Erabaru.net. Jelatang adalah tanaman rumput-rumputan yang umum dijumpai. Walaupun bukan tanaman yang eksotis, jelatang mengalahkan makanan “hebat” di pasar.

Jelatang adalah salah satu tanaman paling padat gizi . Jelatang adalah sumber tanaman yang paling banyak mengandung besi dan klorofil, serta kaya akan protein, selenium, magnesium, kalium, kalsium, vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin K, dan paling banyak mengandung vitamin B.

Anda mungkin tertusuk jelatang ketika pertama kali memetiknya. Nama “stinging nettle” berasal dari kata Anglo Saxon yang artinya jarum untuk mencerminkan bulu-bulu halus yang melapisi daun dan tangkai.

Jika kulit Anda tergores duri jelatang segar, durinya menyuntikkan bahan kimia yang menyebabkan kemerahan, luka bakar, dan lepuh pada kulit.

Jelatang yang telah dimasak atau dikeringkan aman untuk dimakan. Namun, pada zaman Mesir kuno, tabib sengaja menusukkan duri jelatang ke kulit pasien untuk mengobati nyeri pada radang sendi.

Jelatang memberi energi

Kebanyakan orang dapat menggunakan jelatang, tetapi jelatang seakan ditujukan untuk orang yang merasa lemah atau sakit.

Jelatang telah lama digunakan untuk mengobati anemia, dan dianjurkan oleh ahli herbal modern untuk mengatasi ketidakseimbangan endokrin, seperti tiroid kurang aktif atau kelelahan adrenal.

Jelatang juga digunakan untuk meningkatkan kesuburan, serta untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Dalam buku berjudul “Wanita Hamil yang Bijaksana Mengkonsumsi Herbal” ahli herbal Susun Weed menganjurkan wanita hamil mengganti secangkir kopi dengan minum teh jelatang berwarna hijau-hitam buram yang kaya akan gizi pada sarapan pagi.

Weed mengatakan jelatang memberi gizi untuk ibu hamil dan janinnya, memberi gizi pada rahim, mengurangi nyeri saat melahirkan, mencegah perdarahan, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

Jelatang juga kaya mineral uang digunakan untuk memperkuat rambut, gigi, dan kuku, dan menyembuhkan patah tulang.

Detoksifikasi

Jelatang adalah salah satu tanaman pertama yang muncul pada musim semi (bahkan sejak akhir Januari), dan secara tradisional diambil sebagai minuman penambah gizi pada musim semi.

Jelatang memiliki efek pencahar yang ringan, dan membantu tubuh menyingkirkan penumpukan racun dalam darah dan organ, terutama ginjal.

Jelatang secara tradisional digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan asam urat. Bahkan beberapa pasien mengklaim jelatang telah meloloskan mereka dari dialisis ginjal (cuci darah).

Jelatang adalah diuretik yang dapat diandalkan, sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil jika Anda mengkonsumsinya secara teratur.

Jelatang juga baik untuk paru-paru. Jelatang mengurangi batuk dan asma, mengencerkan dahak, dan digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala alergi musiman.

Jelatang dapat digunakan secara topical untu masalah kulit, khusus eksim.

Cara pemakaian

Tidak seperti tanamam rumput-rumputan lainnya yang tumbuh liar di mana saja, jelatang tidak sembarang tumbuh, ia tumbuh di tanah yang lembab yang kaya zat gizi, sehingga sering ditemukan tumbuh di daerah basah, daerah rawa atau daerah yang banyak terdapat bakteri yang berbahaya.

Menurut ahli herbal Michael Moore, jelatang juga tertarik pada limbah kimia yang mengalir dari lahan pertanian komersial besar.

Tapi jangan memetik jelatang dari daerah ini untuk dimakan dan sebagai obat. Dalam bukunya “Tanaman Obat Pasifik Barat,” Moore memperingatkan bahwa jelatang yang tumbuh di saluran irigasi dapat menumpuk nitrat anorganik dan logam berat.

“Hindari memetik jelatang yang tumbuh di daerah agribisnis dan kawasan industri karena senyawa logam berat yang terdapat di daun jelatang akan masuk ke jaringan kita,” tulis Moore.

Jika Anda memiliki sepetak jelatang yang tumbuh jauh dari pencermaran bahan kimia pertanian, makanlah daun jelatang sebagai lalap pengganti bayam.

Pastikan Anda memetik daunnya sebelum jelatang berbunga (karena daunnya akan lebih lembut), dan pastikan Anda memakai sarung tangan yang tebal untuk menghindari tergores durinya.

Jika Anda tidak memiliki daun jelatang segar, gunakan jelatang kering untuk membuat teh atau godokan. Jelatang kering itu murah dan mudah didapat.

Jika Anda menggunakan jelatang untuk mengobati masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan ahli herbal untuk mendapat dosis yang tepat.

Bersabarlah karena jelatang adalah ramuan yang memberi hasil yang lambat. Jadi Anda perlu mengkonsumsi jelatang selama beberapa minggu atau bulan secara teratur sebelum Anda melihat perbedaan besar pada kondisi penyakit Anda.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular