JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah isu bahwa selaku Mendagri memerintahkan kepada daerah untuk mencabut Peraturan Daerah (Perda) tentang  larangan peredaran minuman keras (miras). Terkait hal ini, Tjahjo menuturkan justru meminta kepada pemerintah daerah untuk mempertegas pelarangan Miras.

“Saya pertaruhkan kalau saya sampai melarang Perda Pelarangan Minuman Keras. Itu berita fitnah,” kata Tjahjo, di Semarang, Sabtu (21/5/2016) lalu.

Menteri Tjahjo menuturkan dia selaku Mendagri justru meminta kepada pemerintah daerrah konsisten menerapkan peraturan daerah (perda) pelarangan minuman keras/beralkohol (miras). Pasalnya, peredaran minuman keras sudah membahayakan masyarakat dan generasi muda secara khusus.

Menurut dia, perda yang sudah ditetapkan tersebut semestinya sudah harus secara benar diterapkan dan serta konsisten berbagai cara pencegahannya. Tak hanya dicantumkan dalam Perda, Menteri Tjahjo menuturkan kepada aparat daerah untuk konsisten menerapkan apalagi miras merupakan pemicu kejahatan.

Tjahjo kembali menegaskan agar isu pemberitaan mengenai Kemendagri memerintahkan untuk mencabut Perda Miras harus diluruskan. Sebenarnya dalam kasus ini, Kemendagri hanya mengingatkan relatif banyak Perda Miras yang masih tumpang-tindih, kemudian Kemendagri meminta daerah yang bersangkutan untuk mensinkronkannya kembali.

Perda miras itu, kata Tjahjo, harus memuat klausul tentang larangan pembuatan miras. Tak sebatas pelarangana selanjutnya diatur mengenai penjualannya di daerah agar lebih diperketat sehingga tak sembarangan beredar. (Kemendagri/asr)

Share

Video Popular