Oleh: Sophie

Sejak ribuan tahun atau bahkan jutaan tahun silam, bumi pernah mengalami banyak perubahan yang mengejutkan, dan diantara perubahan-perubahan itu ada yang telah memperbaiki lingkungan ekologi bumi. Sebaliknya ada juga perubahan yang menimbulkan bencana dahsyat terhadap kehidupan di Bumi, bahkan terperosok dalam jurang kesengsaraan pada segenap isi planet ini.

Bukti terkait di atas menunjukkan bahwa Bumi secara bertahap sedang mengubah dirinya saat ini. Sementara bagi umat manusia kemungkinan ini merupakan perubahan yang luar biasa, bahkan akan menimbulkan bencana besar!

Kutub magnetik (Medan Magnet) bumi terbalik

Penelitian terbaru ilmuwan Amerika menunjukkan, bahwa dalam satu abad ke depan, medan magnet bumi akan bertukar posisi, yang utara menjadi selatan dan sebaliknya. Terbaliknya posisi kutub magnetik bumi ini menyiratkan bahwa semua jarum kompas akan menunjuk ke selatan bukan ke arah utara. Sebelumnya para ilmuwan beranggapan bahwa perubahan kecil ini perlu ribuan tahun baru akan terjadi, namun, studi ini menunjukkan bahwa pembalikan medan magnet Bumi akan segera terjadi di masa depan.

Dalam sejarahnya, Bumi pernah berulang kali mengalami pembalikan medan magnet, magnetic dipole atau dipole magnetic seperti sebuah bar magnet, yang mempertahankan intensitas yang sama selama ratusan juta tahun. Belakangan berangsur-angsur melemah bahkan terjadi pembalikan pada medan magnet bumi karena sejumlah faktor yang belum diketahui.

Jika medan magnet terbalik, maka bumi tempat kita berpijak ini akan mengalami bencana besar, angin matahari dapat melumpuhkan jaringan kawat listrik, perubahan dramatis dalam iklim bumi, timbulnya lubang ozon, peningkatan drastis penyakit kanker, dan mungkin berdampak kehancuran pada umat manusia.

Jarak antara Bumi – bulan perlahan-lahan menjadi jauh.

Setelah 25 tahun pengamatan, ditemukan orbit bulan perlahan-lahan bertambah besar, artinya bulan secara bertahap bergerak menjauh dari bumi.

Dari hasil perhitungan para ilmuwan, radius rotasi bulan mengelilingi Bumi meningkat sebesar 4 sentimeter per tahun. Selain itu, beberapa ilmuwan lainnya juga menyebutkan bahwa dalam 5 miliar tahun kemudian, Matahari akan memasuki fase raksasa merah (red giant), dan disaat demikian bumi dan bulan akan terpengaruh oleh atmosfer matahari, hingga pada akhirnya dua planet terkait akan kembali mendekat

Ada ‘oknum’ yang terus “menyuntikkan energi” pada Bumi.

Pada 1917, ilmuwan mendeteksi bahwa permukaan bumi diisi dengan listrik negatif, tapi apa sebenarnya yang membuat bumi bermuatan listrik, dan apa “peranti yang digunakan untuk mengisi energi-listrik” itu, tidak ada yang bisa memaparkannya secara jelas. Pada cuaca cerah di beberapa daerah, antara bumi dan udara akan menghasilkan listrik, dengan daya sebesar 1500 ampere. Namun, ilmuwan belum menarik kesimpulan terkait jati diri dari “peranti pengisian listrik” itu.

 Enam fenomena alam yang luar biasa, NASA memperingatkan bumi sedang memasuki perubahan drastis, tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan bencana yang tidak diharapkan. (Internet)
Enam fenomena alam yang luar biasa, NASA memperingatkan bumi sedang memasuki perubahan drastis, tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan bencana yang tidak diharapkan. (Internet)

Atmosfer bumi “melarikan diri” setiap hari

Karena efek pemanasan dari matahari, molekul gas di tepi atmosfer bumi menjadi aktif, saat suhu mencapai ketinggian tertentu, beberapa molekul gas bisa terbebas dari keterikatan gravitasi bumi dan “melarikan diri” ke semesta alam di luar dari atmosfer bumi. Proses ini sangat lambat, tetapi terus berlangsung.

Namun, kita tidak perlu khawatir tentang hidrogen akan menghilang di sekitar bumi pada suatu hari nanti, karena hidrogen dan oksigen dapat bergabung dan membentuk molekul H2O, sehingga pembagiannya menjadi stabil, dan tidak akan mudah “melarikan diri” keluar dari atmosfer.

Pasang surut atmosfer bumi

Efek dari pasang surut air di Bumi saling terkait erat dengan gravitasi bulan, tetapi sedikit yang tahu bahwa gravitasi bulan juga akan menghasilkan efek fluktuasi atau pasang surut pada atmosfer bumi.

Ada teori yang menyebutkan, bahwa efek gravitasi bulan terhadap atmosfer bumi jauh lebih kentara di sekitar daerah tropis, membuat atmosfer di sekitarnya itu menjadi lebih tipis, tetapi efeknya ini jauh lebih kecil daripada dampaknya terhadap water body (jasad perairan) di bumi.

Perputaran Bumi terus bertambah cepat

Karena efek gravitasi bulan, matahari, planet dan gravitasi lainnya, sehingga kecepatan rotasi bumi tanpa disadari tengah mengalami perubahan, masa rotasi bumi pada sumbunya menjadi lebih pendek beberapa milidetik dibanding sebelumnya.

Kecepatan sudut bumi terus meningkat, sementara faktor konkrit dari perubahan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Dan dari hasil pengamatan terkait, bisa kita rasakan, bahwa kecepatan rotasi Bumi antara Januari dan Februari adalah kecepatan yang paling lambat. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular