Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Pertandingan bersejarah antara kecerdasan buatan Alpha Go (milik Google) dan Lee Se-dol peringkat dan-kesembilan dari Korea yang diadakan pada Maret 2016, dan ditutup dengan kemenangan Alpha-Go empat dari lima kali pertandingan yang dimainkan. Meskipun per¬tandingan ini menerima banyak perhatian di seluruh dunia, saya menawarkan artikel khusus ini terkait dengan Baduk (nama Korea untuk permainan Go) dan kesehatan mental.

Sebagai pecinta Baduk, atau Go, saya menyaksikan pertandingan tersebut dengan penuh minat.

Mungkin Anda masih ingat tentang insiden yang mengejutkan di mana siswa kelas-12 Dylan Klebold dan temannya, Eric Harris, tanpa pandang bulu menembak mahasiswa dan staf di Columbine High School di Negara Bagian Colorado pada tahun 1999, dan menewaskan 12 siswa dan seorang guru juga sebagai melukai 24 orang lainnya.

Dalam buku Mother’s Reckoning, yang ditulis oleh ibu Dylan, ia menggambarkan kondisi pikirannya pada saat kejadian 17 tahun yang lalu.

“Putra saya menjadi kecanduan komputer ketika ia menjadi siswa SMA dan menampilkan gejala depresi. Namun, saya tidak menyadari hal ini. Putra saya hidup di dunia berbeda dengan yang kita tinggal. Saya tidak menyadari bahwa ia minum alkohol, membeli dan mengumpulkan senjata, serta bermimpi untuk mengakhiri hidupnya di tengah-tengah kesepian yang parah dan rasa putus asa. Seandainya saya tahu dan merasakan tanda-tanda itu pada putra saya, mungkin saya bisa mencegah bencana mengerikan yang terjadi di Columbine,” tulisnya.

Sejak insiden Columbine, insiden berikutnya juga sama-sama memprihatinkan. Insiden terbaru terjadi Februari lalu ketika seorang pria kulit putih berusia 45 tahun menewaskan tujuh orang di Kalamazoo, Michigan, AS.

Menurut laporan yang diterbitkan Journal of Behavior and Law edisi April tahun 2015 oleh tim peneliti gabungan dari tiga universitas, yakni Universitas Harvard, Universitas Duke, dan Universitas Columbia, sekitar 10 persen dari orang Amerika menderita gangguan kejiwaan.

Selain itu, laporan ini menegaskan bahwa jumlah senjata yang dimiliki oleh individu di Amerika Serikat adalah sekitar 310 juta, dan rata-rata jumlah senjata yang dimiliki oleh pemilik pistol yang normal adalah satu, sebagian besar dari mereka menderita gangguan jiwa memiliki lebih dari enam senjata.

Ini menandakan bahwa tingginya probabilitas pembunuhan acak dengan senjata api oleh orang-orang seperti itu. Menurut laporan, meskipun ada seruan di tingkat legislatif lokal dan federal untuk mengontrol senjata secara ketat, tak lama setelah terjadinya insiden tersebut, namun tidak banyak perhatian publik terhadap penyebab tindakan tersebut. Meskipun kontrol senjata ketat itu penting, akan tetapi lebih penting lagi untuk bersikap proaktif dalam mencegah kejahatan tersebut dengan erat memeriksa apa yang menyebabkan tindakan tersebut terjadi.

Tubuh dan pikiran harus sehat

Sebagai masyarakat, kita terlalu fokus pada kesehatan dan materi fisik kemakmuran kita. Kita ingin menjadi lebih berpengaruh, lebih ramping, dan lebih indah dan mendapatkan lebih banyak uang, dan sebagainya, tapi ini adalah kesalahan besar.

Baik tubuh dan pikiran, keduanya harus sehat. Dari perspektif ini, saya sangat terkejut dengan permainan komputer anak-anak saya ketika mereka tumbuh dewasa. Mereka begitu menikmati permainan tanpa pandang bulu menembakkan senjata dalam sekejap mata, seolah-olah berada dalam perang, dengan darah berceceran di seluruh layar komputer.

Seperti yang ditunjukkan oleh ibu Dylan Klebold, anak-anak menikmati permainan pembunuhan di mana tingkat permainan akan naik seiring dengan banyaknya orang yang tewas dalam kekerasan tersebut dan tanpa rasa ampun, ini jauh dari kenyataan hidup kita. Bagaimana anak-anak ini tumbuh, dan jenis kehidupan macam apa yang akan mereka huni di masa depan? Saya merasa bahwa ini harus berubah, dan saya sudah mulai merekomendasikan bahwa anak-anak belajar bermain Go bukan game komputer.

Permainan Go ditandai dengan kesopanan dan pertimbangan terhadap lawan. Istilah “bergerak standar” yang seseorang pelajari ketika mulai belajar Go, mengacu pada gerakan optimal yang menjamin koeksistensi kedua pemain melancarkan serangan dan pertahanan perencanaan, bukan ditujukan hanya untuk memenangkan diri sendiri.

Pemain diajarkan untuk kembali bangkit tanpa menyerah di awal permainan bahkan sekalipun sebagian dari diagram Go dikuasai lawan. Selain itu, pemain juga belajar untuk menumbuhkan disiplin diri. Mereka belajar untuk melihat ke depan bagi pertandingan berikutnya ketika salah satu pemain kalah, dan untuk mendapatkan penguasaan diri daripada menang atas lawan.

Melalui teknik tersebut, pemain akan belajar untuk mengatasi tantangan berikutnya.

Meskipun Lee Sedol berhasil dikalahkan oleh Alpha-Go dengan skor permainan 4-1, orang terharu ketika ia berkata, “Sebagai hasil dari pertandingan ini, saya mampu untuk lebih merenungkan diri dan menumbuhkan tujuan baru dalam hidup saya.”

Go adalah permainan yang memungkinkan pemain untuk mendapatkan disiplin diri dalam peningkatan pemeliharaan kesehatan mental. Pemain mengalami kegembiraan, rasa keberhasilan, dan pencerahan tentang apa itu hidup dalam proses menggerakkan tiap-tiap bidak dengan upaya maksimal, daripada berfokus hanya memenangkan permainan.

Kompetisi Go internasional

Tahun ini, saya akan mengadakan kompetisi tahunan kelima Piala Dunia Baduk Pyunkang. Siapapun yang berada di peringkat amatir lebih tinggi daripada tingkat dan-keenam dalam Go, dapat berpartisipasi. Karena semua pertandingan yang dimainkan melalui internet, maka tidak ada batasan spasial atau temporal di dalam pertandingan.

Meskipun sebagian besar peserta saat ini adalah pemain dari Korea, Tiongkok, dan Jepang, saya berencana untuk menginduksi pemain dari seluruh penjuru dunia untuk berpartisipasi dalam kompetisi tahun depan.

Saya menetapkan hadiah uang total sebesar 30 juta won (26.000 dollar AS) pada kompetisi pertama, yang telah meningkat menjadi 120 juta won (104.000 dollar AS) untuk kompetisi tahun ini. Beberapa orang bingung mengapa seorang dokter Korea mau mengadakan sebuah kompetisi Go internasional.

Saya menggelar kompetisi Go internasional untuk empat alasan berikut.

Yang pertama adalah untuk membantu peningkatan kesehatan mental manusia. Yang kedua adalah membuat kontribusi terhadap peningkatan perdamaian dunia melalui pembinaan komunikasi yang lebih aktif dan damai di kalangan masyarakat dunia melalui bahasa umum Go.

Yang ketiga, untuk mengembalikan keuntungan yang dihasilkan oleh Rumah Sakit Pyunkang Korea Medis kembali ke masyarakat, dan keempat, karena saya seorang penggemar setia Go.

Dua pemain dari Korea dan dua dari Tiongkok menjadi juara pertama dari empat kompetisi yang diadakan sejauh ini. Juara kompetisi ketiga yang diadakan adalah Ke Jie, yang saat ini menjadi pemain profesional kesembilan, dan peringkat nomor-1 di dunia.

Meskipun ia bukan pemain terkenal pada saat itu, ia maju pesat sejak kemenangannya di Piala Pyunkang, dan mencapai statusnya sekarang sebagai pemain profesional top di dunia.

Saya telah mendengar bahwa peringkat dan-kesembilan Ke Jie, berencana untuk menantang Alpha- Go berikutnya setelah pertandingan antara Alpha-Go dan Lee Se-dol. Hasil dari tantangan ini sangat diantisipasi oleh diri sendiri maupun oleh orang di seluruh dunia.

Masa depan Go di Tiongkok

Ini adalah fakta yang terkenal bahwa Xi Jinping, presiden Tiong-kok, adalah pencinta Go. Baru-baru ini, ia membuat rekomendasi bahwa semua diplomat yang dikirim ke luar negeri Tiongkok harus belajar Go. Saya menemukan ini sangat signifikan.

Xi Jinping menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang Go dan kemampuan Go dalam melatih pemain untuk berpikir jauh ke masa depan. Saya mengagumi kebijakan Xi Jinping yang memasukkan Go ke dalam kurikulum akademik sekolah dasar.

Anak-anak adalah masa depan umat manusia. Namun, lingkungan di mana anak-anak tumbuh akan menjadi sunyi sepi dan suram. Selain itu, hobi favorit anak-anak di seluruh dunia bermain game komputer membuat hatinya dingin, sangat kompetitif, dan penuh kekerasan tanpa unsur emosional afirmatif.

Ini bukan masalah satu negara atau individu, melainkan masalah bahwa semua orang di dunia harus lebih serius mempertimbangkannya. Pengobatan Korea berupaya untuk mengatasi keterbatasan kedokteran Barat dan mengatasi masalah kesehatan mental.

Keputusan Xi Jinping untuk mengajarkan Go kepada anak-anak sekolah dasar sebagai salah satu sarana untuk menyelesaikan masalah adalah kebijakan yang sangat baik yang jelas menunjukkan pandangan ke depannya.

Ketika saya mengunjungi Tiongkok beberapa tahun yang lalu, saya memiliki kesempatan untuk bermain Go dengan dan-kesembilan Chang Hao, seorang pemain Go profesional di Tiongkok. Saya berharap dapat memiliki kesempatan untuk bermain Go dengan Xi Jinping, yang berada pada tingkat yang sama dengan saya.

Jika pertandingan tersebut dapat direalisasikan, bagaimana mungkin saya bisa mengunjungi Tiongkok dengan tangan kosong? Sebagai imbalan untuk kesempatan terhormat seperti itu, saya ingin menyajikan rahasia membersihkan paru-paru yang akan memungkinkan orang Tiongkok untuk hidup dalam kesehatan yang prima dengan mencegah dan mengobati asma dan pneumonia.

Melalui tindakan tersebut, saya berharap membawa manfaat pengobatan Korea bagi dunia dan menunjukkan suatu disiplin yang sangat luar biasa ini dalam menyembuhkan langsung ke akar penyakit.

Saya berharap suatu hari nanti dan berharap berita ini akan dikirim ke Tiongkok. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular