JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengidentifikasi zat narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Menurut BNN narkoba tersebut adalah turunan dari mariyuana.

Kepala Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan,dua NPS yang berhasil diidentifikasi oleh BNN yaitu ADB-Fubinaca dan ADB-CHMINACA. “Berdasarkan hasil pemeriksaan balai laboratorium BNN kedua zat tersebut diketahui merupakan narkotika jenis cannabinoids synthetic,” katanya dalam rilisnya, Jumat (27/5/2016).

Efek samping yang pernah dilaporkan dari zat ADB-Fubinaca adalah kematian karena aterial thrombosis yang berkaitan dengan ADB-Fubinaca. Begitu pula dengan efek samping dari ADB-CHMINACA, dilaporkan adanya beberapa kematian dan kedaruratan terkait zat tersebut.

Hingga demikian hingga saat ini jumlah NPS yang sudah teridentifikasi di Indonesia adalah sebanyak 43 NPS, di mana baru 18 diantaranya yang telah diregulasi dengan Permenkes Nomor 13 Tahun 2014.

Seperti dilansir oleh UNODC melalui Early Warning Advisory (EWA) on New Psychoactive Substances, Vol. 7, pada Februari 2016, yang ditayangkan pada portal resmi www.unodc.org, situasi perkembangan NPS hingga Desember 2015 telah berhasil diidentifikasi sebanyak 643 NPS dari lebih 100 negara, dan yang terbanyak adalah sintetis dari Cannabinoid.

Saat ini NPS yang beredar di pasaran, zat utamanya banyak dimodifikasi dari struktur kimia Phenethylamine, synthetic cannabinoid, dan synthetic cathinones dalam berbagai bentuk dan jenis zat yang sama. (asr)

Share

Video Popular