Toyota Motor Corp asal Jepang dan DEKA, perusahaan yang didirikan oleh seorang penemu dan pengusaha asal Amerika, Dean Kamen mengumumkan sebuah program kerjasama yang baru, berkolaborasi merampungkan proyek iBOT yakni “kursi roda pintar” yang dapat menyokong para penyandang cacat menjadi lebih mandiri, dan mengubah pola penggunaan manual mereka.  “kursi roda pintar” (iBot) proyek, demikian dilansir dari laman zdnet.com.

Pekan lalu, dua produsen mobil ini dan lembaga penelitian terkait memanfaatkan momentum pertemuan tahunan Paralyzed Veterans of America’s 70th Annual Convention untuk memperkenalkan generasi terbaru dari kursi roda elektrik bernama iBOT.

Seperti yang ditunjukkan dalam tayangan video di bawah ini, iBOT digadang-gadang sebagai kursi roda revolusioner yang memiliki dua pasang roda. Kursi tersebut dapat di rotasi mengikuti gerak pengguna dan membantu saat berjalan dan menuruni tangga.

Perusahaan tersebut mengatakan iBOT bisa membantu pengguna turun naik tangga, kursi roda ini juga memungkinkan penggunanya untuk naik dari tempat duduk dengan ketinggian sekitar enam kaki. Selain itu,  kursi roda ini juga dapat bergerak melintasi berbagai medan.

Dalam rangka mendorong proyek tersebut, Toyota akan diberi wewenang oleh perusahaan DEKA untuk mengembangkan teknologi terapi rehabilitasi medis dan tujuan lain dari pengembangan teknologi yang seimbang, namun, perusahaan tetap akan mendiskusikan perincian rencana penyelesaian iBot.

Sejauh ini, dimana meskipun kursi roda yang paling canggih sekalipun yang kini beredar di pasar juga terhambat oleh sejumlah masalah, misalnya roda dan bingkai kaku yang menghambat pengguna menyusuri sepanjang jalan tertentu yang menanjak-menurun dan hambatan lainnya, sehingga hal ini cukup menyulitkan aktivitas sehari-hari pengguna kursi roda.

Selain itu, jika tidak ada penyesuaian yang ideal di rumah, mungkin penyandang cacat akan mengalami kesulitan saat naik-turun tangga. Kini, kursi roda seperti iBOT ini hadir dengan inovasi terkait di atas, membantu mereka yang bermasalah secara fisik agar dapat beradaptasi dengan kehidupan/aktivitas sehari-hari tanpa banyak pembatasan lagi.

Banyak penataan kota dan lingkungan perkotaan dalam pembangunannya tidak mempertimbangkan kebutuhan pengguna kursi roda atau mereka yang bermasalah secara fisik, dan penyesuaian ini baru diterapkan di toko-toko atau fasilitas umum setelah sekitar satu dekade kemudian, namun, jalan ini masih panjang untuk dilalui terutama bagi para penyandang cacat.

“Perusahaan kami sangat fokus untuk memberikan solusi mobilitas bagi semua orang. Kami menyadari bahwa penting bagi kami untuk turut membantu orang-orang berkebutuhan khusus agar mereka dapat tetap terus berkontribusi,” kata Osamu Nagata, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Administrasi Toyota Motor Amerika Utara. (Jhon/asr)

Share

Video Popular