Oleh: Chen Gang

Selama beberapa dekade ini, tidak ada yang berani menarik kesimpulan, apakah kapal Titanic tenggelam karena bertabrakan dengan gunung es?

Terkait sebab tenggelamnya kapal Titanic yang sebenarnya adalah fokus yang terus ditelusuri dan dipelajari hingga kini oleh para ilmuwan.

Pada Maret 1912 silam, sebuah perusahaan pelayaran White Star dari Inggris ketika itu berinvestasi membuat kapal terbesar dan paling mewah yakni kapal Titanic. Kapal yang diklaim sebagai kapal anti tenggelam dan terbesar di dunia,  berbobot 46.328 ton dengan displacement mencapai 66,000 ton ini adalah satu-satunya kapal penumpang di dunia yang bobotnya lebih dari 40,000 ton. Namun, tak disangka kapal super mewah ini akhirnya tenggelam di Samudera Atlantik Utara pada 15 April 1912 silam.

Pada hari ke-5 pelayarannya dari dermaga pelabuhan Southampton, Inggris, tepatnya pada malam 14 April 1912, ketika itu, “Titanic” berlayar dengan kecepatan 23 knot. Di atas Samudera Atlantik, atau pada jam 11:40 malam. Saat itu, “Titanic” tiba-tiba menabrak gunung es, dan menimbulkan dentuman yang keras. Tak lama kemudian, badan kapal mulai berguncang, segala macam barang di dalam kapal jatuh berserakan di geladak kapal. Terdengar jeritan panik para penumpang bercampur dengan suara pecahan kaca. Suasana di dalam kapal Titanic dipenuhi dengan kepanikan. Di koridor, geladak dan tangga kapal, disesaki dengan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri, dan seketika suasana di dalam kapal pun hingar bingar dan kacau karena kepanikan penumpang.

Pada jam 00:15 dini hari, Titanic mengeluarkan sinyal SOS marabahaya. 30 menit kemudian, tepatnya pada jam 00:45, sekoci mulai diturunkan. Kondisi para penumpang yang nyaris gila karena panik itu bergegas naik ke sekoci. Namun, permintaan melebihi pasokan, karena sekoci yang tersedia di atas kapal “Titanic” hanya ada 20 unit, lalu para pria memutuskan untuk lebih dulu menyelamatkan kaum perempuan dan anak-anak ke sekoci. Sementara mereka tetap tinggal di atas kapal yang akan segera tenggelam. Demikian juga dengan kapten kapal Edward Smith, dan laki-laki lainnya tetap tinggal di atas kapal, siap mati atau hidup bersama dengan Titanic.

Pada jam 02:20 dini hari, Titanic yang diklaim sebagai “kapal anti tenggelam” itu pun akhirnya kandas dan karam di dasar Samudera Atlantik bersama dengan 1513 penumpang beserta awaknya. Dari atas permukaan laut tampak sebuah pusaran yang besar, namun, hilang tak lama kemudian, lalu permukaan laut kembali tenang, seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu.

Pasca tenggelamnya kapal Titanic, dunia pun dibuat gempar olehnya, dan beragam dugaan pun muncul terkait sebab tenggelamnya kapal naas tersebut, salah satu yang paling terkenal adalah “kutukan mumi.”

Sekitar tahun 1900, arkeolog menemukan sebuah Sarcophagus (keranda) dari dalam makam kuno di Mesir, dan di  sarkofagus itu terukir mantera (kutukan) seperti ini, “Siapapun yang pernah menyentuh sarkofagus ini, pasti akan ditimpa musibah.”

Namun, arkeolog yang giat meneliti hal itu tidak peduli dengan isi dari mantera tersebut, dan bersikeras membuka sarkofagus itu, dan tampak sesosok mumi berusia ribuah tahun berbaring di dalamnya.

Sarkofagus tersebut kemudian dikirim ke Inggris ketika itu, dan dipamerkan di depan publik di British Museum. Tapi, tak lama kemudian, seorang anggota yang terlibat dalam arkeologi ketika itu tiba-tiba tewas sekembalinya ke Inggris. Belakangan arkeolog yang ikut dalam penggalian ketika itu satu demi satu meninggal dalam keadaan tidak jelas. Kemudian pihak museum memutuskan memindahkan sarkofagus itu ke tempat yang dirahasiakan, untuk menghindari kedatangan sejumlah besar pengunjung yang penasaran.

10 tahun kemudian, seorang pengusaha asal Amerika, meminta pihak museum menjual sarkofagus berikut mumi itu kepadanya. Akhirnya, pengusaha kaya ini mendapatkan keinginannya, membeli sarkofagus berikut mumi itu. Ketika ia hendak mengirim mereka (sarkofagus dan mumi) itu ke AS, kebetulan ia mengetahui kapal Titanic akan melakukan pelayaran perdananya. Ia lalu mengirim sarkofagus dan mumi itu melalui kapal Titanic. Ketika itu, tak seorang pun yang memperhatikan hal itu, kalimat terakhir dari mantra di sarkofagus itu adalah “Siapapun yang pernah menyentuh sarkofagus ini akan ditimpa musibah, akan ditelan oleh air laut.”

Lantas, apa benar tenggelamnya Titanic itu karena kutukan dari Mumi?

Tentu saja ini hanya dugaan. Banyak faktor yang menyebabkan tenggelamnya Titanic. Setiap ada kesimpulan yang baru dipastikan akan membuat heboh. Namun, seiring dengan terus terungkapnya misteri terkait, justru membuat orang-orang semakin bingung, dan semakin tidak tahu faktor apa sebenarnya yang membuat kapal super mewah dan terbesar ketika itu kandas dan tenggelam di dasar Samudera Atlantik. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular