Oleh: Fang Xiao

Ketua Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok/ PKT yakni Zhang Dejiang disaat berkunjung ke Hongkong baru-baru ini selaku ketua Tim Khusus Koordinasi Pusat Hongkong dan Macau, telah mengundang 4 orang perwakilan Partai Pan-Demokratik untuk menghadiri pesta jamuannya, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan keluhannya.

Ada analisa menyebutkan, pengaturan yang tidak lazim ini diperkirakan atas otorisasi yang diberikan oleh Xi Jinping (dibaca: Si Cin Bing), untuk menyampaikan sinyal politik yang cukup penting.

Analisa: Xi Jinping Tugaskan Zhang Dejiang Temui Perwakilan Pan-Demokratik

Beberapa hari lalu 4 orang perwakilan dari Pan-Demokratik di antaranya Liu Huiqin dari Partai Demokrat, He Xiulan dari Partai Buruh, Liang Jiajie dari Partai Kerakyatan dan Li Guolin dari Dunia Pelayanan Kesehatan diundang untuk bertatap muka dengan Zhang Dejiang serta berkesempatan menyampaikan kritikan atas gaya politik pemerintahan Zona Otonomi Khusus Hongkong selama beberapa tahun terakhir dan tuntutan mereka untuk menggantikan Kepala Zona Otonomi Khusus yang menjabat.

Untuk diketahui Zhang Dejiang adalah kaki tangan Jiang Zemin yang masih bercokol di pemerintahan sebagai: Ketua Komite Pendirian Kongres Rakyat, anggota tingkat ketiga Komite Tetap Politbiro Pusat PKT, kepala deputi Komisi Keamanan Nasioanal dan ketua Tim Khusus Koordinasi Pusat Hongkong dan Makao.

Artikel ulasan pada surat kabar Hongkong “Ming Pao” menganalisa, pengaturan tidak lazim ini dipercaya bukan atas prakarsa Zhang Dejiang sendiri, melainkan titipan dari Dewan Komite Tetap Politbiro Pusat yang dipimpin oleh Xi Jinping. Tujuannya adalah membuat rangkuman situasi politik dan ekonomi di Hongkong pada semester kedua tahun ini, guna menetapkan orientasi pemerintahan Hongkong beberapa tahun ke depan, serta menyiapkan calon Kepala Zona Otonomi Khusus Hongkong berikutnya.

Artikel menyatakan, meskipun tahu persis dalam pertemuan tersebut perwakilan Pan-Demokratik pasti akan mengajukan permintaan untuk mengganti pemimpin Hongkong, pemerintahan Xi Jinping tetap meminta Zhang Dejiang untuk menemui perwakilan Pan-Demokratik. Sinyal politik yang sangat penting disampaikan disini, siapa pun yang pada akhirnya diputuskan oleh Pusat sebagai Kepala Zona Otonomi Khusus Hongkong, merupakan keputusan yang dibuat setelah mendapatkan masukan yang cukup dari semua kalangan di Hongkong terhadap Kepala Zona Otonomi yang bersangkutan. Komisi Tetap Politbiro akan mempertimbangkan pendapat dari semua pihak atas keputusan ini, termasuk pendapat dari tokoh perwakilan Pan-Demokratik.

Liu Huiqin selaku ketua Partai Demokrat Hongkong yang juga merupakan anggota Dewan Legislatif Hongkong mengatakan pada surat kabar “Guardian” bahwa pertemuan antara Zhang Dejiang dengan perwakilan Pan-Demokratik itu “belum pernah terjadi sepanjang sejarah.”

Zhang Dejiang pada kesempatan itu berkata, “Baik, saya ingin mendengarkan apa yang hendak kalian sampaikan.”

Jadi Liu mengatakan pada Zhang Dejiang, warga Hongkong sangat khawatir, sangat marah, sebagian orang bahkan sebagian orang telah putus asa, karena pemerintah terlalu jahat. Ketua Zona Otonomi Khusus Liang Zhenying tidak mempunyai kemampuan memimpin Hongkong.  PKT juga sangat jahat, karena tidak mengijinkan warga Hongkong untuk menggelar pemilu yang sesungguhnya.

Tahun ini di Hongkong telah terjadi pergolakan terbesar selama puluhan tahun terakhir, suara untuk memerdekakan diri terus meningkat. Kali ini Zhang Dejiang berkunjung ke Hongkong sebagai sosok yang bersikap mendengarkan aspirasi Hongkong dan mengubah wataknya yang dulunya keras. Namun reaksi para anggota Dewan Legislatif dari kubu Pan-Demokratik Hongkong terhadap sikap Zhang ini masih optimis dicampur dengan kehati-hatian.

Sumpah Jabatan Tsai Ing-wen, Perubahan Kebijakan Politik PKT Terhadap Taiwan

Pada 20 Mei lalu, Presiden ROC (Taiwan) ke-14 yakni Tsai Ing-wen dan Wakil Presiden Chen Chien-jen diambil sumpah jabatannya, Tsai Ing-wen dinobatkan sebagai presiden wanita yang pertama di Taiwan. Upacara penobatan ini menjadi sorotan dunia.

Xi Jinping beberapa kali menyampaikan prinsip kebijakan politiknya terhadap Taiwan secara jelas. Bagaimana hubungan kedua daratan setelah “20 Mei” ini akan menjadi sorotan. Sejak Tsai Ing-wen memenangkan pilpres sebulan lalu, pemerintahan Xi Jinping telah menyampaikan itikad baiknya untuk meneruskan dialog lewat berbagai jalur. Selain menekankan konsep “kerangka satu Tiongkok” serta prinsip dan batasan menentang “Taiwan merdeka,” dalam beberapa kali pidatonya Xi Jinping juga telah menunjukkan niat dan ketulusannya dalam mendorong perkembangan kerjasama kedua daratan.

Pemberantasan Korupsi Hampiri Jiang Zemin

Sejak 2016 ini, perang opini antara Xi Jinping dan Jiang Zemin semakin sengit. Di awal tahun pada situs Komisi Kedisiplinan Pusat selama dua bulan berturut-turut terus menerus dipublikasikan pidato internal Xi Jinping yang sangat tajam, seperti “Maharaja”, “timbul masalah dalam hal politik, yang jauh lebih serius dibandingkan dengan masalah korupsi”, juga ungkapan “ada oknum yang sewenang-wenang dan tidak takut akan apa pun lagi” dan lain sebagainya.

Media pemerintah selain terus berkoordinasi dengan Komisi Disiplin untuk memuat artikel tersebut, juga menerbitkan komentar yang berbunyi “pemberantasan korupsi tidak akan berhenti sebelum basmi tuntas sampai kesarangnya” dan berbagai pernyataan terkait lainnya. Aksi pemberantasan korupsi dengan “pukul macan” langsung diarahkan dengan menargetkan Jiang Zemin.

Xi Jinping Mungkin Terapkan Sistem Presidensial, Hapus Sistem Politbiro

Sejak mulai menjabat, Xi Jinping berupaya menerapkan berbagai reformasi, dan di antaranya banyak yang mendobrak kebiasaan PKT. Dalam gerakan pemberantasan korupsi banyak pejabat tinggi dari kubu Jiang Zemin yang disingkirkan, sekaligus mengambil alih kekuasaan yang dikendalikan oleh kubu Jiang dengan menerapkan sistem sentralisasi kekuasaan.

Beberapa hari lalu media massa Hongkong mengungkap, banyak pejabat di Zhongnanhai menyuarakan reformasi. Sejumlah nara sumber yang dekat dengan petinggi PKT mengutarakan, asalkan dalam Rapat Beidaihe musim panas mendatang Xi Jinping mampu menangkal gangguan dan hambatan dari berbagai kalangan dan memaksakan perombakan personalia, maka Sidang Paripurna VI di musim gugur tahun ini, bahkan sampai Kongres Akbar ke-19 tahun depan, pemerintah Xi Jinping akan mengalami perubahan yang sulit dibayangkan pihak luar, maka penghapusan sistem Dewan Komite Tetap Politbiro Pusat, penghapusan aturan pembatasan usia “Kepala tujuh naik kepala delapan turun,” serta penghapusan sistem pengangkatan suksesor lintas generasi, akan secara bertahap bisa dijalankan.

Sebelumnya ada berita menyatakan, jika situasi memungkinkan, di masa mendatang Xi Jinping sangat mungkin akan melakukan gebrakan yang mengejutkan. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular