Sejak divisi mobile Nokia diakuisisi Microsoft, tiga tahun sudah tidak terdengar lagi kiprah Nokia di pasar smartphone. Namun, seiring berakhirnya masa kontrak divisi mobile Nokia dengan Microsoft pada kuartal ketiga 2016.

Baru-baru ini, ada rumor yang mengatakan bahwa Nokia akan kembali ke pasar smartphone, dan akan berubah drastis 180 derajat, dengah merilis tiga model smartphone berbasis Android, tampaknya Nokia akan bangkit kembali di pasar smartphone tahun 2016 ini.

Nokia baru saja mengumumkan rencananya untuk kembali ke bisnis ponsel dengan memberikan lisensi merk dan kekayaan intelektual kepada perusahaan bernama HMD Global, yang akan memegang hak penjualan portofolio ponsel pintar dan tablet Nokia berbasis Android. Sementara CEO perusahaan baru tersebut adalah seorang mantan eksekutif Nokia sebelum perusahaan tersebut diakuisisi oleh Microsoft.

Menurut rumor yang beredar bahwa perusahaan tersebut berencana meluncurkan 3 model smartphone Nokia pada akhir 2016. Ponsel baru dengan brand Nokia ini berbeda ponsel sebelumnya. Smartphone yang baru ini tidak lagi menggunakan sistem Windows Phone Microsoft, tapi menggunakan sistem Android milik Google. Saat ini, pangsa pasar smartphone berbasis Android mencapai 80% secara global.

Menurut laporan, bahwa HMD menjanjikan untuk mengucurkan dana investasi sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun dalam kurun tiga tahun ke depan. Dana berasal dari investor dan penjualan produk. Sementara Nokia sendiri tidak akan memainkan peran penting dalam pengembangan produk baru.

Kerangka kerjasama keduanya meliputi beberapa bagian, HMD akan memegang kendali penuh atas penjualan, pemasaran, operasional dan distribusi perangkat Nokia. Sedangkan Foxconn International Holdings-FIH lebih berperan pada perakitan, tugas-tugas teknis, rantai pasokan dan pengembangan teknologi mobile.

Dengan kata lain, Nokia hanya akan berperan dari sisi desain dan lisensi merek, sementara untuk produksi dan penjualannya diserahkan kepada Foxconn yang berbasis di Taiwan. Sebelumnya, Nokia adalah produsen ponsel terbesar di dunia, namun, karena bangkitnya ponsel pintar, ditambah Nokia yang selalu berkutat dengan sistem operasi Symbian-nya, di mana meskipun ekspektasi pasar tidak terbatas.

Meski demikian, Nokia tetap tidak ingin meluncurkan smartphone berbasis Android, hingga akhirnya sang raja ponsel yang pernah menikmati masa jayanya itu pun gulung tikar, dan membiarkan pangsa pasar smartphone diduduki Samsung.

Meskipun Nokia berharap bisa bangkit kembali melalui sistem Windows Phone Microsoft, namun, karena lambatnya perkembangan sistem operasi Windows Phone, sehingga membuat Nokia terpuruk, hingga pada akhirnya menyebabkan divisi mobile Nokia diakuisisi oleh Microsoft. (Jhon/asr)

Share

Video Popular