Oleh: Xiao Yu

Istri Jiang Zemin bernama Wang Yeping memiliki seorang karib. Suatu hari sahabat karibnya itu bertanya pada Wang Yeping, mengapa Jiang Zemin terus saja berseteru dengan Master Li Hongzhi?

Wang Yeping menjawab, “Karena ada kekuasaan dan iri hati, dan kalau sudah berlebihan beginilah jadinya.

Beberapa tahun lalu saya berlatih Falun Gong hingga kesehatan saya kian hari kian membaik, saya menasihatinya untuk ikut berlatih bersama, coba tebak apa jawabnya, “bahkan istri saya sendiri mempercayai Li Hongzhi, lalu siapa lagi yang akan percaya pada saya sebagai Sekretaris Jendral PKT!”

Jiang Zemin menyimpan iri dan dengki yang begitu kuat terhadap pendiri Falun Gong yakni Master Li Hongzhi, terjadinya aksi penindasan oleh PKT yang telah berlangsung selama 17 tahun di Tiongkok ini, sebab musababnya sangat sederhana, dan di dalam aksi penindasan terhadap sekumpulan orang baik yang meyakini “Sejati, Baik, Sabar” ini keyakinan yang benar bagi ratusan juta rakyat Tiongkok telah tertindas, jutaan praktisi Falun Gong ditindas hingga tewas.

Mengenai Falun Gong

Pada Mei 1992, Master Li Hongzhi mulai menyebarkan suatu metode kultivasi tingkat atas aliran Buddha yakni Falun Gong (Falun Dafa). Metode kultivasi ini berpedoman fundamental karakteristik tertinggi alam semesta yaitu “Sejati, Baik, Sabar,” berkultivasi dengan prinsip evolusi alam semesta, yang memiliki khasiat menakjubkan bisa menyembuhkan penyakit dan menyehatkan tubuh.

Orang yang dapat berkultivasi akan mengalami peningkatan moralitas yang menonjol, dengan penyebaran dari hati ke hati dan dari orang ke orang. Falun Gong menyebar dengan cepat hingga mencapai ratusan juta orang. Pada semester kedua 1998, sejumlah kader senior Dewan Rakyat Nasional yang menjelang pensiun dikepalai oleh Qiao Shi, melakukan suatu riset dan survei masyarakat dan didapat kesimpulan bahwa “Falun Gong banyak bermanfaat bagi rakyat dan negara dan sama sekali tidak merugikan.” Bahkan di akhir tahun mereka menyerahkan laporan dari hasil survey tersebut kepada Dewan Politbiro yang dikepalai oleh Jiang Zemin.

Petinggi PKT Sejak Dulu Telah Mengenal Falun Gong

Kenyataannya adalah para petinggi Partai Komunis Tiongkok/ PKT sejak dulu telah mengenal Falun Gong, juga sangat memahaminya. Sejak 1992, banyak kementerian RRT telah ada kader yang mulai berlatih Falun Gong, jumlah pengikut kian hari kian banyak, bahkan ada wakil menteri yang juga ikut berlatih. Mulai dari wakil perdana menteri hingga ketua komisi Dewan Rakyat, wakil ketua komisi, kepala dan wakil kepala Komisi Koordinasi Politik, dan menteri, hampir semua orang pernah membaca buku “Zhuan Falun.” Istri dari tujuh orang anggota Komisi Politbiro Pusat PKT juga ikut berlatih Falun Gong.

Setidaknya pada1998 mantan presiden Hu Jintao telah memahami Falun Gong. Teman kuliahnya di Qinghua University yang bernama Zhang Mengye mengidap sirosis hati dengan asites (pengerasan hati dengan kelebihan air). Wajah Zhang gelap dan membengkak dan telah divonis tak tertolong oleh rumah sakit, kemudian setelah berlatih Falun Gong, Zhang seolah hidup kembali.

Dalam reuni alumni Qinghua University, pada 1998 dan 1999 di Beijing, dua kali Zhang Mengye menceritakan pengalaman pribadinya itu secara langsung pada Hu Jintao. Zhang pernah mengirimkan buku-buku Falun Gong kepada istri Hu Jintao dengan harapan keduanya juga mau berlatih Falun Gong untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Istri Hu Jintao membalas dengan mengirimkan kartu pos dengan ungkapan terima kasih di dalamnya.

Li Ruihuan (82) politisi senior PKT, memiliki seorang putra yang menderita tumor di otaknya dan tidak bisa diobati, kemudian setelah berlatih Falun Gong tumornya itu pun lenyap. Pada saat Jiang Zemin mulai menindas Falun Gong pada 1999, semua anggota Komisi Politbiro Pusat PKT dipaksa menyatakan sikap termasuk PM Zhu Rongji, semua menyatakan sikap sesuai dengan tuntutan Jiang Zemin, hanya Li Ruihuan seorang yang tidak menurutinya.

Iri dan Dengki Jiang Zemin

Pada 1998 di selatan Tiongkok terjadi bencana banjir yang sangat hebat, banyak praktisi Falun Gong maju ke garis terdepan lokasi penanggulangan bencana. Waktu itu Jiang Zemin tiba di sebuah lokasi tanggul besar melakukan inspeksi dan melihat sekumpulan orang sedang bekerja keras. Dengan bangga Jiang menunjuk kumpulan orang itu dan berkata, itu pasti anggota partai komunis. Salah seorang dari kelompok itu pun dipanggil dan ditanyai, ternyata mereka adalah praktisi Falun Gong. Seketika itu Jiang Zemin murka, dengan muka berang Jiang meninggalkan tempat itu. Bisa dikatakan sejak 1998 Jiang telah sangat memusuhi Falun Gong.

Ketika Falun Gong melakukan pengaduan berkelompok pada 25 April 1999, Jiang Zemin menyempatkan diri diam-diam melakukan satu kali “inspeksi” terhadap aksi tersebut. Inspeksi Jiang dilakukan dari dalam mobil gelap dengan kaca anti peluru, di depan barisan praktisi Falun Gong dipenuhi dengan polisi bersenjata yang sengaja disiapkan untuk inspeksi Jiang.

Bagi Jiang Zemin, jumlah pengikut Falun Gong yang jauh lebih banyak dibandingkan anggota partai komunis berarti berebut massa dengan partai komunis, sikap dan tindakan yang rasional dan damai adalah berkat terorganisir dengan rapi, dan para pengikut itu datang ke Zhongnanhai untuk meminta berunding dengan Jiang  secara terbuka. Yang lebih membuatnya berang adalah, ia melihat puluhan perwira berpangkat ada di antara praktisi Falun Gong, seolah para perwira itu lebih rela menjadi pengikut Falun Gong daripada menjadi pengikut Jiang Zemin yang saat itu merangkap menjabat Ketua Komisi Militer Pusat.

Menurut hasil investigasi internal oleh Departemen Keamanan Publik PKT, sejak mulai disebarkan di Mei 1992 hingga Juli 1999, hanya dalam tempo 7 tahun pengikut Falun Gong di Tiongkok telah mencapai antara 70 juta hingga 100 juta orang. Jumlah praktisi Falun Gong ini jauh melebihi anggota partai komunis yang waktu itu hanya sekitar 60 juta orang. Terhadap hal ini Jiang Zemin tidak bisa menerimanya, iri dan dengki pun mulai merasuki hatinya, hingga akhirnya berbagai tuduhan pun dilayangkan kepada Falun Gong seperti “Falun Gong berebut massa dengan partai saya” dan menuduh Falun Gong berusaha “menghancurkan partai dan negara” kemudian dicap sebagai “ajaran sesat.”

Pengekangan dan Anti Penindasan

20 Juli 1999, dengan memaksa Dewan Politbiro PKT Jiang Zemin pun memulai penindasan terhadap Falun Gong dengan melakukan “pengrusakan nama baik, penghancuran pendapatan ekonomi, pemusnahan tubuh praktisi” dan semua itu dilakukan tanpa ada batasan apa pun. Terhadap Falun Gong tak perlu mengatas namakan hukum, boleh dianiaya sampai mati, dan mayatnya dibakar untuk menghilangkan jejak serta berbagai kejahatan genosida lainnya, targetnya adalah memusnahkan Falun Gong dalam tempo tiga bulan. Namun tidak disangka oleh PKT adalah, bahkan setelah 17 tahun pun Falun Gong bukan saja tidak musnah, justru semakin kuat dan tersebar semakin luas.

Selama 17 belas tahun, praktisi Falun Gong di seluruh dunia menyebarkan fakta penindasan tersebut, masyarakat yang kemudian memahami fakta dan mendukung Falun Gong pun kian hari kian banyak, dan tersebar di seluruh dunia, termasuk dari kalangan anggota dewan, politikus, tokoh dunia juga tampil untuk memberikan dukungan mereka.

Berbagai wilayah di Asia tanda tangan petisi mendukung Falun Gong mencapai lebih dari satu juta suara. Kemana pun pemimpin PKT berkunjung pasti akan menghadapi kelompok massa dengan seruan “hentikan penindasan, adili Jiang Zemin” pemerintahan berbagai negara pun ramai-ramai mengecam tindakan keji PKT dan menuntut agar PKT menghentikan penindasan tersebut.

Falun Gong tersebar luas ke seluruh dunia di tengah penindasan, yang tadinya hanya ada di belasan negara sebelum terjadi penindasan, berkembang luas menjadi lebih dari 120 negara di seluruh dunia setelah penindasan, dan karenanya Falun Gong berikut pendirinya Master Li Hongzhi pun telah meraih lebih dari 3.000 penghargaan dari berbagai negara. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular