Oleh Li Yu, Dong Chenyu

Menjelang Sidang Paripurna ke 19 Partai Komunis Tiongkok/ PKT yang akan diselenggarakan tahun depan, banyak orang menganggap Xi Jinping sedang disibukkan dengan susunan personil untuk mengisi kabinet mendatang. Sementara itu, mantan Direktur Penerbitan Akademi Militer Tiongkok, Xin Ziling dalam wawancaranya dengan reporter Secretchina mengatakan bahwa Xi Jinping harus sudah bisa menyelesaikan masalah dengan Jiang Zemin dan Zeng Qinghong sebelum sidang tersebut digelar, bila tidak maka ‘kudeta lewat sidang’ seperti yang pernah terjadi di waktu lalu itu mungkin saja terulang.

“7 orang Komite Tetap Politbiro PKT itu dipilih oleh 25 orang anggota Komite Sentral Politbiro yang ditunjuk oleh 205 orang Komite Sentral PKT. Dengan semakin mendekatnya penyelenggaraan Sidang Paripurna, saya menduga bahwa Xi Jinping bersama jajarannya sudah akan mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan sidang mulai paro kedua tahun ini. Sidang Paripurna PKT sejak dahulu selalu diadakan pada Oktober,” kata Xin Ziling.

Saat ini, anak-anak maupun istri dari 80 % anggota Komite Sentral PKT sudah menetap di berbagai negara seperti AS, Eropa, Australia dan  lainnya. Anggota komite yang memang merupakan orang-orang yang mengejar kepentingan materi, koruptor sementara waktu ini rela memilih untuk hidup ‘sebatang kara’ di Tiongkok. Orang-orang inilah yang akan membahayakan Xi Jinping bila mereka dilibatkan dalam pemungutan suara. Coba bayangkan, ke mana para koruptor akan memihak? Apakah mereka akan memberikan suara dukungannya kepada Xi Jinping?

Ketika reporter menanyakan soal lewat persidangan macam apa yang memungkinkan fraksi Jiang Zemin melakukan kudeta?

Xin Ziling tidak menjawabnya secara langsung, namun secara implisit mengatakan bila Xi Jinping tidak bertindak, tetap menyelenggarakan Sidang Paripurna dalam kondisi yang seperti saat ini, maka ia akan sulit dapat menghindari ancaman yang datang.

“Karena hal ini, jika Xi Jinping tidak mengambil tindakan dan menyelenggarakan sidang dalam situasi yang belum berubah, tidak secepatnya mengatasi masalah dengan Jiang Zemin dan Zeng Qinghong, maka dapat dipastikan bahwa orang-orang itu akan memanfaatkan sidang paripurna untuk membuat masalah demi tercapainya tujuan mereka,” kata Zin Ziling.

Kudeta lewat sidang terjadi pada Sidang Paripurna ke 16 dilakukan oleh Zhang Wannian yang ketika menjabat sebagai Ketua Komisi Militer. Zhang berkolusi dengan Guo Boxiong beserta 20-an orang perwira militer lainnya untuk menolak keputusan sidang yang melengserkan Jiang Zemin dari jabatan Ketua Komite Sentral Komisi Militer PKT. Karena kudeta itu maka  Jiang Zemin mendapat kesempatan untuk tetap mengendalikan militer Tiongkok selama lebih dari 2 tahun.

“Jiang Zemin tidak boleh lengser karena tenaga dan pikirannya masih dibutuhkan. Inilah alasan mereka. Ini sebenarnya sudah termasuk kudeta militer,” kata Xin Ziling.

Hu Jintao tak berani berkutik, ia tidak akan menentang mereka kecuali mengucapkan, “Saya setuju dengan usulan itu.

Ia sadar akibatnya bisa fatal. Banyak antek-antek Jiang di sana. Namun, Xin Ziling percaya bahwa Xi Jinping tidak akan menyelenggarakan konferensi yang berskala besar dalam kondisi yang kurang kondusif. Sekarang ia sudah tidak perlu terlalu khawatir soal keselamatannya karena kekuasaan militer sudah berada dalam genggamannya.

“Ia tak akan mengadakan pertemuan dengan anggota komite bila ia belum yakin terhadap situasi secara keseluruhan. Ia sekarang memegang kekuasaan militer, dan tidak membagi kekuasaan itu dengan pejabat lain. Itu saya pikir tidak salah. Walaupun sebagian orang mungkin akan menuduh Xi melakukan sentralisasi kekuasaan. Ya, memang semestinya begitu, kalau tidak ia mungkin sudah menjadi umpan ‘harimau’,” kata Xin Ziling.

Xin Ziling percaya bahwa “pohon tumbang membuat kera-kera lari berhamburan.” Bila Jiang Zemin dan Zeng Qinghong jatuh maka para pendukungnya juga akan lari untuk menyelamatkan diri, bahkan mungkin saja sebagian dari mereka akan berbalik menjadi pendukung Xi Jinping. Akhirnya kelompok mereka tak berbentuk karena sudah tidak ada pemimpinnya.

Ketika ditanya tentang pandangannya mengenai para personil yang diajukan sebagai calon pejabat, Xin Ziling menjawab bahwa ia sependapat dengan pandangan Luo Yu, bahwa akan terjadi terobosan besar, akan ada pembalikan situasi, tetapi tidak seperti praktik-praktik yang dilakukan PKT di masa lalu. Sidang Paripurna ke 19 pasti berbeda.

Xin Ziling percaya bahwa Xi Jinping akan menyingkirkan kekuatan Jiang Zemin sebelum sidang berlangsung nanti untuk menghindari kasus yang terjadi pada Sidang Paripurna ke 18 terulang kembali. Daftar nama pejabat yang terpilih tidak kunjung diumumkan karena terjadi ‘perang’ di belakang layar, di mana Jiang Zemin menghendaki calon yang tak terpilih Liu Yunshan tetap dimasukkan sebagai anggota Komite Tetap  dengan mencopot calon terpilih Wang Yang. Demi keseimbangan kekuatan, menurut Jiang Zemin.

Kasus serupa masih saja bisa muncul kalau persoalan dengan Jiang dan Zeng tidak segera diatasi. Dengan ditangkapnya mereka maka tidak akan ada lagi urusan perwakilan sana dan perwakilan sini, bukan?

“Saya yakin hal yang tak terduga akan muncul pada saat (sidang) itu,” pungkas Xin Ziling. (Secretchina/ sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular