Oleh: Joshua Philipp dan Shi Ping

Tim anjing pelacak anti-terorisme NYPD satu-satunya di dunia, bertanggung-jawab melindungi keselamatan pusat transportasi New York City.

Pusat transportasi yang berjejal pengunjung di New York City, seperti Stasiun Penn, Stasiun Grand Central atau Stasiun Subway Times Square, sering terlihat para polisi bersenjata lengkap yang dikelilingi sejumlah anjing pelacak, tahukah Anda, mereka itu mempunyai tugas berat!

Anjing polisi anti terorisme menjamin keselamatan transportasi subway, dan kemunculan mereka bukan hanya saat terjadi alarm anti teror saja, melainkan adalah pekerjaan keseharian kolaboratif antara anggota polisi dari Tim K9 anjing pelacak New York City Police Department (NYPD) dengan para anjing pelacak. Dalam tugas berlalu lintas sehari-hari, inisiatif menggunakan anjing pelacak adalah kreativitas unik Departemen Kepolisian New York City.

Pada 17 Mei lalu, polisi kota di stasiun subway Times Square mengadakan demo pekerjaan K9, yaitu menunjukkan kepada khalayak bagaimana anjing-anjing ini membantu membebaskan warga New York dari keharusan mengantri melewati pintu keamanan. Perencanaan aksi ini mereka sebut sebagai “Program membangunkan melalui aroma” (Vapor Wake Program).

Seekor anjing Labrador hitam yang bernama “Alice,” dengan telinga menjuntai, mengibas-ibaskan ekornya dan dengan gembira berlarian disamping polisi Kevin Belavsky. Terkadang dengan hidungnya mencium pejalan kaki yang lewat. Banyak pejalan kaki sambil tersenyum memandangnya, beberapa orang berhenti dan menatapnya berputaran di sana. Lebih banyak lagi yang hanya sibuk bermain dengan ponsel mereka dan sama sekali tidak melihat kehadiran anjing polisi tersebut.

Tiba-tiba, Alice sepertinya menemukan sesuatu, ia memandangi seorang pria dan wanita yang mendekatinya. Ia dengan sigap mengikuti kedua orang itu. Kevin Belavsky yang berada di belakang Alice segera menarik sabuk kulitnya dan memberikan Alice bola kuning kecil sebagai hadiah – adegan ini begitu tangkas dan cepat, seolah hanya sekejap saja.  Tetapi telah menunjukkan hasil kerja Group K9, pria dan wanita itu adalah bagian dari demonstrasi kebolehan ini, mereka berdua membawa sesuatu yang tidak biasa yang telah terdeteksi oleh Alice. Alice tidak mengecewakan harapan masyarakat dan telah menemukan targetnya.

K9 membuat anti terorisme dari pasif menjadi proaktif

Skenario di atas tampak sederhana, tetapi untuk mencapai langkah itu prosesnya sedikit pun tidak sederhana. Tim anjing pelacak NYPD K9 didirikan 10 tahun lalu. Semua anjing itu dilatih untuk memeriksa bom, sejak tahun 2005 NYPD melatih mereka bertugas mencium dan mendeteksi bau penumpang dan bagasi mereka.

“Dari semua departemen anti terorisme yang saya ketahui, khususnya di Amerika Serikat, tidak ada yang seperti kami (K9) yang setiap saat bersiaga seperti ini,” kata sang penanggung jawab anjing pelacak NYPD kepolisian lalu lintas John Pappas.

“Yang kami lakukan ini secara khusus disesuaikan dengan New York City, mengubah dari posisi pasif menjadi proaktif,” tukas seorang petugas polisi lain Randy Brenner.

Anjing pelacak melalui pelatihan khusus, blusukan diantara pejalan kaki, memeriksa pergerakan penumpang yang sekiranya membawa bahan peledak dan bukannya menunggu di dalam ruangan atau mengendus parcel atau benda yang mencurigakan. Hal itu telah menimbulkan ketertarikan di kalangan kepolisian dan militer dari manca Negara.

“Bahkan manual/ petunjuk pelatihan saja juga tidak ada, tidak ada yang melakukannya,” kata Pappas.

Penseleksian ketat dalam memilih tim K9

Skala unit anjing pelacak kantor kepolisian New York adalah yang terbesar di dunia. Total ada 5 tim dan lebih dari 100 ekor anjing, mereka malah bersiap untuk meningkatkan lagi jumlahnya. Pada awalnya kesulitan yang dihadapi adalah memilih jenis anjing apa dan anjing semacam ini perlu bekerja di lingkungan yang ramai dan bising serta dalam situasi yang sulit diprediksi.

Keterangan foto : Antara polisi dan anjing pelacak jenis Labrador dari tim K9 NYPD adalah partner yang akrab. (Benjamin Chasteen / Epoch Times)
Keterangan foto : Antara polisi dan anjing pelacak jenis Labrador dari tim K9 NYPD adalah partner yang akrab. (Benjamin Chasteen / Epoch Times)
Keterangan foto : Antara polisi dan anjing pelacak jenis Labrador dari tim K9 NYPD adalah partner yang akrab. (Benjamin Chasteen / Epoch Times)
Keterangan foto : Antara polisi dan anjing pelacak jenis Labrador dari tim K9 NYPD adalah partner yang akrab. (Benjamin Chasteen / Epoch Times)

Dibutuhkan jenis khusus dari anjing dan pelatihan khusus. Pada awalnya, mereka menggunakan anjing gembala Jerman, tapi segera menemukan bahwa penampilan anjing jenis ini terlihat garang dan mengerikan, sehingga mereka kemudian beralih ke anjing Labadror.

“Kami harus melindungi orang, bukannya menakut-nakuti orang,” kata Pappas lebih lanjut.

Tantangan lain adalah kerjasama antara manusia dan anjing. Setiap malam, anjing-anjing itu pulang ke rumah petugas polisi, partner mereka dalam bertugas, sampai mereka pensiun nanti. Persyaratan untuk petugas polisi yang bekerja sama dengan anjing pelacak juga sangat ketat. Terakhir kali terdapat 180 polisi yang mendaftarkan diri, namun hanya 18 orang yang lulus.

Selain setiap hari bekerja sama dengan anjing, jika terjadi serangan teroris di mana pun di dunia ini, Pappas akan dengan cermat meneliti, menganalisis dan mengevaluasi, membayangkan jika anjingnya di lapangan bagaimana melakukannya. Seperti itulah yang dilakukan polisi Kelompok Kerja K9.

Sampai hari ini, tim anjing pelacak K9 NYPD bertanggung jawab atas sistem lalu lintas kereta subway yang dialiri 5 hingga 6 juta orang setiap hari.

“Polisi New York City pasca serangan teroris 11 September, yang pernah mengemban pengalaman pahit dan energi negatif, kini tengah beralih mengubahnya menjadi sesuatu yang positif, seperti Program anjing pelacak K9 kami ini,” pungkas Pappas. (hui/whs/rmat)

 

 

Share

Video Popular