Oleh CNA Tokyo

Kyodo News Jepang melaporkan bahwa pertemuan menteri lingkungan hidup dari negara Kelompok G7 di kota Toyama yang sudah berakhir pada Senin (16/5/2016) kemarin menyimpulkan akan mempercepat penyerahan Strategi Jangka Panjang tentang mengatasi pemanasan global.

Perjanjian Paris yang telah ditandatangani pada akhir tahun lalu mensyaratkan setiap negara untuk mengembangkan sebuah strategi jangka panjang yang bertujuan untuk menahan agar kenaikan suhu rata-rata global terjaga di bawah 2°C. Delegasi Jepang memberikan usulan kepada forum untuk mengurangi  hingga 80 %  emisi gas rumah kaca pada sebelum 2050, meskipun mereka tidak menyertakan langkah-langkah pencapaian jangka panjangnya.

Walaupun Perjanjian Paris mengusulkan agar kenaikan suhu rata—rata global secara jangka panjang bisa terjaga di bawah 2°C dari rata-rata suhu global sebelum era industrialisasi. Tetapi untuk mencapainya, dunia masih perlu untuk menemukan solusi bagaimana mengurangi emisi gas rumah kaca yang perkembangannya sudah mengkhawatirkan.

G7 dalam pernyataannya menekankan bahwa strategi jangka panjang untuk mencapai tujuan jangka panjang sangat dibutuhkan. Perjanjian Paris menetapkan tahun 2020 sebagai batas waktu setiap negara untuk menyerahkan ‘Strategi Jangka Panjang (SJP)’ kepada PBB. Namun, pertemuan  G7 kali ini mengatakan, “Berkomitmen untuk mengembangkan dan mengirimkan SJP tersebut secepatnya dalam batas waktu yang sudah ditetapkan.”

Berkaitan dengan metode penentuan tarif dan pajak tentang kelebihan pelepasan emisi karbon dioksida, pernyataan menekankan bahwa investasi rendah karbon adalah cara yang paling efektif. Pada tahun ini juga di Tokyo akan diadakan dialog strategis yng bertujuan untuk secara bertahap mengurangi pembuangan emisi yang jumlahnya sudah mengkhawatirkan saat ini, pernyataan juga memberi dukungan untuk memperbaiki ‘Protokol Montreal’ pada 2016.

Kerangka Sirkulasi Sumberdaya Toyama disepakati sebagai acuan untuk mencapai penggunaan sumberdaya secara efektif.  G7 akan mempromosikan upaya-upaya untuk mengurangi limbah makanan dan penggunaan ulang sampah-sampah (plastik, botol)  yang menimbulkan bencana.

G7 akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional untuk merealisasikan kelima langkah awal dalam upaya mengatasi sampah-sampah seperti plastik dan sebagainya yang mengapung di sebagian permukaan laut. Masalah yang mengancam ekosistem laut ini harus secepatnya diatasi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular