospector-X ke orbit rendah bumi untuk percobaan teknologi pertambangan dan uji coba terkait lainnya.

“Target utama Deep Space adalah membangun sebuah pesawat ruang angkasa raksasa yang dapat menampung ribuan awak pesawat. Oleh karena itu, kita perlu mengumpulkan sumber daya dari asteroid di sana dan menggunakannya,” kata Faber.

Di asteroid dekat Bumi, mengandung banyak logam yang langka di Bumi, seperti misalnya platinum, Ir (iridium) dan Pd (paladium). Logam-logam ini dapat memberi keuntungan pasar yang besar jika dibawa ke Bumi.

Sebenarnya, para pemain inti dalam industri pertambangan asteroid telah mulai bersaing satu sama lain. Misalnya perusahaan tambang Planetary Resources, telah menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk merancang dan membuat rangkaian pesawat ruang angkasa, misalnya satelit Arkyd 3 yang telah memasuki orbit Bumi rendah pada tahun 2015 lalu. Dan tujuan dari Deep Space Industries mengembangkan Prospector-X memang untuk bersaing dan satelit Arkyd 3.

Persaingan di ruang angkasa.

Laporan terkait di atas mengatakan, bahwa negeri kecil yang terkenal dengan peternakannya, Luksemburg, total penduduknya tidak lebih dari 500.000 jiwa, namun ia (Luksemburg-red) tidak menganggap dirinya sebagai sebuah negara kecil dalam kompetisi terkait di masa depan. Pada Februari lalu, pemerintah Luksemburg mengumumkan dukungan untuk investasi pertambangan asteroid, tujuannya menjadi pioner pengembangan teknologi dalam bidang ini.

“Kami akan menjadikan industri satelit ruang angkasa sebagai proyek teknologi tinggi, mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang pada sektor industri teknologi luar angkasa dan aktivitas penambangan mineral di asteroid,” kata Étienne Schneider, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Ekonomi Luksemburg.

Tentu saja, Luksemburg bukan satu-satunya negara yang ambisius dalam mengembangkan industri pertambangan di ruang angkasa. Pada 26 November 2015 lalu, Presiden AS Barack Obama menandatangani rancangan undang-undang pertambangan yang kontroversial, yakni US Commercial Space Launch Competitiveness Act, yang menempatkan industri pertambangan asteroid sebagai bidang komersial yang sah bagi perusahaan Amerika. UU itu  membolehkan perusahaan AS menambang dan memiliki sumber daya organik yang dipanen dari bulan, asteroid atau objek antariksa lainnya, mendorong pengembangan komersial dan pemanfaatan sumber daya di luar angkasa. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular