Oleh Ye Feng

Hingga 16 Mei 2016, media Minghui sudah menerima salinan surat tentang pengajuan proses peradilan yang berisikan 208 kasus penganiayaan dari 104 orang praktisi dan atau keluarga yang sudah diterima oleh Kejaksaan, Pengadilan di Tiongkok.

Selama 17 tahun Jiang Zemin bersama kelompoknya menganiaya Falun Gong, para praktisi selain difitnah, dibohongi, juga mengalami penyiksaan dengan alat, dipaksa berkerja dalam kamp-kamp bahkan banyak yang diambil secara paksa organ tubuh mereka.

Menurut data yang terkumpul di media Minghui, para praktisi yang tewas akibat penganiayaan dan pengambilan paksa organ tubuh sudah mencapai 3.995 orang. Namun demikian, angka tersebut hanyalah ujung kecil dari sebuah gunung es.

Daftar pelanggaran yang dilakukan oleh Jiang Zemin

1. Melanggar hukum internasional dan ketentuan masuknya Tiongkok menjadi anggota perjanjian internasional yang sudah diakui sebagai hukum pidana internasional.

Tersangka Jiang Zemin untuk mencapai tujuannya dalam membasmi Falun Gong, memperlakukan komunitas Falun Gong Tiongkok dengan tindakan ala terorisme dan genosida dengan cara menghilangkan fisik praktisi melalui pembunuhan, mengijinkan pelaku yang menyiksa praktisi Falun Gong sampai tewas. Bila praktisi tewas maka kejadian dapat dianggap sebagai akibat tindak bunuh diri, dan pelaku akan dibebaskan dari tuntutan hukum. Jenasah praktisi dapat langsung dikreamasikan tanpa perlu dilakukan autopsi.

Tiongkok sudah menyetujui Konvensi Genosida (Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide) dan Konvensi PBB Menentang Penyiksaan (United Nations Convention against Torture). Karena itu, Jiang Zemin sebagai pemimpin Partai Komunsi Tiongkok/ PKT wajib untuk mempertanggung jawabkan semua tindakan pelanggaran hukum internasional pada masa kepemimpinannya.

2. Melanggar konstitusi.

Jiang Zemin melanggar Pasal 36 Konstitusi yang mengatur hak kebebasan warga negara dalam berkeyakinan. Melanggar Pasal 35 yang mengatur hak kebebasan berbicara. Melanggar Pasal 37 yang mengatur hak atas kebebasan individu. Melanggar Pasal 38 yang mengatur tentang martabat manusia, menghuna, menfitnah dan menuduh warga melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan  kebenaram.

3. Melanggar hukum pidana.

Pasal 238 : Penahanan secara ilegal.

Pasal 239 : Penculikan.

Pasal 246 : Penghinaan, fitnah.

Pasal 248 : Penganiayaan terhadap tahanan.

Pasal 251: Perampasan secara ilegal kebebasan beragama warga.

Pasal 254: Pembalasan dendam terhadap orang lain yang diperkirakan dapat mengancam reputasi.

Pasal 397 : Penyalahgunaan kekuasaan.

Pasal 399 : Penegakan hukum yang pilih kasih.

4. Melanggar hukum acara pidana.

Ketentuan yang relevan dengan Pasal No. 11, 14, 56, 57, 58, 59 dan No.183. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular