Tiga planet mirip Bumi di atas orbit sebuah bintang yang diduga memiliki kehidupan dan air telah ditemukan. Hal ini berdasarkan pernyataan para astronom, pada Senin (2/5/2016) seperti dilansir dari USA Today.

Dari sisi ukuran dan suhu, planet-planet ini sangat mirip dengan Bumi dan Venus, dan kemungkinan bisa menemukan bentuk kehidupan di luar tata surya kita. Laman di jurnal “Nature” Inggris, yang dipublikasikan pada Senin (2/5/2016) lalu menyebutkan, bahwa ketiga planet memiliki ruang lingkup yang cocok untuk mempertahankan kondisi air dan suhu kehidupan.

Orbit ketiga planet ini mengelilingi sebuah bintang cebol “super dingin” yang berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi (sekitar 240 triliun mil). Atau dalam skala astronomi, galaksi kita melintang sekitar 100,000 tahun cahaya, dimana jarak ini tergolong sangat dekat dalam satuan astronomi.

Karena planet-planet ini berada di luar tata surya, sehingga secara teknis mereka disebut “exoplanets.”

“Ini benar-benar sebuah pertukaran/pergantian paradigma atas sejumlah besar planet dan jalan kehidupan yang ditemukan di alam semesta,” kata Emmanuël Jehin, co-penulis studi dan astronom dari University of Liège, Belgia.

Planet-planet tersebut ditemukan tim gabungan yang dibentuk astronom internasional dari MIT, NASA, University of California, San Diego dan University of Liege serta lembaga internasional lainnya. Para astronom menemukan bintang yang sekarang disebut TRAPPIST-1 itu menggunakan Belgian TRAPPIST telescope, sebuah teleskop yang terletak di Observatorium La Silla, Chile. Bintang seukuran Jupiter yang terletak di konstelasi Aquarius ini hanya seper-delapan ukuran-nya matahari, dan suhunya juga jauh lebih rendah.

Teleskop itu berhasil mendeteksi tiga planet itu dengan melacak jumlah cahaya yang dipancarkan oleh bintang dan kedipan cahaya yang terjadi ketika planet-planet itu melintasi bintang tersebut.

Planet-planet tersebut berputar mengelilingi bintang sekitarnya sehingga menghalangi cahaya yang dipancarkan oleh bintang, karena itu, planet yang baru ditemukan itu hanya bisa dideteksi melaui cahaya redup dari bintang tersebut.

Selain dengan TRAPPIST, pengamatan juga dilakukan dengan instrumen HAWK-I yang dipasang pada teleskop 8 meter, Very Large Telescope, di ESO. Analisa dari hasil pengamatan memperlihatkan kalau ketiga planet bari di TRAPPIST-1 itu memiliki ukuran yang mirip dengan Bumi.  Planet TRAPPIST-1b dan 1c menyelesaikan orbitnya hanya dalam 1,5 dan 2,4 hari sedangkan TRAPPIST-1d butuh waktu yang lebih panjang antara 4,5 – 73 hari.

Kala revolusi yang sedemikian singkat dari planet-planet tersebut mengindikasi jaraknya yang juga sangat dekat dengan bintang induknya. Setidaknya planet-planet ini 20 – 100 kali lebih dekat ke bintang induknya TRAPPIST-1 dibanding Bumi – Matahari. Bahkan sistem planet TRAPPIST-1 ini lebih mirip Jupiter dan satelit-satelitnya dibanding Matahari dan planet pengiringnya.

Jarak ketiga planet ke bintang induknya juga jauh lebih dekat dibanding jarak Merkurius ke Matahari. Planet TRAPPIST-1b menjadi planet yang berada paling dekat dengan bintang pada jarak 0,01 AU atau hanya 1,6 juta km. Tak jauh dari TRAPPIST-1b, ada planet kedua TRAPPIST-1c pada jarak 0,0152 AU atau 2,28 juta km. Sedangkan TRAPPIST-1d, si planet ketiga di sistem ini diperkirakan berada pada jarak 0,058 AU atau 8,7 juta km.

Meskipun bintang-bintang itu begitu dekat dengan Bumi, namun, karena terlalu gelap, terlalu merah, sehingga tidak bisa diamati dengan mata telanjang bahkan tidak bisa dilihat dengan teleskop amatir ukuran besar sekalipun. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular