Oleh: Nick Fuller

Berat hati seorang manusia dewasa sekitar satu setengah kilogram, yang membuatnya menjadi salah satu organ terbesar dalam tubuh. Hati bertanggungjawab atas berbagai fungsi, seperti membantu memecahkan lemak, karbohidrat dan protein menjadi zat tubuh yang bermanfaat. Hati bertindak sebagai unit penyimpanan untuk zat tersebut (termasuk vitamin dan mineral) dan memasoknya ke dalam tubuh bila dibutuhkan. Misalnya, ketika kadar gula darah turun, hati akan melepaskan karbohidrat yang disimpannya (glikogen) untuk memperbaiki masalah tersebut.

Hati juga metabolisme racun menjadi zat yang tidak berbahaya atau dengan cara mengeluarkan zat beracun dari tubuh. Iklan produk obat yang cerdik telah menggiring kita untuk memercayai bahwa makanan tertentu mengandung racun, oleh karena itu kita mengurangi makanan tertentu tersebut dan mengonsumsi produk yang dijual bebas di pasaran yang diiklankan pasti akan “membersihkan racun” hati.

Dapatkah hati ‘dibersihkan dari racun’?

Kita telah salah paham bahwa kita dapat “membersihkan” tubuh dengan menjalani diet “yang mengeluarkan racun”.

Ini adalah kekeliruan besar. Untuk menjelaskan proses pengeluaran racun dari tubuh, pertama-tama kita harus mengerti apakah toksin itu.Toksin adalah zat berbahaya yang berasal dari lingkungan yang masuk ke dalam tubuh. Contohnya termasuk karbon monoksida dari kendaraan bermotor, bisfenol A (BPA) akibat penggunaan plastik, dan logam berat seperti timbal dan merkuri. Obat dan racun juga termasuk toksin.

Namun, suatu zat akan menjadi racun berdasarkan jumlah yang kita telan. “Detoksifikasi” (pengeluaran racun) diperlukan ketika seseorang dirawat di rumah sakit karena memiliki racun dalam kadar yang membahayakan jiwanya.

Hati bekerja untuk menghilangkan zat yang tidak diinginkan dalam tubuh melalui tinja dan urin. Zat tersebut adalah produk sampingan yang beracun akibat proses metabolisme makanan. Misalnya, jumlah protein yang berlebihan adalah berbahaya untuk hati.

Banyak produk yang dijual bebas di pasaran diiklankan dapat “membersihkan toksin” dari hati. Tapi apakah hati benar-benar memberi respons terhadap produk yang dijual bebas di pasaran yang diiklankan pasti akan “membersihkan toksin” dari hati?

Sebagian besar produk ini mengandung bahan aktif dari silybum marianum (dikenal sebagai milk thistle) dan taraxacum officinale (dikenal sebagai dandelion). Banyak formulasi juga mengandung bahan lain seperti selenium, fosfatidilkolin, asam amino, daun artichoke, daun teh hijau dan akar kunyit.

Beberapa perusahaan memproduksi berbagai produk detoks hati atau membersihkan hati dengan berbagai komposisi jumlah dan bahan. Tapi sekuat apakah bukti yang menunjukkan bahwa bahan aktif ini benar-benar membantu memperbaiki hati?

Milk thistle

Ekstrak milk thistle (standar 80% silymarin) adalah ramuan yang paling umum dipasarkan yang diiklankan pasti untuk “detoksifikasi” hati. Silymarin adalah bahan aktif dalam milk thistle. Penggunaan milk thistle untuk pengobatan berbagai penyakit mengacu pada temuan Dioscorides, dokter Yunani abad pertama.

Dalam masa yang lebih baru, milk thistle telah digunakan untuk mengobati penyakit hati. Namun karena sebagian besar penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian yang berkualitas rendah, maka khasiatnya konon masih dipertanyakan.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan milk thistle (biasanya disertai dengan zat lain) bermanfaat untuk memperbaiki kadar kolesterol darah, memperbaiki resistensi insulin dan penanda adanya peradangan dalam tubuh. Namun, tak ada bukti yang menunjukkan milk thistle berkhasiat untuk “mendetoksifikasi” hati – seperti yang diiklankan.

Dandelion

Penggunaan terapi dandelion untuk gangguan hati dan limpa mengacu pada temuan abad kesepuluh. Sejak itu, penggunaan dandelion telah diuji apakah berkhasiat untuk berbagai penyakit. Tapi terdapat bukti yang bertentangan, atau karena rancang penelitian yang buruk dengan hasil yang tak dapat dibandingkan.

Sebagian penelitian untuk menyelidiki kemanjuran dari ekstrak bunga ini hanya telah diuji pada binatang. Mirip dengan ekstrak milk thistle, tak ada bukti yang menunjukkan dandelion membantu menghilangkan racun dari hati atau detoksifikasi hati.

Hati yang sehat

Untuk memiliki hati yang berfungsi dengan baik, Anda hanya perlu makan makanan yang sehat dan membatasi konsumsi zat, seperti alkohol, yang mengakibatkan hati bekerja lebih keras. Konsumsi salah satu makanan tertentu secara berlebihan akan meningkatkan beban pada hati.

Oleh karena itu, diet sehat yang seimbang yang berdasarkan pedoman nasional adalah”pembersihan” hati yang terbaik , daripada menghabiskan uang untuk membeli produk yang dijual bebas di pasaran yang diiklankan pasti untuk “detoksifikasi” atau “menyembuhkan” fungsi hati tanpa didukung oleh literatur ilmiah.

Obat pendamping sangat laku dijual di dunia. Badan pemerintah harus terus mendukung perusahaan untuk melakukan penelitian yang inovatif untuk membuktikan kebenaran iklan atas produknya. Perusahaan harus transparan dalam mempromosikan dan membuktikan bahwa iklan produknya adalah benar sehingga konsumen tahu untuk apa mereka menghabiskan uangnya dari sudut pandang khasiat dan keamanan produk.

Bukti untuk menyetujui zat yang digunakan tidak dapat disamakan dari suatu produk dengan produk lain, karena bukti yang mendukung salah satu produk tersebut terdiri dari kombinasi bahan dan dosis yang unik. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular