JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai sanski yang dijatuhkan oleh pemerintah kepada maskapai Lion Air masih terlalu ringan. Oleh karena itu, Kemenhub disarankan agar memperberat maskapai yang sebelumnya selalu terjerat persoalan delay penerbangan.

Sebelumnya Kemenhub telah menjatuhkan sanksi bagi PT Lion Group berupa tak diberikan izin rute baru selama 6 bulan. Sanksi lainnya adalah penghentian kegiatan pelayanan penumpang dan bagasi atau ground handling hingga waktu yang tidak ditentukan.

Beragam kesalahan mulai menurunkan penumpang penerbangan internasional Lion Air JT 161 Singapura-Jakarta di Bandara Seokarno Hatta, Selasa (10/5/2016) pada jalur kedatangan domestik hingga mogok massal pilot hingga menyebabkan delay parah menjadi dasar dijatuhkan sanksi oleh Kemenhub.

“YLKI mengapresiasi sanksi yang dijatuhkan oleh Kemenhub pada Lion. Walau sanksi itu masih terlalu ringan,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Menurut Tulus, sanksi yang dijatuhkan Kemenhub terhadap maskapai berlambangkan Singa tersebut hanya beraifat teknis dan kasuistik. Seharusnya, lanjut Tulus, sanksi terhadap Lion Air harus berdimensi akumulatif, karena terbukti pelanggaran demi pelanggaran dilakukan Lion Air, beberapa tahun terakhir ini.

Sebagaimana diketahui, kesalahan menurunkan penumpang internasional oleh pihak PT Lion Air Group justru tak diketahui secara langsung oleh pihak Kementerian Perhubungan melalui petugas mereka di Bandara. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah seorang penumpang membeberkan kejanggalan ini di akun media sosial.

Lebih jauh Tulus menuturkan sanksi tersebut seharusnya jadi momen bagi Lion untuk memperbaiki performa kinerjanya dan meningkatkan pelayanan pada konsumen. Akan tetapi dalam perkembangannya, Lion Air justru melawan keputusan Kemenhub dan akan memperkarakan ke meja hijau.

“Bukan malah melakukan perlawanan hukum yang justru akan menjadi kampanye negatif bagi konsumen. Sikap Lion semacam itu justru akan menjadi pemicu bagi konsumen untuk memboikot Lion,” pungkasnya. (asr)

Share

Video Popular