Oleh: Conan Milner

Sekitar sepertiga dari anak-anak dan lebih dari dua-pertiga orang dewasa di Amerika Serikat menderita kelebihan berat badan atau obesitas, menurut National Institute of Health.

Bukanlah rahasia lagi bahwa saat ini penduduk Amerika menderita epidemi obesitas, tetapi belum ada solusi untuk masalah ini. Sejak tahun 1980, rata-rata obesitas pada orang dewasa meningkat lebih dari dua kali lipat dan rata-rata obesitas pada anak-anak meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Tidak semua orang dapat makan lebih sedikit dan berolahraga lebih berat. Jutaan orang membatasi asupan kalori selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tetapi akhirnya gagal dan menjadi gemuk kembali.

Menurut dr. Charles Nguyen, seorang psikiater dan direktur medis di Klinik Lorphen untuk menurunkan berat badan secara medis di California, rahasia untuk menurunkan berat badan yang berkelanjutan sebenarnya lebih menitikberatkan pada pemahaman kimiawi insulin dibanding kemauan untuk berolahraga. Dia mengatakan bahwa insulin yang membedakan antara membakar lemak dan menimbun lemak.

Nguyen bersama dengan saudaranya bernama Tu Song-Anh Nguyen, seorang ahli bariatrik memusatkan perhatian pada insulin dan telah mengembangkan program Thinsulin, suatu cara baru untuk menurunkan berat badan.

Thinsulin adalah gabungan dari kata “tipis”, “berpikir,” dan “insulin.” Program Thinsulin menggandeng ilmu fisiologis penurunan berat badan untuk mendapatkan perubahan yang abadi. Ide di balik Program Thinsulin ini adalah bahwa sekali kita benar-benar memahami mekanisme hormonal yang membuat kita gemuk, maka kita akan selalu termotivasi untuk membuat pilihan yang lebih baik.

Epoch Times mewawancarai dr. Charles Nguyen mengenai program penurunan berat badan dan mengapa banyak terjadi kegagalan diet.

Epoch Times: Mengapa orang harus berpikir tentang insulin jika mereka ingin menurunkan berat badan?

Dr. Nguyen: Dari pandangan fisiologis, apa yang kita pelajari di fakultas kedokteran adalah bahwa jika Anda meningkatkan kadar insulin maka tubuh Anda dipaksa untuk menyimpan lemak, dan tubuh tidak dapat membakar lemak itu. Jika Anda menurunkan kadar insulin, maka tubuh Anda akan membakar lemak, dan itulah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Bukan hanya mengurangi berat air dalam tubuh, tapi juga mengurangi berat lemak dalam tubuh. Ini adalah ilmu dasar.

Yang saya mengajar bukanlah suatu hal yang baru. Setiap dokter, ahli gizi—mereka semua tahu tentang hal ini—hanya saja belum ada yang mampu mengembangkan terapi penurunan berat badan yang terfokus pada insulin dan proses terapi untuk mengubah cara berpikir Anda.

Epoch Times: Mungkin dokter sudah tahu bahwa kadar insulin mengatur berat badan, tapi kebanyakan dari kita tidak akrab dengan konsep ini. Mengapa kita tidak mendengar lebih banyak mengenai pengaruh insulin terhadap peningkatan berat badan?

Dr. Nguyen: Kami mendengar hal ini sepanjang waktu dan sangat membuat frustrasi. Mereka memberitahu Anda apa yang harus dimakan dengan harapan mengubah cara makan Anda, tetapi Anda tidak dapat mengubah kebiasaan seseorang dengan hanya memberitahu apa yang harus dilakukannya.

Misalnya, jika Anda melihat seseorang yang sengsara, Anda memberitahunya, “Jika Anda ingin bahagia, maka berpikirlah secara positif.” Pernyataan Anda itu adalah benar, tapi seseorang itu harus mengubah cara berpikirnya untuk menjadi bahagia.

Ada komponen psikologis yang sangat penting untuk kenaikan dan menurunkan berat badan. Ketika sedang stres, Anda akan beralih ke makanan. Tapi ketika dokter menyarankan Anda untuk “makan lebih sedikit, dan berolahraga lebih banyak,” itu sama halnya memberitahu seseorang yang sedang sengsara untuk berpikir secara positif.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mendidik masyarakat untuk benar-benar mengubah cara berpikir mengenai kalori dan lebih fokus pada insulin. Program Thinsulin ini sangat efektif karena menggabungkan psikologis dengan biologis.

Epoch Times: Bagaimana kita mengendalikan kadar insulin?

Dr. Nguyen: Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang respons terhadap kadar gula darah. Setiap kali Anda makan makanan yang terurai menjadi gula, maka akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah sehingga pankreas memproduksi insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

Makanan “lampu merah” adalah makanan yang dilarang karena banyak mengandung karbohidrat: permen, biji-bijian, dan sayuran bertepung, seperti kentang, jagung, wortel atau bit. Ketika Anda makan makanan yang sangat kaya akan karbohidrat yang akan terurai menjadi gula, maka terjadi peningkatan kadar insulin, tubuh akan menyimpan lemak, dan tubuh tidak dapat membakar lemak.

Makanan “lampu hijau” seperti daging, ayam, ikan, kalkun dan putih telur —mengandung kadar protein yang sangat tinggi dan tidak mengandung karbohidrat. Bila Anda tidak makan makanan yang mengandung karbohidrat maka pankreas tidak akan menghasilkan insulin, sehingga terjadi penurunan kadar insulin dalam darah, dengan demikian tubuh akan membakar lemak. Ketika Anda makan makanan yang mengandung protein, secara alami tubuh akan menurunkan kadar insulin dalam darah sehingga tubuh akan membakar lemak.

Makanan “lampu hijau” lainnya yang dianjurkan adalah sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, brokoli, dan asparagus, yang sangat kaya akan serat yang tidak akanterurai menjadi gula dalam tubuh, sehingga tidak terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah. Jika Anda makan sayuran tersebut dari waktu ke waktu akan menurunkan kadar insulin dalam darah. Tidak dianjurkan makan sayuran hijau yang mengandung karbohidrat seperti kacang polong dan kacang hijau.

Makanan ‘lampu kuning” adalah makanan yang memerlukan perhatian khusus. Jika Anda makan lebih dari satu porsi makanan “lampu kuning” ini, maka akan terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah, sehingga Anda hanya boleh makan makanan “lampu kuning” ini sekali sehari, seperti susu dan buah.

Jika Anda hanya makan sebuah apel, sebuah jeruk, atau segenggam berry, maka tidak terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah. Tetapi jika Anda makan lebih banyak buah-buahan ini dalam satu hari, maka akan terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah.

Makanan “lampu kuning” lainnya adalah kacang. Kacang mengandung kadar protein yang tinggi, dan juga mengandung banyak karbohidrat, jadi jika Anda makan kacang lebih dari segenggaman tangan, maka akan terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah.

Banyak orang mengatakan, “Apakah makan beras merah, roti gandum, dan oatmeal akan menyehatkan tubuh? Mengapa saya tidak boleh memakannya? ” Beras merah, roti gandum, dan oatmeal dapat menyehatkan tubuh, tetapi tidak akan akan membantu menurunkan berat badan. Karena butiran beras merah, roti gandum, dan oatmeal yang menyehatkan itu akan meningkatkan kadar insulin dalam darah.

Saya beri sebuah contoh. Bir terbuat dari barley: butiran sangat menyehatkan tubuh, tetapi akan menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah, yang akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam perut. Itulah mengapa orang yang minum bir memiliki perut yang buncit. Tapi apakah Anda pernah melihat peminum anggur memiliki perut buncit? Tidak. Anggur adalah makanan “lampu kuning”, jadi jika Anda minum segelas anggur, yang memiliki kalori sama dengan satu botol bir, berat badan Anda tidak akan meningkat. Dalam hal ini terbukti bahwa bukan kalori yang menyebabkan berat badan meningkat, tetapi penyebabnya adalah insulin.

Makanan “lampu hijau” lainnya adalah sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, bayam, brokoli, dan asparagus.

Epoch Times: Salah satu contoh yang Anda berikan sehubungan dengan pengaruh insulin adalah seseorang menjalani puasa selama beberapa minggu atau bulan dan kemudian memberikan apa yang ingin dimakannya sebagai hadiah, di mana hal ini akan meningkatkan kadar gula darah sehingga mengalami peningkatan berat badan.

Dr. Nguyen: Mengapa diet membuat kita gagal menurunkan berat badan? Seluruh konsep diet adalah bahwa Anda harus menderita. Anda menghukum diri sendiri dengan berpuasa atau menjauhi diri dari makanan tertentu. Setelah Anda menghukum diri sendiri, Anda harus menghargai diri sendiri.

Diet membutuhkan waktu begitu banyak, usaha, dan energi. Tapi Anda harus menghadiri beberapa acara atau pesta pernikahan sehingga Anda menemukan energi untuk menghukum diri sendiri, yang akan mengarahkan kepada kegagalan.

Jika kita tidak menghukum diri sendiri dan menikmatinya, maka kita akan berhasil menurunkan insulin. Jika Anda membiarkan diri Anda makan permen, maka Anda harus tahu bahwa permen akan meningkatkan kadar insulin dalam darah, dan penurunan berat badan akan tertunda selama tiga minggu. Setelah Anda berhenti makan permen dan karbohidrat, tubuh tidak akan menghasilkan banyak insulin, tetapi butuh waktu untuk menurunkan kadar insulin dalam darah—antara satu sampai tiga minggu, umumnya tiga minggu.

Anda dapat mulai mencoba hal ini. Ubah pola makan Anda untuk menurunkan kadar insulin dalam darah. Jika berat badan Anda sudah menurun tapi kemudian Anda makan sesuatu yang manis, maka akan terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah. Walaupun Anda hanya makan satu kue saja atau minum minuman bersoda, maka penurunan berat badan akan berhenti. Terdapat peningkatan kadar gula dalam aliran darah. Pankreas tidak melihat gula sebanyak ini dalam waktu yang lama, sehingga akan memicu peningkatan kadar insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

Setelah kadar gula darah menurun, tubuh Anda tidak akan mempercayai Anda lagi. Karena tubuh tidak tahu kapan Anda akan makan sesuatu yang manis, maka tubuh akan menyimpan cadangan insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar insulin, dan memakan waktu untuk menurunkan kadar insulin ini. Sekali Anda meningkatkan kadar insulin, tubuh Anda akan menyimpan lemak.(Epochtimes/Vivi/Yant)
Bersambung

Share

Video Popular