Erabaru.net. Minum segelas minuman manis sehari, tidak hanya rentan memicu kelebihan berat badan, tetapi juga dapat menyebabkan lemak visceral/lemak intra yang berlebihan (lemak yang berada di dalam rongga perut, menempel dengan “jerohan” atau organ dalam tubuh).

Juli 2015 lalu, The Scientific Advisory Committee on Nutrition-SACN, Inggris melapor, bahwa lebih dari sepertiga asupan karbohidrat anak-anak di Inggris berasal dari minuman manis.

Bersamaan dengan itu, direktur dari Kantor Layanan Kesehatan Nasional Inggris, Simon Stevens juga mengatakan, bahwa anak-anak semestinya tidak baik mengonsumsi minuman yang mengandung gula, karena besar kemungkinan dapat menyebabkan penyakit kanker dan jantung.

Sebuah penelitian dari National Heart, Lung, and Blood Institute yang berlangsung selama enam tahun di Amerika Serikat, yang menelusuri frekuensi minuman manis dari sekitar 1.000 orang usia paruh baya, mendeteski perubahan kadar lemak visceral mereka menggunakan sinar – X khusus pada saat awal dan akhir studi.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kadar lemak visceral mereka yang diketahui mengonsumsi minuman manis itu meningkat 30% dibanding dengan mereka yang tidak pernah konsumsi minuman yang mengandung gula, dan disinyalir ini merupakan faktor utama timbulnya beragam penyakit.

Lemak visceral terutama terakumulasi dan menempel di organ internal (jeroan), seperti hati, pankreas dan saluran cerna.

Dengan mengonsumsi minuman manis setiap hari, tidak tertutup kemungkinan dapat menyebabkan penyakit jantung, memicu terjadinya resistensi insulin, yang mana ini juga merupakan faktor utama pemicu diabetes tipe II.

Jenis sakarin atau glusida yang umum digunakan dalam minuman Bubble Tea atau minuman populer lainnya adalah sukrosa dan sirup glukosa, dimana semua jenis pemanis ini mengandung fruktosa, yang dapat berefek buruk pada kesehatan tubuh.

Sukrosa atau gula tebu merupakan suatu jenis disakarida, satu molekul sukrosa akan menghasilkan satu molekul glukose dan satu molekul fruktosa setelah proses pencernaan, ini setara dengan 50% kandungan fruktosa, sementara kadar fruktosa dari sirup glukosa juga ada sekitar 42% – 55%.

Pada tahun 2009 lalu, American Heart Association/Asosiasi Kesehatan Amerika mengeluarkan rekomendasi terkait penambahan gula : asupan gula harian kaum wanita sebaiknya tidak lebih dari 100 kalori, terutama dalam minuman manis, sementara untuk kaum pria tidak lebih dari 150 kalori per hari. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular