Pejabat berwenang dari Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada 24 Mei membenarkan bahwa insiden pelarian sejumlah staf restoran milik Korea Utara yang berada di Tiongkok kembali terjadi. Media Korea Selatan melaporkan, mereka sekarang sudah berada di Thailand menunggu  diterbangkan ke Korea Selatan.

Yonhap mengutip ucapan sumber dari Utara menyebutkan bahwa mereka yang berhasil melarikan diri dari tempat kerja pada 16 Mei itu mungkin adalah para staf dari sebuah restoran Korut yang berlokasi di kota Xi’an, Propinsi Shaanxi. Mereka tiba di Thailand pada Kamis (19/5/2016) yang lalu, melalui perjalanan darat, dan sekarang sedang menunggu jadwal diterbangkan ke Korea Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Cho June-hyuck dalam konperensi pers reguler pada hari yang sama membenarkan adanya kejadian tersebut, meskipun ia menolak untuk mengungkap secara spesifik tentang keberadaan mereka.

Cho June-hyuck mengatakan, pelarian staf restoran dihitung dari jumlahnya yang terjadi bulan lalu termasuk yang paling banyak. Karena itu pemerintah memandang perlu untuk mengungkap hal-hal yang terkait. Meskipun pelarian yang terjadi kali ini ada perbedaan, namun pemerintah sudah menanganinya sesuai kelaziman.

Pada April tahun ini, 13 orang staf restoran Korut yang berlokasi di kota Ningbo membelot ke Korea Selatan. Sejak insiden itu, rezim Korut meningkatkan pengawasan terhadap staf restoran mereka yang bekerja di luar negeri. Selain itu, sejumlah staf restoran yang bekerja di luar negeri ditarik pulang ke Korea Utara. Namun dalam kondisi demikian pun berita pelarian masih acap kali terdengar.

Media Korea Selatan JoongAng Ilbo mengutip ucapan dari pejabat diplomat Korea Selatan yang asal pembelot memberitakan bahwa, Wakil Ketua Institut Strategi Keamanan Nasional Koreaa Selatan Ko Young-hwan mengatakan, tren pembelotan sedang terjadi melibatkan para eksekutif diplomat Korut, perwakilan perusahaan perdagangann Korut yang ditempatkan di luar negeri sampai staf restoran Korut. Hal ini menunjukkan ketidakpastian pemerintah Kim  Jong-un terus meningkat.

Profesor Universitas Korea Nam Sung-wook juga mengatakan bahwa pemerintah Korut telah menyita paspor para staf restoran. Dalam kondisi seperti ini, memang pembelotan menjadi semakin  sulit. Jika benar, maka itu berarti bahwa sanksi berat kepada Korut bisa memicu gelombang warga meningggalkan Korut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular