Oleh: Lin Yan

Untuk pertama kalinya para ilmuwan menemukan lubang hitam dengan massa 100.000 kali dari massa matahari dan menyebutnya sebagai “Benih lubang hitam,” untuk mengungkap misteri pembentukan lubang hitam supermasif.

Saat ini ada dua teori lubang hitam yang mencoba menjelaskan faktor pembentukan lubang hitam supermasif dengan massa yang mampu mencapai miliaran bahkan lebih dari puluhan miliar massa-nya matahari. Pertama terbentuknya lubang hitam supermasif karena gabungan dari tabrakan bintang.

Kedua, tabrakan awan gas yang kemudian membentuk “benih lubang hitam,” benih ini terus tumbuh besar yang kemudian membentuk lubang hitam supermasif.

Fabio Pacucci, peneliti dari The Italian National Institute of Astrophysics (INAF) dan Scuola Normale Superiore di Pisa, Italia, menemukan lubang hitam tersebut dengan menggunakan data yang diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble, Chandra X-ray Observatory milik NASA dan Spitzer Space Telescope.

Artinya, para peneliti menemukan bahwa lubang hitam supermasif dapat terbentuk langsung dari terkonsentrasinya awan gas raksasa, melewati setiap langkah-langkah perantara. Kemudian secara bertahap lubang hitam ini tumbuh besar seperti benih tumbuhan lalu menjadi lubang hitam supermasif.

Sejumlah besar materi energi tinggi yang dimuntahkan lubang hitam supermasif di pusat galaksi IRAS F11119 + 3257.(Sumber:ESA/ATG)
Sejumlah besar materi energi tinggi yang dimuntahkan lubang hitam supermasif di pusat galaksi IRAS F11119 + 3257.(Sumber:ESA/ATG)

Namun, para ilmuwan mengatakan, bahwa studi mereka masih bersifat awal, belum ada kesimpulan yang pasti. Sementara itu, salah satu peneliti dari National Institute for Astrophysics di Italia, Andrea Grazian, mengatakan, bahwa benih lubang hitam sangat sulit ditemukan, apalagi mengkonfirmasi mereka, lebih sulit.

“Namun, kami pikir penelitian kami telah menemukan dua kandidat terbaik sejauh ini,” demikian dilansir dari situs teknologi, Rabu (25/5/2016).

Sementara itu, rekan peneliti Andrea Ferrara dari Scuola Normale Superiore di Pisa, seperti dikutip dari “Daily Mail” mengatakan, banyak kontroversi terkait perubahan atau bagaimana lubang hitam ini terbentuk.

“Hasil penelitian kami menunjukkan hanya ada satu jawaban, yakni lubang hitam sudah besar saat lahir, kemudian tumbuh dengan kecepatan normal dan menjadi lubang hitam supermasif, bukan lubang hitam kecil yang tumbuh dan menjadi lubang hitam supermasif dengan kecepatan ekstrim,” kata Andrea.

Penelitian terkait dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular