Dengan melimpahnya materi (makanan) di era sekarang, dimana jika tidak hati-hati dan makan berlebihan, maka tetap saja akan mengalami gejala ketidakseimbangan nutrisi. Faktornya karena pola makan di luar masyarakat sekarang cenderung menunjukkan tren yang tinggi, tapi tidak diiringi dengan pola makan yang seimbang, misalnya makan terlalu banyak makanan berlemak, gula dan makanan tinggi kalori lainnya, sementara asupan vitamin dan mineral secara relatif tidak memadai, sehingga mudah terjebak dalam krisis “hidden hunger” (kelaparan tersembunyi).

Unsur nutrisi diperlukan agar tubuh dapat berkembang secara normal, dan memastikan tubuh mampu menjalankan fungsi penting fisiologisnya. Apabila terjadi ketidakseimbangan gizi atau kekurangan vitamin tertentu dan mineral yang mutlak dibutuhkan tubuh itu tidak memadai, maka akan sering mengalami gejala flu dan tidak mudah sembuh, serta kelelahan fisik dan gangguan (kesehatan) lainnya. Apabila selalu dalam kondisi “hidden hunger” dalam jangka waktu lama, imbasnya akan berefek buruk secara fisik.

Apa itu hidden hunger ?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kurangnya asupan nutrisi atau ketidakseimbangan itu sebagai “hidden hunger”. Istilah hidden hunger yang dimaksud disini bukanlah makna kelaparan secara harafiah yaitu kelaparan karena kurang makanan, melainkan karena kekurangan mineral dan vitamin atau zat gizi mikro. Gejala-gejala ini tidak mudah dideteksi, namun, apabila diabaikan, besar kemungkinan akan menjadi pembunuh yang mematikan terhadap kesehatan masyarakat.

Seseorang yang mengalami hidden hunger terkadang terlihat sehat tanpa ada gejala yang tampak sehingga penderita kurang memperhatikan akan hal ini.

Kedokteran modern menemukan bahwa sebesar 70% dari penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, obesitas, dan kurang sehat dan semacamnya itu berhubungan dengan ketidakseimbangan asupan nutrisi.

Faktor pemicu “hidden hunger ”

“Hidden hunger” mengancam 1/3 kesehatan penduduk dunia. Ada banyak faktor yang menyebabkan kelaparan tersembunyi, seperti misalnya dampak dari buruknya lingkungan alam, unsur nutrisi dalam produk pertanian yang menurun secara drastis ; pola makan yang tidak ideal (seimbang), besarnya tekanan dalam persaingan sosial, cepatnya irama hidup, tegang (situasi/lingkungan), depresi, stres berkepanjangan, berkurangnya rasa aman, semua gejala ini dapat menyebabkan tubuh mengikis sejumlah besar nutrisi, yang berdampak buruk pada kesehatan, demikian laporan PBB.

Hidden hunger yang paling umum ditemui meliputi, kekurangan zat besi, yodium, seng, vitamin dan mineral. Kurangnya vitamin A dalam jangka panjang, rentan membuat mata lelah, kering ; kekurangan vitamin B1 dapat memicu tidak terpusatnya konsentrasi, cemas, depresi dan daya ingat menurun ; kurangnya vitamin, mineral dalam jangka panjang juga berkemungkinan memicu timbulnya penyakit jantung dan kanker.

Gejala berikut ini adalah kekurangan zat yang Anda alami

  • Bau napas : Kurang vitamin B6, seng;
  • Gigi rapuh : Vitamin A, kalsium, zat besi;
  • Bibir kering dan mengelupas (kulit) : Kurang vitamin A, B2;
  • Anemia, tangan dan kaki dingin: Kurang vitamin B6, zat besi, asam folat;
  • Gampang lelah, lemah fisik : Kurang vitamin B1, B2, B6;
  • Rambut rontok dan ketombe berlebihan : Kurang vitamin A, B6, seng, kalsium;
  • Rambut kusam, bercabang : Kurang vitamin E, zat besi;
  • Mata panda (garis hitam di area sekitar mata) : Kurag vitamin A, C, E ;
  • Timbulnya patch (bintik-bintik di kulit wajah) dan melasma : Kurang vitamin C, E, asam folat;
  • Keriput dini : Kurang vitamin A, C, E, selenium;
  • Kulit kusam, tidak elastis : Kurang vitamin B1, B2;
  • Kulit kering, kulit kasar, pori-pori besar : Kurang vitamin A, B6, seng;
  • Mandeknya pertumbuhan : Kurang vitamin A, B1, B2;
  • Penglihatan buruk, takut cahaya (sensitif), mata kering : Kurang vitamin A, B1, B2, selenium;
  • Berkeringat tak normal atau keringat malam (keringat saat tidur) : Kurang vitamin D, kalsium, zat besi;
  • Lidah berwaran ungu kemerahan, peradangan pada sudut mulut : Kurang vitamin B3, B6.(Epochtimes/Jhn/YAnt)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular