Oleh Qin Yufei

KTT G7 mulai berlangsung di Ise Shima pada Kamis, (26/5/2016). Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengajak para pemimpin G7 untuk mengambil tindakan penyelamatan guna memulihkan ekonomi global yang sedang goyah agar krisis global tidak kembali terjadi.

Washington Post memberitakan bahwa Presiden Obama selain setuju dengan pendapat Abe, ia juga menyarankan supaya pemerintah lebih berupaya dalam menciptakan lapangan kerja agar semua orang memiliki pekerjaan, tetapi juga tingkat upah yang baik untuk menjaga momentum pemulihan. Obama mengatakan, para pemimpin G7 semua sepakat untuk mempercepat pertumbuhan dengan tetap berfokus pada kebutuhan dan kemampuan negara masing-masing.

Dalam KTT G7 itu, Shinzo Abe membandingkan situasi ekonomi global saat ini dengan situasi ekonomi global pada tahun 2008 yang mengakibatkan krisis keuangan global lalu mengatakan bahwa, negara di waktu itu gagal untuk menangani krisis dengan benar, karena orang tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang resiko.

“Tetapi kali ini, melalui diskusi yang menyeluruh kita lebih memahami tentang resiko signifikan yang dihadapi oleh ekonomi global,” kata Abe.

Jepang mendesak adanya stimulus fiskal

Financial Times menyebutkan, yang menarik perhatian dalam KTT G7 sekarang adalah apakah Abe sanggup membujuk para pemimpin dunia lainnya, terutama Angela Merkel untuk mendukung stimulus fiskal, dan apakah dukungan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam aksi global.

Para menteri keuangan G20 pada Februari tahun ini telah menyepakati untuk menggunakan semua alat kebijakan termasuk mata uang, fiskal dan struktur untuk mendukung pertumbuhan.

Target yang ingin dicapai Abe dalam pertemuan ini ialah menerbitkan sebuah daftar kebijakan fiskal untuk disepakati negara G7. Namun seorang pejabat pemerintah Jepang menjelaskan kepada Financial Times bahwa bila KTT hanya memperoleh hasil berupa daftar kesepakatan seperti yang juga sudah dicapai oleh menteri keuangan dalam pertemuan mereka pada Februari lalu, jelas tidak berarti. Jepang lebih mengharapkan KTT ini menghasilkan program pelaksanaan yang lebih spesifik.

Alasan Abe mengharapkan KTT menelurkan ‘deklarasi’ bersama juga memiliki alasan dalam negeri. Jepang akan mengadakan pemilihan senat pada musim panas ini, jadi ia ingin memulai subuah  stimulus fiskal selain untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi juga demi mengatasi hambatan yang timbul dari dalam partainya sendiri agar rencana untuk menaikkan tarif pajak konsumsi yang akan diterapkan mulai April tahun depan bisa berjalan lancar. Tampaknya, Abe ingin menggunakan kesempatan KTT untuk mempromosikan inisiatif dirinya.

Jerman mendesak adanya reformasi struktural

Abe mungkin akan memperoleh dalam berbagai tingkat dukungan dari Kanada, Italia, Prancis dan AS. Pejabat pemerintah AS memberitahu Financial Times bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh ekonomi negara-negara dunia sekarang adalah menurunnya permintaan global. Abe berharap topik tersebut dapat dibahas dalam pertemuan puncak ini.

Meskipun pejabat nasional semua sepakat bahwa ekonomi global sudah membunyikan alarm, tetapi terhadap cara terbaik dalam melakukan stimulasi masih terdapat perbedahan pendapat. Mantan pejabat Gedung Putih Matthew Goodman mengatakan, Jepang menghendaki lebih banyak stimulus fiskal tetapi Jerman justru menentang praktek itu.

Keseimbangan anggaran dan transaksi berjalan yang mengalami surplus memungkinkan Jerman untuk merangsang permintaan domestik. Pejabat Jerman cukup puas dengan pertumbuhan solid sebesar 1.7 % yang diraih pemerintah tahun lalu. Meskipun masuknya jutaan pengungsi ke Jerman telah menciptakan sejumlah tekanan politik dan sosial, namun berdampak tidak besar terhadap ekonomi Jerman.

Walaupun pemerintah Jerman perlu mengeluarkan anggaran untuk membiayai kebutuhan pengungsi, tetapi Menteri Keuangan Jerman Dr. Wolfgang Schauble berjanji tidak akan menaikkan tarif pajak kalaupun pemerintah mengalami defisit keuangan. Sementara itu, beberapa organisasi internasional telah menurunkan tingkat prospek terhadap ekonomi global pada 2017, namun Berlin tetap menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik.

Seorang pejabat  senior Departemen Keuangan Jerman memberitahu Financial Times, meskipun lonceng peringatan berbunyi di beberapa tempat, tetapi angka-angka ekonomi global tidak seburuk yang digambarkan. Oleh karena itu, pejabat pemerintah Jerman memandang belum perlu mengambil langkah baru untuk merangsang pertumbuhan. Terutama mengeterapkan kebijakan pelonggaran fiskal atau moneter. Berlin tetap mengikuti pedoman penghematan anggaran, kebijakan moneter yang berhati-hati. Dan terus mendorong reformasi struktural yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

Pejabat tersebut kemudian menambahkan bahwa semua negara yang tergabung dalam G20 sudah menyepakati untuk melakukan reformasi struktural, tetapi belum terlaksana. Jerman pikir bagaimana melahirkan program baru sedangkan yang lama saja belum diimplementasikan.

Cameron: Berharap para pemimpin dunia memberikan dukung agar Inggris tetap tinggal di Uni Eropa

Selain membahas tentang disiplin fiskal, Perdana Menteri Inggris Cameron juga menggunakan KTT, kesempatan terakhir para pemimpin negara besar dunia berkumpul sebelum Referendum Brexit pada 23 Juni 2016 mendatang, untuk meminta dukung mereka agar Inggris tetap tinggal di Uni Eropa.

Cameron meminta ijin forum untuk mengklarifikasikan tentang resiko seputer Inggris menarik diri dari Uni Eropa yang memungkinkan munculnya ketidakstabilan politik sehingga mengganggu pertumbuhan ekonomi. Seorang pembantu Cameron mengatakan bahwa Perdana Menteri mungkin  mengundurkan diri bila hasil referendum menghendaki Inggris keluar dari Uni Eropa.

Para pemimpin G7 sedang berjalan kaki sambil melakukan perbincangan dalam hotel di Ise Shima. (Getty Images)
Para pemimpin G7 sedang berjalan kaki sambil melakukan perbincangan dalam hotel di Ise Shima. (Getty Images)

Presiden Dewan Eropa menyerukan G7 untuk membantu Dewan mengatasi masalah pengungsi

Dalam pertemuan sebelumnya, pejabat Jepang juga menekankan perlunya upaya bersama dalam  membasmi korupsi, anti terorisme, menanggulangi masalah yang berkaitan dengan kesehatan global dan bersama-sama mencarikan jalan keluar bagi penyelesaian soal pengungsi yang  memusingkan seluruh negara Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, ia sendiri berpendapat bahwa KTT G7 kali ini tampaknya akan sulit untuk menghasilkan sebuah komunike bersama dalam mengatasi masalah pengungsi di Eropa. Namun, ia mengaku telah berulang kali melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Trudeau dan menyampaikan rasa terima kasih Jerman atas kesediaan Kanada memberikan tempat penampungan bagi sejumlah besar pengungsi.

Sebelumnya, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk telah menyerukan para pemimpin begara besar yang bergabung dalam G7 untuk membantu Dewan memecahkan masalah pengungsi. Terutama membantu dalam menciptakan program pemukiman kembali.

Negara yang tergabung dalam Kelompok 7 adalah Inggris, Kanada, Prancis, jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat. Pemerintah Jepang telah menurunkan puluhan ribu anggota militer untuk  menjaga keamanan. Para petugas itu tidak hanya berjaga-jaga di kedua sisi jalan gedung tempat penyelenggaraan KTT, tetapi juga melakukan pengintaian dari dalam semak belukar, ladang-ladang padi dan lapangan sepakbola di sekitar sana. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular