Coba simak kisah nyata pembalikan kemenangan dalam Perang Dunia II yang luar biasa. Pertempuran sengit itu terjadi pada 1942 antara Amerika Serikat dan Jepang. Setelah pertempuran dalam Perang Dunia II (selanjutnya disingkat PD-II) itu AS berhasil merebut inisiatif strategis serangan laut terhadap Jepang.

Perbedaan besar kekuatan militer antara AS dan Jepang

Ketika PD-II, dalam pertempuran di Midway pada 4 Juni 1942 atau 74 tahun silam, saat itu AL Jepang memiliki keunggulan absolut. Ketika itu, pihak Jepang memiliki 4 buah kapal induk yang langsung terlibat dalam pertempuran itu. Sedangkan pihak AS hanya tersedia 3 buah kapal induk, diantaranya ada satu kapal induk setengah rusak yang ikut dalam pertempuran. Pilot Jepang sangat berpengalaman dalam bertempur, tapi pilot AS kurang berpengalaman yang acap kali tidak menemukan sasaran di laut lepas.

Pesawat tempur Jepang berkecepatan tinggi dan mobilitasnya bagus, sedangkan torpedo yang dilontarkan oleh pesawat bomber AS tidak akurat. Dari sisi kualitas tentaranya yang berperang, para komandan Jepang adalah komandan-komandan yang berhasil dalam memimpin serangan mendadak ke Pearl Harbor. Kemampuan mereka tak perlu diragukan lagi. Oleh karena pasukan AS setelah peristiwa Pearl Habor baru menyatakan perang, untuk sementara itu pengalaman bertempur mereka dinilai kurang.    

Pihak Jepang memiliki 8 kapal induk, 23 kapal penjelajah, 11 kapal penempur. Armada gabungan Jepang memiliki kapal perang berjumlah 42 buah.

Pihak AS hanya memiliki 3 kapal induk, 8 kapal penjelajah, jumlah armada Pasifik AS hanya memiliki 11 kapal perang.

Keterangan foto:  Ada pepatah yang mengatakan: Perencanaan tergantung manusia, keberhasilan ada ditangan Tuhan. Artinya berhasil atau tidaknya sesuatu pada akhirnya tergantung pada kehendak-Nya. Ada banyak contoh peristiwa dalam sejarah menjelaskan perihal tersebut, segala peristiwa di dunia ini berhasil atau tidak semuanya ditentukan oleh takdir, barangkali inilah  yang disebut “Kehendak Ilahi.” (internet)
Keterangan foto: Ada pepatah yang mengatakan: Perencanaan tergantung manusia, keberhasilan ada ditangan Tuhan. Artinya berhasil atau tidaknya sesuatu pada akhirnya tergantung pada kehendak-Nya. Ada banyak contoh peristiwa dalam sejarah menjelaskan perihal tersebut, segala peristiwa di dunia ini berhasil atau tidak semuanya ditentukan oleh takdir, barangkali inilah yang disebut “Kehendak Ilahi.” (internet)
Pertempuran sengit itu terjadi pada 1942 antara Amerika Serikat dan Jepang. Setelah pertempuran dalam Perang Dunia II (selanjutnya disingkat PD-II) itu AS berhasil merebut inisiatif strategis serangan laut terhadap Jepang. (internet)
Pertempuran sengit itu terjadi pada 1942 antara Amerika Serikat dan Jepang. Setelah pertempuran dalam Perang Dunia II (selanjutnya disingkat PD-II) itu AS berhasil merebut inisiatif strategis serangan laut terhadap Jepang. (internet)

Kejadian tak diharapkan mempedayai pesawat pengintai Jepang

Dalam pertempuran antara kapal induk kala itu, fungsi pengintaian adalah sangat penting. Pesawat pengintai yang dapat menemukan terlebih dulu armada lawan maka bisa lebih awal mengirimkan pesawat bomber ke atas udara armada pihak lawan dan melakukan pengeboman terhadap armada lawan maka pihak pengebom akan mudah meraih kemenangan.

Pada 4 Juni 1942 pukul: 4:30 pagi hari komandan Jepang yang sangat berpengalaman mengirimkan kelompok pesawat penyerang gelombang pertama dari 4 kapal induk Jepang yakni “Akagi”, “Kaga”,“Hiryu”dan “Soryu”, membawa bom berhulu ledak tinggi untuk menyerang Midway. Setelah kelompok pesawat penyerang gelombang pertama berangkat, orang Jepang segera memerintahkan kelompok pesawat penyerang gelombang kedua untuk dimuati bom torpedo dan siap menunggu perintah selanjutnya di atas dek kapal, serta mengirimkan 7 pesawat pengintai untuk mencari keberadaan kapal induk AS. Berancang-ancang menghancurkan kapal induk AS dengan terpedo.

Jika tidak terjadi kecelakaan, semestinya pesawat pengintai jenis “Chikuma” Jepang akan terbang melintas di atas armada gabungan khusus ke 17 AS dan menemukan armada AS. Namun sepertinya ‘kehendak Ilahi’ memperdayai AL Jepang. Salah satu motor penggerak pesawat pengintai itu terjadi kerusakan dan terbang kembali di tengah perjalanan dan tidak melanjutkan pengintaiannya. Hal ini membuat armada gabungan khusus ke 17 AS terhindar dari nasib sial ditemukan oleh pesawat pengintai Jepang. Dan dua pesawat pengintai Jepang yang berada di atas kapal penjelajah “Tone” Jepang, kebetulan karena alat peluncur terjadi kerusakan maka terlambat setengah jam untuk start maka itu hingga pukul 7:15 masih tetap belum menemukan armada AS.  

Kebetulan demi  kebetulan pasukan AS

Letjen Nagumo  Jepang berpendapat bahwa jika di sekitar tidak terlihat keberadaan kapal induk AS maka seharusnya melancarkan pengeboman gelombang kedua terhadap Midway. Kemudian, pada pukul 7:15 ia memberikan perintah kepada pesawat-pesawat di atas kapal induk “Akagi” dan “Kaga” yang sudah diperlengkapi dengan bom torpedo, melepaskan torpedo untuk diganti dengan bom berhulu ledak tinggi. Perlu diketahui bahwa torpedolah yang bisa menghadapi kapal perang sedangkan bom berhulu ledak tinggi hanya digunakan untuk mengebom daratan/ pulau. Seandainya saat itu muncul kapal perang musuh, bom berhulu ledak tinggi jelas tidak efektif.

Menunggu sampai pesawat pengintai di kapal penjelajah “Tone” yang terlambat setengah jam keberangkatannya itu menyelesaikan tugas pengintaian berbentuk lengkung berjarak 500 km dan ketika pesawat itu siap-siap untuk kembali mendadak menemukan kapal perang AS, mengirimkan laporan darurat “sepertinya mengawal kapal induk.” Saat itu sudah sekitar pukul 8:20.

Karena itu, Letjen Nagumo memerintahkan untuk segera menghentikan memasang bom di pesawat dan diganti dengan torpedo, ia berencana melancarkan serangan torpedo terhadap armada AS. Maka situasi di atas dek kapal induk Jepang menjadi kacau-balau. Demi mengejar waktu, bom yang sudah dilepaskan diletakkan menumpuk di atas dek. Bom yang diletakkan menumpuk di atas dek, seandainya terkena serangan musuh maka akan berakibat fatal.

Pada pukul 8:30, kelompok pesawat tempur Jepang gelombang pertama yang menyerang Midway sudah terbang kembali di atas armada Jepang, membutuhkan segera mendarat di atas kapal induk. Menunggu selesainya pendaratan kelompok pesawat yang terbang kembali itu sudah pukul 9:18, peluang menyerang pun tertunda.

Pada pukul 9:25 –  10:00, 41 buah pesawat tempur dari 3 kapal induk AS yang dikirimkan untuk melancarkan serangan terpedo, sudah berturut-turut tiba di atas udara armada Jepang dan melepaskan torpedo mereka ke kapal Jepang, namun tingkat kejituan tentara AS yang kurang pelatihan itu buruk sekali sehingga tidak ada satu pun terpedo yang mengenai sasaran.

Itu sebabnya, sepertinya Tuhan telah mengulurkan tangan membantu orang Amerika. Pada pukul 10:24, sebanyak 32 buah pesawat Dive Bomber tipe “Fearless” terbang dari USS Enterprise CV-6, terbang tiba di atas udara armada Jepang. Saat itu kapal induk Jepang kebetulan sedang berbalik arah siap menerbangkan pesawat-pesawat mereka yang berada di atas kapal, maka berada dalam posisi tidak berdaya yang sangat mudah diserang. Pesawat-pesawat AS justru tiba disaat kesempatan yang paling bagus yakni armada Jepang tidak bisa memberikan serangan balasan. (lin/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular