BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM menganalisa banjir bandang dan gerakan tanah di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna di sekitar Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Minggu (15/5/2016).

Melansir dari situs resminya, PVMBG merilis jenis bencana yang terjadi di Sibolangit adalah bencana berupa banjir bandang dan gerakan tanah yang terjadi pada aliran Sungai Sinembah yang membentuk Air Terjun Dua Warna atau juga dikenal Air Terjun Telaga Biru dengan ketinggian air terjun sekitar 75 meter.

Secara keseluruhan jumlah korban mencapai 78 orang tediri korban selamat sebanyak 57 orang, korban meninggal dunia 16 orang sudah diidentifikasi, dan yang belum ditemukan atau hilang sebanyak 5 orang masih dalam pencarian.

Analisa geologi terkait kondisi daerah bencana secara umum lokasi banjir bandang dan gerakan tanah berupa perbukitan terjal dan hutan tropis yang berada di kaki Gunung Sibayak dengan elevasi di atas 1400 meter dari permukaan laut.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Medan, Sumatera (Cameron, dkk., P3G, 1982), daerah bencana tersusun oleh andesit, dasit dan piroklastika dari Satuan Sibayak (Qvba). Batuan ini umumnya keras, kompak, tidak poros, dan tidak mudah lapuk sehingga tanah pelapukannya relatif tipis.

Catatan lembaga yang berkantor di Bandung ini, berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Mei 2016 di Provinsi Sumatera Utara (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona potensi gerakan tanah Menengah-Tinggi.

Menurut PVMBG, artinya daerah yang mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Sedangkan faktor penyebab terjadinya banjir bandang adalah hujan yang turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama di daerah hulu sebelum kejadian banjir bandang. Faktor lainnya adalah kemungkinan adanya pembendungan material longsor ke dalam alur sungai

Berdasarkan kejadian di Air Terjun Dua Warna, PVMBG merekomendasikan  kepada masyarakat untuk menghindari beraktifitas tepat di bawah tebing air terjun terutama pada bagian yang terdapat alur air terjun.

Tak hanya itu, masyarakat juga agar waspada jika mengetahui adanya material longsor atau lahar dingin yang membendung alur sungai/bendung alam dan agar dilakukan pembobolan bendung alam tersebut secara perlahan.

Jika masyarakat mengetahui adanya gejala longsor dan banjir bandang tersebut agar melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat. Atas peristiwa ini direkomendasikan agar meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai daerah rawan longsor dengan memasang rambu-rambu peringatan rawan longsor sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah. (asr)

Share

Video Popular