Mobil ‘Lengket’ Google Menyelamatkan Korban Saat Kecelakaan

591
mobil tanpa sopir
Mobil driverless Google dipajang di markas besarnya di Mountain View (Foto: AFP)

Google mengatakan mobil driverless (tanpa sopir) berkali lipat lebih aman dibanding manusia, secara dramatis memotong jutaan kematian di jalan raya yang terlihat setiap tahun. Namun itu tidak berarti mereka tidak akan pernah menabrak seseorang, pada waktu kecelakaan mungkin tidak dapat dihindari, atau pejalan kaki bisa terpental di depan kendaraan.

Kabarnya kini Google telah mematenkan desain untuk lapisan lengket di depan mobil yang akan melindungi pejalan kaki ketika mereka tertabrak.

Paten, yang diberikan minggu ini, bertindak seperti flypaper (lem lalat): sebagai ganti agar tubuh  tidak memantul dari mobil dan mengakibatkan cedera lebih lanjut ketika mereka tertabrak, karena mereka akan tetap menempel pada kendaraan sampai kendaraan dapat memperlambat dan menghentikannya.

Dalam patennya menjelaskan, “Saat terjadi tabrakan antara kendaraan dan pejalan kaki, cedera pejalan kaki sering kali disebabkan tidak hanya oleh adanya dampak awal dari kendaraan dengan pejalan kaki, tetapi juga oleh dampak sekunder berikutnya antara pejalan kaki dengan permukaan jalan atau obyek lainnya.”

mobil driverlles google
Pejalan kaki akan menjadi terpaku pada kendaraan setelah kecelakaan

Lapisan perekat akan menutupi seluruh badan depan mobil, tapi bahan itu sendiri di bawah lapisan khusus hanya akan aktif pada saat terjadi tabrakan, hal ini untuk mencegah serangga, daun dan kotoran burung menjadi terjebak menempel pada mobil.

Armada Google sebanyak 57 mobil tanpa sopir telah berjalan lebih dari 1,5 juta mil (2,4 milyar km), dan telah terlibat dalam beberapa tabrakan, namun sebagian besar adalah pengemudi lain yang menabrak kendaraan.

Perusahaan menargetkan tahun 2020 sebagai target bagi mereka membuatnya tersedia untuk masyarakat umum, meskipun mereka masih memiliki beberapa tantangan secara teknis dan hukum untuk diatasi.

Apple, Tesla, Uber dan lain-lain semua terlibat dalam penelitian mobil driverless, dan beberapa uji coba dilakukan di Inggris. Anggota masyarakat sekarang dapat mendaftar untuk uji coba pertama di London. (ran)