JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat kembali melayangkan 11 sanksi teguran dan peringatan kepada beberapa stasiun televisi nasional karena ditemukan melanggar terhadap aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 dalam program siarannya, Kamis (26/5/2016).

Lembaga penyiaran yang mendapat teguran bersamaan sedang digelarnya Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP).  Stasiun TV yang ditegur adalah TVRI, Kompas TV, ANTV, RTV, RCTI, Global TV, dan Indosiar. Stasiun TV yang diberi peringatan adalah MNC TV dan TVOne.

Teguran untuk Kompas TV ditujukan pada program siaran jurnalistik “Jakarta Hari Ini”. Teguran terhadap RTV diberikan untuk program siaran jurnalistik “CSI: Catatan Seputar Investigasi”. Adapun ANTV, RCTI, Global TV, dan Indosiar  ditegur terkait pelanggaran pada program siaran iklan “Pilihanku”.

Indosiar juga ditegur atas pelanggaran program iklan lainnya yakni iklan “Dunhill”. TVRI mendapatkan teguran pada dua program televisinya yang menayangkan identitas keluarga korban kejahatan seksual. Sedangkan peringatan diberikan KPI untuk program siaran “Telusur” TV One dan “Kembar” MNC TV.

Pelanggaran dilakukan TVRI Program Siaran Jurnalistik “Indonesia Pagi” yang ditayangkan pada 15 Mei 2016 pukul 06.19 WIB. KPI Pusat menilai identitas serta gambar wajah Ayah korban kejahatan seksual tidak dapat ditampilkan. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi identitas dan masa depan korban (anak-anak). Berita ini terkait pencabulan di Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Jawa Tengah. Pelanggaran serupa juga pada siaran Jurnalistik “Indonesia Siang” TVRI yang ditayangkan  pada 11 Mei 2016 pukul 12.09 WIB.

Kompas TV dalam pelanggarannya menampilkan penjelasan detail pembunuhan sadis di Cikupa, Tangerang, Banten. KPI menilai program siaran dilarang menampilkan deskripsi secara eksplisit dan detail kronologi tindak kejahatan meskipun bersumber dari pejabat kepolisian yang berwenang dan/atau fakta pengadilan.

Pelanggaran pada Program Siaran Jurnalistik “CSI: Catatan Seputar Investigasi” yang ditayangkan oleh stasiun RTV terjadi pada 2 Mei 2016 pukul 10.48 WIB. Program tersebut menampilkan secara eksplisit wajah orangtua (ibu) korban pemerkosaan. KPI Pusat menilai ditayangkannya wajah ibu kandung dari korban dapat mengungkap identitas korban tindakan asusila yang seharusnya dilindungi.

Pelanggaran ANTV, RCTI, Global TV, dan Indosiar pada Iklan “PilihanKu” dikategorikan sebagai iklan mengenai alat kontrasepsi dan merupakan iklan dewasa sehingga jam siarannya harus mematuhi ketentuan jam tayang pada rentang waktu pukul 22.00-03.00 waktu setempat. Indosiar juga melanggar aturan menyiarkan iklan rokok ” yang ditayangkan  pada  1 Mei 2016 pukul 19.19 WIB. Jam tayang ilan ini semestinya pada rentang waktu 21.30-05.00 waktu setempat.

Program siaran lembaga penyiaran yang mendapatkan peringatan adalah Siaran “Telusur” yang ditayangkan oleh stasiun TVONE pada 8 Mei 2016 pukul 13.00 WIB. KPI menilai program siaran dilarang menayangkan liputan proses pemeriksaan tersangka dan memuat secara detail kronologis tindak kejahatan. Sebelumnya KPI menyampaikan secara tertulis kepada TVONE perihal larangan menayangkan proses pemeriksaan kepolisian melalui surat nomor 342/K/KPI/03/16 tertanggal 24 Maret 2016 namun  kembali menayangkan muatan serupa.

Peringatan juga dilayangkan kepada Program Siaran “Kembar” yang ditayangkan oleh stasiun MNC TV pada 09 Mei 2016 pukul 18.45 WIB. Dalam program tersebut terdapat adegan sekelompok anak-anak yang mengejek seorang pria dengan sebutan “orang gila”. Selain itu terdapat adegan klenik yaitu dukun yang dapat menyembuhkan penyakit seorang pria. KPI Pusat menilai muatan demikian berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi khalayak yang menonton khususnya remaja untuk meniru dan percaya pada hal bersifat klenik.

Tak hanya 11 sanksi dilayangkan oleh KPI pada 26 Mei 2016 lalu, KPI selama April 2016 juga melayangkan sebanyak 17 sanksi peringatan dan teguran tertulis kepada stasiun televisi dan radio yang melanggar ketentuan dalam  Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS). (asr)

Share

Video Popular